• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2620 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4967 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4999 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4937 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 5086 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Penyudutan Islam Melalui Tayangan King Suleiman (Abad Kejayaan)

Redaksi Radarpku

Ahad, 08 Februari 2015 16:33:39 WIB
Cetak
Penyudutan Islam Melalui Tayangan King Suleiman (Abad Kejayaan)
Image: islamedia
RADARPEKANBARU.COM-Sejak bulan Desember 2014, film King Suleiman (sekarang Abad Kejayaan) yang ditayangkan oleh salah satu TV swasta Indonesia itu, telah banyak mendapatkan gugatan dari masyarakat terutama netizen. Film yang menceritakan Kerajaan Ottoman itu dinilai telah mendistorsi sejarah Islam, merendahkan wanita Islam, dan melecehkan para Khalifah. Ketua Umum Korps Muballigh Jakarta (KMJ) KH Muhammad Shobari dan Sekretaris Umum KMJ Miftah Mahfud menilai tayangan tersebut menceritakan Sultan Sulaiman Al-Qanuni yang digambarkan sebagai sosok yang cabul, angkuh, dan jauh dari nilai-nilai Islami. Ini menyakiti ummat Islam sebagai mayoritas penduduk Indonesia. Tidak hanya itu, sang Sultan digambarkan sebagai seorang yang haus perempuan dan sedikit arogan. Namun pada faktanya sejarah mencatat bahwa Sultan Sulaiman Qanuni (Pemberi Hukum) menjadi peletak dasar-dasar hukum Islam yang dijadikan undang-undang kenegaraan yang kemudian diterapkan selama lebih dari 300 tahun. Berbeda jauh dengan penggambaran dalam film yang diproduksi. Neil Tobing, Sekretaris Perusahaan PT Visi Media Asia Tbk (Viva) menuturkan bahwa film King Suleiman sudah melalui sensor yang sangat ketat. Jika masyarakat menghujat film tersebut karena alasan mengandung unsur porngrafi, maka alasan itu bisa dipatahkan. Adapun jika alasan penghujatan tersebut karena dianggap sebagai penyeleweng sejarah islam, Coorporate Communications Manager ANTV, Nugroho Agung Prasetyo, mengatakan bahwa film tersebut merupakan tayangan drama yang terinspirasi dari sejarah yang berlatar belakang kerajaan Ottoman namun tetap murni fiksi. Jadi seharusnya tidak ada masyarakat islam yang tersinggung, karena film tersebut bukan penyelewengan sejarah, tapi hanya cerita fiktif belaka. Memang benar, apapun jalan ceritanya tidaklah salah jika itu merupakan karya fiksi. Setiap orang bebas mengarang, berimajinasi sesuai kehendaknya sendiri. Namun, yang harus diperhatikan adalah bahwa King Suleiman merupakan cerita fiksi yang dilatarbelakangi tokoh nyata dan memuat nilai sejarah. Seharusnya karakter tokoh dalam cerita yang baru tidak merubah karakter asli dari Sultan Sulaiman Al-Qanuni. Hal ini disebabkan karena tidak semua orang yang menonton mengetahui sejarah yang sebenarnya, dan pada akhirnya bisa saja menganggap bahwa cerita di film merupakan cerita yang sebenarnya. Persefsi yang baru ini akan kian bergulir tak terbendungkan bahkan jika pihak penyiar film tersebut telah memberikan keterangan bahwa itu merupakan cerita fiktif. Setidaknya ada tiga persepsi baru yang akan muncul ketika film ini terus ditayangkan. Pertama, perempuan istana Daulah Utsmaniyah tidak menutup aurat sebagai mana yang diperintahkan Allah. Hal ini disebabkan karena film King Suleiman menampilkan wanita-wanita (baik harem maupun istri Sultan) sebagai sosok yang tidak berjilbab dan berpakaian seksi. Padahal, Sultan Sulaiman Al-Qanuni adalah sultan yang taat dan menerapkan syariat Islam dalam pemerintahannya. Tentu saja sultan akan mewajibkan perempuan Muslimah berjilbab, terlebih istri Sultan sendiri. Kedua, sultan Sulaiman penikmat tarian erotis dan haus perempuan. Hal ini disebabkan karena digambarkan Sultan disuguhi tarian-tarian erotis di depan kedua matanya, bahkan sejak episode perdana. Selain itu banyaknya harem (para wanita yang dihimpun dan dipercantik untuk disajikan di ranjang raja) dengan segala kecantikan-keseksian dan intriknya. Padahal faktanya sangat bertolak belakang dengan pribadi Sultan dalam sejarah Daulah Utsmaniyah. Ketiga, sultan Sulaiman adalah sosok yang angkuh. Hal ini disebabkan karena dalam film tersebut, Sultan Sulaiman Al- Qanuni digambarkan sebagai sosok yang angkuh. Padahal, dari buku-buku sejarah Islam, Sultan Sulaiman Al-Qanuni adalah sosok yang bijak dalam mengambil keputusan. Jika persepsi-persepsi baru yang menyesatkan ini terus dibiarkan, maka bukan hal yang tidak mungkin masyarakat awam yang tak mengenal sejarah menyimpulkan bahwa kehidupan pemimpin Islam tak ubahnya seperti gambaran film tersebut. Erat dengan wanita seksi, tarian, dan kebobrokan moral. Alih-alih menginginkan pemimpin yang islami, tapi malah justu mem-blacklistnya. Selain itu, citra islam di mata dunia akan buruk. Terlebih film ini tidak hanya ditayangkan di Indonesia, tapi di belahan dunia lainnya pun sempat ditayangkan. Hal ini menyebabkan penghalang bagi keberlangsungan dakwah islam. Islam terpojokkan dan terus disudutkan. Oleh karena itu, sebagai negara yang mayoritas berpenduduk muslim, Indonesia sudah selayaknya memberhentikan penayangan film King Suleiman ini. Baik KPI maupun Menteri Komunikasi dan Informasi serta ulama Indonesia harus bekerja sama, tidak saling salah menyalahkan satu sama lain. Jika film ini dibiarkan terus menerus, bukan hanya sejarah saja yang tercemari, tapi bahkan bisa mencemari persefsi generasi umat terhadap agamanya sendiri, sehingga kesalahan fatal ini tidak akan terbendung lagi.Wallohu`alam bi ashowab.[syahid/voa-islam.com]


