Aset Pemda Kampar, Kebun Sawit 500 Hektar Siapa yang Hilangkan ?
KAMPAR- Aset Pemerintah Daerah (Pemda) Kampar, berupa kebun sawit dengan luas 500 hektar, sampai sekarang raib entah kemana. Hal itu terungkap saat hering Komisi III dengan pihak Stanum Senin, (01/6/15) kemarin.
Menurut Direktur Perusahaan Daerah Aneka Karya (Stanum) Herman Thamrin, dirinya sudah coba melacaknya. Namun tidak tahu keberadaan kebun sawit yang sangat luas tersebut.
"Yang saya ketahui letaknya, di Desa Pasir Jambu, Desa Rumbio Jaya. Pemda Kampar punya lahan sawit 500 hektar. Dan kebun itu dikelolah oleh pihak stanum dulunya. Tapi, saat saya lacak tidak pernah ketemu lokasinya. Dan itu saya ketahui saat duduk selaku Direktur Stanum dan saya lihat suratnya Tahun 1988,"pungkasnya.
Padahal kebun sawit itu, kata Herman Thamrin, sebuah keuntungan besar untuk stanum jika lokasinya diketahui. "Karena ini aset besar, mohon bantu saya untuk melacak keberadaannya, "harapnya.
Ia menambahkan, selain itu aset Pemda Kampar kebun sawit di Desa Batu Langkah seluas 75 Hektar, sampai sekarang tidak bisa dikuasai. Begitu pabrik PKS mininya, tidak bisa untuk difungsikan. " Jika ini bisa diolah sebaik mungkin, tentunya bisa membantu untuk memperbaiki objek wisata stanum agar lebih bagus lagi
Herman Thamrin, juga menegaskan dirinya siap diberhentikan. Karena diangga tidak berhasil untuk membuat stanum bisa lebih maju, seperti yang diharapkan. "Kalau nyata saya tidak berhasil dalam mengelolah stanum, saya bersedia untuk diberhentikan, "sebutnya.
Ketua Komisi III Zumroton melalui Sekretaris Komisi III, Iib Nursaleh, mengatakan untuk semua masalah yang disampaikan ini akan jadi pembahasan penting bagi komisi III. "Untuk itu rapat akan dilakukan minggu depan, dengan mengundang pihak pemda kampar,"ucapnya.
Sedangkan untuk aset pemda kampar yang raib itu akan kita lacak keberadaannya. Karena milik pemerintah wajib dicari dan dikuasai. "Kita akan cari dimana kebun sawit yang hilang bagai hantu tersebut,"tegasnya.(gardariaunews)
Bupati Siak Perpanjang SK 2.994 ASN PPPK Paruh Waktu, Dapat Gaji 13 dan THR
Radarpekanbaru.com – Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli.
Bupati Afni Setujui Nama Syarwan Hamid Diabadikan untuk Nama Ruas Jalan
Radarpekanbaru.com – Nama Letjen TNI (Purn) H. Sya.
Berbaju Melayu Sultanah Latifah, Bupati Afni Pimpin Upacara HUT Siak, Sampaikan Pesan Kesetiaan dan Keadilan
Radarpekanbaru.com - Dari atas panggung, dengan meng.
Perdana, 41 Perangkat Daerah Tampilkan Wajah Pelayanan Di Pawai HUT ke-27 Kabupaten Siak
Radarpekanbaru.com - Pawai karnaval menyambutnya har.
Kredit Fiktif Rp2,59 Miliar, Kejari Rohul Tahan Empat Pengurus Koperasi
RADARPEKANBARU.COM - Dugaan penyimpangan pemberian k.
Kemenhaj Riau Awasi Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara, Travel Tak Berizin Ikut Diperiksa
RADARPEKANBARU.COM - Kantor Wilayah Kementerian Haji.








