• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3814 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3808 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3779 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3866 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3790 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Puasa Ramadhan Memanusiakan Manusia

Redaksi Radarpku

Rabu, 04 Maret 2026 06:11:34 WIB
Cetak
Puasa Ramadhan Memanusiakan Manusia

RADARPEKANBARU.COM - Puasa Ramadhan, jelas sebuah desain amat serius yang Allah peruntukan bagi kita umat Islam sebagai hamba-Nya. Begitu besarnya manfaat puasa pada bulan agung ini, sampai- sampai agama menempatkan puasa Ramadhan sebagai salah satu rukun Islam.

Bahkan, kelengkapan seorang Muslim ditentukan pula oleh kelengkapannya dalam mengadopsi kelima rukun Islam dimaksud. Bila lepas, apalagi sengaja mengabaikan satu di antara kelima rukun itu, amat mungkin berkurang kelengkapannya sebagai seorang Muslim.

Begitulah hidup. Ia akan tetap bermakna dalam posisi kita sebagai hamba yang bersaksi dan meyakini akan af’al dan asma’ Allah, sepanjang kita memegangnya secara teguh. Soal apakah ia mengalami shifting karena berbagai pergeseran tantangan hidup, itu sebuah risiko.

Hal yang paling penting adalah bahwa kita menyadari itu sebuah kesalahan agar kita segera kembali ke jalan yang benar. Jalan yang telah digariskan oleh Allah untuk segenap anak manusia. Dalam konteks ini, puasa Ramadhan adalah skenario yang didesain agar kita memiliki ruang dan waktu untuk “bernegosiasi”. Menegosiasikan berbagai kemungkinan yang dipersiapkan Allah agar kita dapat memperbarui “persaksian” kepada-Nya.

Terlebih dalam sebelas bulan sebelum Ramadhan, kita telah kehilangan kemanusiaan kita sehingga untuk itu dibutuhkan ruang dan waktu “khusus” agar kita mampu memulangkan aspek kemanusiaan kita. Memang, semua ruang dan waktu bisa kita jadikan kesempatan untuk kembali kepada Allah.

Manusia sejati adalah yang memaklumi fungsi penciptaannya serta menyadari akan tanggung jawabnya sebagai hamba sekaligus khalifah Allah di atas bumi. Manusia diciptakan untuk mengabdi, menghamba, serta beribadah hanya kepada Allah.

Untuk itu, seluruh perjalanan dalam hidupnya harus berujung di muara Allah. Seluruh tarikan napasnya adalah ibadah, seluruh langkah kakinya adalah ibadah, seluruh pikirannya dicurahkan untuk ibadah, dan seluruh degup jantungnya adalah medium untuk ibadah. Tentu saja, ibadah dalam maknanya yang luas.

Ibadah dalam artian mahdah sebagaimana dituntunkan oleh agama dan ibadah maknawiyah yang bersumber dari nurani. Namun, manusia sebagai makhluk ibadah jangan pernah melupakan misi penciptaannya sebagai khalifah.

Mereka, setelah tawaran ini tak sanggup dipikul langit, bumi dan gunung, yang diamanati Allah untuk mengelola hidup agar kehidupan di bumi jauh dari aksi tumpah darah sebagaimana dikhawatirkan para malaikat pada awal-awal rencana Allah menciptakan manusia.

Manusia harus mengelola kehidupan dunia agar dapat menanam kebaikan demi kehidupan setelah kehidupan di atas bumi. Inilah Ramadhan yang sifatnya khusus. Di bulan lain, amal fardhu diganjar sesuai derajatnya dan amal sunah juga dibalas sesuai kadar kualitasnya. Akan tetapi, Ramadhan menyediakan kelipatannya. Amalan fardhu pada Ramadhan “diongkosi” Allah dengan ragam kelipatan dan sebuah amal sunah dibalas dengan pahala amalan fardhu.

Ramadhan adalah momentum bagi manusia mengembalikan aspek kemanusiaannya karena sekian bulan lamanya telah menjauh atau sengaja menjauh dari fitrah. Fitrah inilah landasan awal Allah menciptakan manusia. Fitrah ini pulalah yang ingin dicapai melalui puasa pada bulan Ramadhan. Manusia akan kehilangan visi dan misi kemanusiaannya kalau ia kehilangan fitrah.

Lantas, di manakah kampung halaman segenap anak manusia? Tak lain adalah Tuhan itu sendiri. “Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nyalah kita akan kembali.”

Di bulan Ramadhan, kita tengah bersiap untuk pulang kampung. Karena lama tidak bertemu, hampir dipastikan kita memendam rasa rindu yang tiada terkira. Kita bertekad dalam pertemuan nanti dengan sanak saudara, keluarga, serta tetangga, ingin datang dengan wajah yang disaput rasa bahagia. Terlebih, kita juga membayangkan wajah-wajah mereka yang penuh kebahagiaan.

Karena itu, selama satu bulan penuh, kita tengah berjuang mengumpulkan hadiah-hadiah istimewa untuk dipersembahkan kepada “orang-orang kampung kita”.

Kalau kita mudik secara berkala setiap Ramadhan, kita juga ingin agar hadiah dan persembahan itu mengalami perbaikan dan peningkatan kualitas. Ibadah kita selama Ramadhan adalah bekal untuk sampai ke kampung halaman alias Tuhan.

Satu yang pasti, kita harus memiliki keyakinan akan janji-Nya, Wa rahmati wasi’at kulla syai. “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” Karena itu, kalau kita datang dengan penuh dosa dan berlumur kesalahan, ini-lah kesempatan memper sembah kan pertobatan yang paling tulus.

Di akhir Ramadhan, kita berharap Allah menyematkan derajat la’allakum tattaquun (agar kalian bertakwa) di dada kita. Sebab, hanya dengan derajat itu, kita bisa memilih kunci untuk membuka gerbang surga. Dengan label itulah, kita akan dapat fasilitas untuk menjadi anggota warga negeri akhirat. Wallahu a’lam.(rep)


 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?

Kamis, 03 September 2026 - 10:02:18 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Duduk dengan posisi memeluk lut.

Dakwatuna

Hati-Hati dengan Angan-Angan, Pintu Maksiat yang Jadi Cita-Cita Batil

Rabu, 02 September 2026 - 09:30:51 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Angan-angan yang terus dipeliha.

Dakwatuna

Berkontribusi untuk Dakwah

Selasa, 01 September 2026 - 09:57:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Al-Hayatu jihadun, hidup.

Dakwatuna

Agar Hidup Terasa Tenteram

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:06:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Syekh Ahmad bin Muhammad bin At.

Dakwatuna

Lalaikan Shalat, Rugikan Diri Sendiri

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:43:08 WIB

"Tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat .

Dakwatuna

Anjuran Memakai Tutup Kepala saat Sholat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:32:50 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsy.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
03 September 2026
Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
03 September 2026
Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
03 September 2026
Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
03 September 2026
Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
03 September 2026
Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
03 September 2026
Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta
03 September 2026
Proyek Drainase di Jalan Paus Telan Rp4 Miliar
02 September 2026
Hati-Hati dengan Angan-Angan, Pintu Maksiat yang Jadi Cita-Cita Batil
02 September 2026
1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau 26 Titik
02 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
  • 2 Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
  • 3 Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
  • 4 Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
  • 5 Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
  • 6 Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
  • 7 Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com