Pemko Pekanbaru Telusuri Penyebab Kelangkaan dan Kenaikan Harga MinyaKita
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru telah mengumpulkan distributor besar minyak goreng kemasan Minyakita untuk mengecek ketersediaan dan alur distribusi pasokan di wilayah Riau, khususnya Pekanbaru.
Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab lonjakan harga MinyaKita yang kini mencapai Rp19.000 hingga Rp20.000 per liter, jauh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700.
Melihat kelangkaan pasokan di pasar, Pemko Pekanbaru ingin memastikan bagaimana distribusi Minyakita yang seharusnya teratur, namun justru terbatas.
Plh Asisten II Setdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin menyatakan bahwa pihaknya ingin menelusuri lebih lanjut untuk memastikan mengapa harga Minyakita bisa melonjak tajam dan mencari solusi terkait alokasi pasokan yang tidak merata.
“Pemko Pekanbaru ingin mengetahui secara pasti penyebab melonjaknya harga Minyakita di pasar. Makanya kita kumpulkan para distributor,” ujar Zulhelmi.
Perwakilan Wilmar Nabati Indonesia mengungkapkan bahwa mereka kini mengalokasikan 100% produksi Minyakita mereka melalui Perum Bulog, meskipun jumlah pasokan mengalami penurunan, dari sebelumnya 35.000 dus menjadi 20.000 dus.
Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan program stabilisasi harga pangan dan bantuan sosial yang disalurkan melalui Bulog.
Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Riau Kepri, Ria Sartika, menjelaskan bahwa Bulog memberikan harga Rp14.500 per liter untuk program stabilisasi, sementara harga jual di pasar masih mengacu pada HET Rp15.700. Ria juga mengungkapkan bahwa alokasi Minyakita dari Bulog dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan daerah lain di Indonesia.
Sementara itu, PT Inti Benua Perkasatama (Musimas Group), produsen Minyakita di Dumai, menambah alokasi pasokannya untuk Bulog menjadi 65% pada 2026. Sisanya, sekitar 35%, dikelola melalui distributor lain, termasuk PT Wahana (D1), PT Kotamas Permai (D2), dan BUMD Pangan Riau Bertuah (PRB).
Untuk memastikan kelancaran distribusi, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru, Dinal Husna, menekankan pentingnya data yang akurat mengenai pasokan Minyakita.
"Kalau penugasan ke Bulog, itu sudah jelas dan bisa ditelusuri. Namun, untuk distribusi lainnya, kami belum mengetahui asal dan tujuan pasokan yang ada di Riau," jelas Dinal.
"Pemko Pekanbaru akan terus menindaklanjuti masalah ini dengan bekerja sama dengan Satgas Pangan dan Kepolisian untuk memastikan distribusi Minyakita berjalan sesuai ketentuan, guna mencegah kelangkaan dan penyelewengan pasokan di pasar," tukas Zulhemi Arifin.(ckc)
Komitmen Plt Gubri Tingkatkan Infrastruktur, Tahun Ini Ruas Jalan Mahato-Manggala 8,9 Km Dirigid
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) R.
DPRD Riau Minta Pengurusan Izin Pertambangan Rakyat Disosialisasikan Di Kuansing
RADARPEKANBARU.COM - Anggota DPRD Provinsi Riau Daer.
Soal Tuntutan Beasiswa, Plt Biro Kesra Riau Sebut Sedang Berproses
RADARPEKANBARU.COM - Demo mahasiswa Universitas Riau.
Dinas P3AP2KB Catat 2.665 Kasus Kekerasan Anak di Riau Selama 2023–2025
RADARPEKANBARU.COM - Selama kurun waktu tahun 2023-2.
Ratusan Gram Emas Dari Toko Emas Syafira Disita, Diduga Terkait PETI Kuansing
RADARPEKANBARU.COM - Direktorat Reserse Kriminal Khu.
Sikap Banding Abdul Wahid Menggantung, PN Pekanbaru: Harusnya Mereka Tegas!
RADARPEKANBARU.COM - Upaya hukum banding Gubernur Ri.








