PILIHAN +INDEKS
Yusuf Said: Ini Tandanya Inhil Sudah Sangat Mengkhawatirkan
Petugas Lapas Tembilahan Ditangkap Karena Miliki Narkoba
Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said.
TEMBILAHAN- Menanggapi tertangkapnya salah seorang petugas Lapas Kelas II A Tembilahan, karena kasus kepemilikan Narkoba jenis sabu-sabu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), memandang kejadian tersebut menandakan kondisi di Inhil makin darurat Narkotika.
''Ini artinya, kondisi di Inhil sudah sangat mengkhawatirkan sekali, sehingga siapa saja dengan mudah bisa terjerumus,'' ujar Ketua Komisi I DPRD Inhil, Yusuf Said kepada wartawan.
Dengan memenjarakan setiap pemakai hingga pengedar Narkoba, dikatakan Yusuf Said terbukti tidak menyelesaikan akar permasalahan, karena hingga saat ini, bukannya berkurang, pecandu barang haram tersebut malah semakin bertambah saja.
''Dipenjarakan tidak menyelesaikan masalah, menurut kita lebih baik mereka di rehabilitasi saja,'' tukasnya.
Namun mengingat Inhil tidak memiliki tempat rehabilitasi maupun Badan Narkotika Kabupaten (BNK), maka dikatakan Politisi Partai Golongan Karya ini, saat ini pihaknya tengah berupaya untuk dibentuknya BNK di Negeri Seribu Parit ini.
''Kita sudah perjuangkan itu, saat ini perjuangan kita itu sudah sampai kepada tahap penunjukan RSUD Puri Husada sebagai tempat rehabilitasi,'' ujarnya lagi.
Ia berharap, jika nantinya RSUD Puri Husada sudah bisa menjadi tempat rehabilitasi para pencandu Narkoba, maka jumlah pemakainyapun bisa semakin berkurang.
''Semoga cepat terealisasi hal itu, karena kasus Narkoba sudah semakin parah saja di Inhil ini,'' tutup Yusuf Said.(radarpku/grc)
''Ini artinya, kondisi di Inhil sudah sangat mengkhawatirkan sekali, sehingga siapa saja dengan mudah bisa terjerumus,'' ujar Ketua Komisi I DPRD Inhil, Yusuf Said kepada wartawan.
Dengan memenjarakan setiap pemakai hingga pengedar Narkoba, dikatakan Yusuf Said terbukti tidak menyelesaikan akar permasalahan, karena hingga saat ini, bukannya berkurang, pecandu barang haram tersebut malah semakin bertambah saja.
''Dipenjarakan tidak menyelesaikan masalah, menurut kita lebih baik mereka di rehabilitasi saja,'' tukasnya.
Namun mengingat Inhil tidak memiliki tempat rehabilitasi maupun Badan Narkotika Kabupaten (BNK), maka dikatakan Politisi Partai Golongan Karya ini, saat ini pihaknya tengah berupaya untuk dibentuknya BNK di Negeri Seribu Parit ini.
''Kita sudah perjuangkan itu, saat ini perjuangan kita itu sudah sampai kepada tahap penunjukan RSUD Puri Husada sebagai tempat rehabilitasi,'' ujarnya lagi.
Ia berharap, jika nantinya RSUD Puri Husada sudah bisa menjadi tempat rehabilitasi para pencandu Narkoba, maka jumlah pemakainyapun bisa semakin berkurang.
''Semoga cepat terealisasi hal itu, karena kasus Narkoba sudah semakin parah saja di Inhil ini,'' tutup Yusuf Said.(radarpku/grc)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Afiat Ananda Terpilih Aklamasi Pimpin ICF Pekanbaru, Siap Perkuat Pembinaan dan Prestasi Atlet
PEKANBARU– Afiat Ananda resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Indonesia.
Riduan Siagian Ditunjuk Jadi Nahkoda RAMPAS Setia 08 Berdaulat Riau
PEKANBARU – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) RAMPAS Setia 08 Berdaulat resmi menerbi.
PCR dan SPS Riau Sepakati Kerja Sama Pengembangan Kurikulum dan Magang Mahasiswa
PEKANBARU– Politeknik Caltex Riau (PCR) dan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau.
HUT ke-80 SPS, Saidul Tombang: Pers Harus Tetap Menjadi Pilar Demokrasi
PEKANBARU – Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Riau memperingati Hari Ulan.
AMA Riau Dorong Reformasi Sistem Pemilu, Minta Keterwakilan Daerah dan Masyarakat Adat Diperkuat
PEKANBARU – Aliansi Masyarakat Adat Melayu (AMA) Riau mengusulkan adanya refor.
PWI Riau Kurban 6 Sapi dan 1 Kambing pada Iduladha 1447 H
PEKANBARU – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau menggelar kegiatan pemotongan hewan kurban .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








.jpg)