Trump Tegur Israel karena Terus Menggempur Lebanon
RADARPEKANBARU.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka menegur Israel terkait perang yang terus berlangsung melawan Hizbullah di Lebanon.
Dalam pernyataannya di sela pertemuan negara-negara G7 di Prancis, Trump Trump menilai operasi militer Israel sudah berlangsung terlalu lama dan telah menyebabkan terlalu banyak korban jiwa dari kalangan sipil. Ia juga menegaskan tidak mendukung serangan yang menghancurkan bangunan apartemen yang masih dihuni warga sipil.
"Israel sudah terlalu lama memerangi Hizbullah dan terlalu banyak orang yang terbunuh," kata Trump, dikutip Rabu, 17 Juni 2026.
Trump juga mengungkapkan bahwa ia pernah menyarankan Israel agar memberikan ruang bagi Suriah untuk memimpin upaya menghadapi Hizbullah, alih-alih terus memperluas operasi militernya di Lebanon.
"Jika Israel tidak bisa menyelesaikan tugas itu tanpa membunuh semua orang yang lain, maka Suriah yang akan melakukannya. Suriah akan melakukannya," ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan. Pada Senin, beberapa serangan Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang di Provinsi Nabatieh, Lebanon selatan, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA). Serangan itu terjadi meskipun sebelumnya AS dan Iran telah mencapai kesepahaman untuk mengakhiri konflik di berbagai front kawasan.
Dua kendaraan dilaporkan menjadi sasaran serangan drone Israel di wilayah Mayfadoun, sementara sebuah kendaraan lainnya diserang di desa Shoukin. Insiden ini kembali memicu kekhawatiran bahwa upaya meredakan konflik belum sepenuhnya berhasil.
Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa perang belum benar-benar berakhir selama Israel masih mempertahankan pasukannya di wilayah Lebanon selatan yang diduduki. Menurutnya, keberadaan militer Israel di kawasan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepahaman yang telah dicapai.
"Tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah yang mereka duduki selama perang ini, perang belum sepenuhnya berakhir," kata Araghchi.
Sementara itu, Markas Besar Komando Militer Gabungan Tertinggi Iran, Khatam al-Anbiya, memperingatkan bahwa Israel harus bersiap menghadapi respons keras dari angkatan bersenjata Iran apabila serangan di Lebanon selatan terus berlanjut.
Dalam percakapan telepon dengan Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga mendesak Amerika Serikat agar menekan Israel untuk menghentikan perang, menghentikan penghancuran rumah-rumah warga, dan menarik pasukannya dari wilayah Lebanon yang masih diduduki.(rml)
Trump Sebut Negosiasi Damai Terus Berlanjut Meski Israel dan Iran Saling Serang
RADARPEKANBARU.COM - .








