• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3815 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3809 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3780 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3867 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3792 Kali

  • Home
  • Riau

SPMB SMA/SMKN, Disdik Riau Ingatkan Calon Siswa Tak Paksakan Diri Masuk Sekolah Tertentu

Redaksi Radarpku

Kamis, 18 Juni 2026 11:09:48 WIB
Cetak
SPMB SMA/SMKN, Disdik Riau Ingatkan Calon Siswa Tak Paksakan Diri Masuk Sekolah Tertentu

RADARPEKANBARU.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau meminta para orang tua dan calon peserta didik baru SMA/SMK Negeri agar tidak memaksakan diri mendaftar ke sekolah tertentu jika peluang diterimanya sangat kecil.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya menindaklanjuti keluhan calon siswa yang memaksakan diri masuk di sekolah tertenru, Kamis (18/6/2026). 

Erisman mengatakan, dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), calon siswa sebaiknya mempertimbangkan peluang diterima berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Sebab ia menerima laporan masih banyak orang tua maupun calon siswa yang berfokus pada sekolah-sekolah favorit tanpa memperhatikan kemampuan akademik, prestasi, maupun faktor domisili yang menjadi dasar seleksi.

"Jadi jangan memaksakan kehendak untuk masuk ke sekolah tertentu apabila memang tidak memenuhi syarat. Carilah sekolah yang peluang diterimanya lebih besar, terutama pada jalur domisili," imbuhnya. 

Erisman menjelaskan, setiap jalur penerimaan memiliki kriteria yang harus dipenuhi oleh calon peserta didik. Karena itu, siswa dan orang tua perlu memahami posisi serta peluang yang dimiliki sebelum menentukan pilihan sekolah.

Menurutnya, memaksakan diri mendaftar ke sekolah dengan tingkat persaingan tinggi tanpa didukung nilai, prestasi akademik maupun nonakademik yang memadai justru berisiko membuat siswa tidak lolos seleksi.

"Kalau tidak memiliki prestasi, nilainya rendah, atau tidak memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, jangan memaksakan diri masuk ke sekolah tertentu. Lebih baik mencari sekolah yang memang berpotensi besar menerima siswa tersebut. Misalnya jalur domisili," ujarnya. 

Erisman menegaskan, proses SPMB saat ini telah berjalan secara digital dan terintegrasi melalui sistem. Karena itu, seluruh data dan proses seleksi dapat dipantau secara terbuka sehingga tidak ada ruang untuk praktik yang menyimpang dari ketentuan.

"Apalagi saat ini semuanya sudah melalui sistem. Semua data dan proses seleksi akan terlihat di sistem. Jadi tidak bisa main-main," tegasnya.

Dengan sistem yang berjalan secara transparan tersebut, lanjut Erisman, peluang setiap calon peserta didik akan ditentukan berdasarkan data dan persyaratan yang dimiliki, bukan karena faktor lain di luar ketentuan yang berlaku.

Erisman menilai, saat ini kualitas pendidikan di berbagai SMA/SMK di Riau sudah semakin merata. Karena itu, masyarakat tidak perlu terpaku pada beberapa sekolah tertentu saja.

"Mutu sekolah kita sudah bagus-bagus. Tidak hanya sekolah yang dianggap favorit, tetapi banyak sekolah lain yang juga memiliki kualitas pendidikan yang baik," jelasnya.

Kemudian Erisman juga mengingatkan para calon peserta didik dan orang tua untuk memanfaatkan informasi yang tersedia dalam sistem SPMB guna melihat peluang diterima di masing-masing sekolah. 

Dengan demikian, pilihan sekolah dapat disesuaikan dengan kemampuan dan peluang yang dimiliki calon siswa. 

"Kami berharap siswa dan orang tua dapat melihat peluang secara realistis. Pilihlah sekolah yang kemungkinan diterimanya lebih besar sehingga proses penerimaan berjalan lancar," sebutnya. 

Erisman kembali menegaskan agar masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan bangku sekolah pada pelaksanaan SPMB tahun ini.

Sebab jumlah lulusan SMP/MTs di Provinsi Riau tahun 2026 mencapai 103.247 siswa. Sementara daya tampung SMA/SMK negeri di seluruh kabupaten dan kota hanya tersedia sebanyak 91.548 kursi.

"Dari angka tersebut memang masih terdapat selisih sekitar 11.699 siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Namun hal itu bukan berarti mereka tidak mendapatkan sekolah, karena kita masih memiliki sekolah swasta dengan daya tampung yang cukup besar," ujarnya lagi. 

Sekolah swasta di Riau sendiri saat ini memiliki kapasitas sekitar 31.428 kursi. Dengan demikian, jika digabungkan antara sekolah negeri dan swasta, total daya tampung pendidikan jenjang SMA dan SMK di Riau mencapai 122.976 kursi.