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?

Jumat, 06 November 2026 - 09:29:49 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Harta dan Nasib Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan

Rabu, 04 November 2026 - 06:18:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya Allah SWT menurunk.

Dakwatuna

Kehilangan Satu Waktu Sholat Diibaratkan Kehilangan Keluarga dan Harta

Selasa, 03 November 2026 - 04:58:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sholat merupakan kewajiban utam.

Dakwatuna

Jumadil Awal, Bulan Bersejarah Pernikahan Nabi Muhammad dan Sayyidah Khadijah

Senin, 02 November 2026 - 05:58:24 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kisah Usamah bin Zaid, Pemuda 18 Tahun yang Ditunjuk Rasulullah Jadi Panglima Perang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:15:18 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Usia muda bukan penghalang untu.

Dakwatuna

Jangan Pernah Sepelekan Utang, Pikir Berulang Kali Apalagi Hanya untuk Gengs

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:19:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Allah SWT membolehkan utang-piu.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
06 November 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
06 November 2026
Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
06 November 2026
Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
06 November 2026
Terbongkarnya Penyadapan Jadi Momen Prabowo Bersihkan Menteri Geng Solo
06 November 2026
Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Timnas Portugal Usai 23 Tahun Mengabdi
06 November 2026
Rekor Kandang Askar Bertuah Runtuh, PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC
05 November 2026
Matangkan Persiapan Hari Pahlawan 2026, Pemprov Riau Tetapkan Tiga Lokasi Upacara Peringatan
05 November 2026
Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Rp2,45 Miliar di Rohul Diawasi Kejari dan Inspektorat
05 November 2026
340 Hotspot Terpantau di Sumatera, Riau Terdeteksi 6 Titik
05 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
  • 2 Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
  • 3 Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
  • 4 Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
  • 5 Terbongkarnya Penyadapan Jadi Momen Prabowo Bersihkan Menteri Geng Solo
  • 6 Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Timnas Portugal Usai 23 Tahun Mengabdi
  • 7 Rekor Kandang Askar Bertuah Runtuh, PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com