"Jumlah tersebut jauh melebihi jumlah lulusan SMP/MTs tahun ini yang mencapai 103.247 siswa. Kalau digabungkan antara negeri dan swasta, total daya tampung kita mencapai 122.976 kursi. Sementara jumlah lulusan SMP/MTs hanya 103.247 siswa. Artinya, secara keseluruhan kita masih surplus kursi," jelasnya. 

Erisman menyebut, kondisi tersebut menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan layanan pendidikan menengah bagi seluruh lulusan SMP dan MTs di Provinsi Riau.

Karena itu, masyarakat diminta tidak terpaku pada sekolah tertentu saja. Ia menilai banyak sekolah lain yang memiliki kualitas pendidikan baik dan masih memiliki daya tampung yang memadai.

"Insyaallah seluruh anak-anak kita bisa tertampung di sekolah. Yang penting siswa tidak memaksakan diri masuk ke sekolah tertentu saja. Kita memiliki sekolah yang cukup dan daya tampung yang memadai, bahkan melebihi jumlah lulusan jika digabungkan dengan sekolah swasta," katanya.

Erisman juga menegaskan bahwa tidak semua lulusan dapat diterima di sekolah negeri. Selain keterbatasan kuota, pemerintah daerah juga harus menjaga keberlangsungan sekolah swasta yang selama ini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan di Riau.

"Tentunya tidak semua siswa tertampung di sekolah negeri, karena kita juga memiliki sekolah swasta yang harus berjalan. Kalau semua masuk negeri, lalu bagaimana dengan sekolah swasta," urainya.

Untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi siswa dari keluarga kurang mampu, Disdik Riau melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Afirmasi.

Program tersebut diperuntukkan bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dan melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah. 

Melalui program itu, siswa dari keluarga kurang mampu dapat bersekolah tanpa dibebani biaya pendidikan.

"Kalau ada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tidak diterima di sekolah negeri, mereka bisa masuk ke sekolah swasta yang sudah bekerja sama dengan Disdik. Mereka akan bersekolah secara gratis melalui program BOSDA Afirmasi yang kita berikan," tutupnya. 

Berdasarkan data Disdik Riau, saat ini terdapat 466 sekolah negeri jenjang SMA dan SMK di seluruh Provinsi Riau yang terdiri dari 326 SMA Negeri dan 140 SMK Negeri. Sementara jumlah sekolah swasta mencapai 350 sekolah, terdiri dari 172 SMA Swasta dan 178 SMK Swasta.

Dengan kapasitas yang tersedia, Disdik Riau optimistis seluruh lulusan SMP dan MTs tahun 2026 dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah, baik di sekolah negeri maupun swasta. (ckc)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Disdik Pekanbaru Siapkan Rp2 Miliar Anggaran Operasional

Jumat, 04 September 2026 - 09:07:03 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Pekan.

Riau

APBD Pekanbaru 2027 Diproyeksi Rp3,18 Triliun, Pajak Warga Ditargetkan Tembus Rp1,56 Triliun

Jumat, 04 September 2026 - 09:05:09 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanba.

Riau

Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik

Kamis, 03 September 2026 - 16:33:52 WIB

KUANSING - Polemik hukum antara DT Darwis dan konten kreator Polda Sitanggang me.

Riau

Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi

Kamis, 03 September 2026 - 10:35:31 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Bandar Udara Internasional Sult.

Riau

Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat

Kamis, 03 September 2026 - 10:22:57 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kualitas udara di Kota Pekanbar.

Riau

Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?

Kamis, 03 September 2026 - 10:13:52 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemilihan Gubernur Riau memang .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Disdik Pekanbaru Siapkan Rp2 Miliar Anggaran Operasional
04 September 2026
APBD Pekanbaru 2027 Diproyeksi Rp3,18 Triliun, Pajak Warga Ditargetkan Tembus Rp1,56 Triliun
04 September 2026
Maksiat Menghalangi Ilmu dan Rezeki
04 September 2026
Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok
04 September 2026
Pertemuan Prabowo-Putin Bukan Kunjungan Diplomatik Biasa
04 September 2026
Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
03 September 2026
Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
03 September 2026
Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
03 September 2026
Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
03 September 2026
Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
03 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Disdik Pekanbaru Siapkan Rp2 Miliar Anggaran Operasional
  • 2 APBD Pekanbaru 2027 Diproyeksi Rp3,18 Triliun, Pajak Warga Ditargetkan Tembus Rp1,56 Triliun
  • 3 Maksiat Menghalangi Ilmu dan Rezeki
  • 4 Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok
  • 5 Pertemuan Prabowo-Putin Bukan Kunjungan Diplomatik Biasa
  • 6 Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
  • 7 Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com