• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1991 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4331 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4336 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4282 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4404 Kali

  • Home
  • Politik

Mengungkap Akar Masalah TKS di Kampar Menurut Pandangan eks Pimpinan DPRD Kampar, Ramadhan S.Sos

Redaksi Radarpku

Senin, 06 Januari 2025 20:45:56 WIB
Cetak
Mengungkap Akar Masalah TKS di Kampar Menurut Pandangan eks Pimpinan DPRD Kampar, Ramadhan S.Sos
Eks Pimpinan DPRD Kampar, Ramadhan S.Sos

KAMPAR-- Persoalan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Kabupaten Kampar kembali mencuat setelah Wakil Ketua DPRD Kampar, Iib Nursaleh, mengkritik kebijakan pemerintah daerah yang dianggap tidak memberikan kesempatan kepada TKS untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap kedua. Namun, di balik polemik ini, muncul sejumlah fakta dan dugaan yang mengindikasikan bahwa masalah ini bukan sekadar soal kebijakan Pemkab Kampar saat ini, melainkan berakar dari praktik percaloan di masa lalu.

Jejak Praktik Percaloan dalam Perekrutan TKS. Dalam wawancara eksklusif dengan mantan Wakil Ketua DPRD Kampar, Ramadhan S.Sos, terungkap bahwa sistem perekrutan TKS di masa lalu tidak sepenuhnya berbasis kebutuhan dan kompetensi. Banyak di antara mereka masuk melalui jalur rekomendasi yang melibatkan calo-calo, baik dari kalangan pejabat maupun masyarakat umum yang memiliki koneksi dengan pengambil kebijakan.

"Penerimaan TKS ini bukan persoalan pemerintah sekarang saja. Kita harus ingat lagi perjanjian awal mereka. Banyak yang direkrut bukan karena kebutuhan riil, tetapi melalui percaloan. Ini dosa pemerintahan yang lalu," ungkap Ramadhan.

Ia juga menyebutkan bahwa beberapa pihak yang dulu berperan aktif dalam praktik percaloan kini justru menjadi pihak yang paling vokal mengkritik kebijakan Pemkab.

"Kalau kita buka siapa saja yang dulu bermain, pasti banyak yang terkena. Termasuk yang sekarang paling ribut menyuarakan ini," tambahnya dengan tegas.

Dampak Percaloan terhadap Sistem TKS di Kampar. Praktik percaloan ini tidak hanya menciptakan ketimpangan dalam sistem TKS, tetapi juga menimbulkan beban berat bagi Pemkab Kampar saat ini. TKS yang direkrut tanpa perhitungan kebutuhan menyebabkan jumlah tenaga honorer membengkak, sementara anggaran daerah tidak mampu menampung beban gaji yang terus meningkat.

Ramadhan menyoroti bahwa gaji PPPK nantinya akan dibebankan pada anggaran daerah. Oleh karena itu, langkah Pemkab yang selektif dalam membuka formasi PPPK dianggap sebagai keputusan yang bijaksana untuk menjaga stabilitas keuangan daerah.

"Beri pemerintah waktu dan ruang untuk memperjuangkan nasib TKS. Tahun depan, mungkin ada penambahan formasi PPPK, tetapi tetap harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah," jelas Ramadhan.

*Kritik Berlebihan terhadap Pemkab Kampar* Kritik tajam yang dilontarkan oleh Iib Nursaleh dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) mendapat sorotan. Beberapa pihak menilai kritik tersebut tidak konstruktif dan cenderung menyudutkan Pemkab Kampar tanpa mempertimbangkan kompleksitas masalah yang ada.

Ramadhan menegaskan bahwa menyerang Pj Bupati Kampar secara berlebihan tidaklah tepat, mengingat masalah ini adalah warisan pemerintahan sebelumnya.

"Mengkritik itu sah-sah saja, tetapi kita harus rasional. Ini bukan hanya soal Pemkab sekarang, tetapi juga akibat dari kebijakan yang tidak terukur di masa lalu. Kita harus adil dalam menilai," ujarnya.

Ramadhan dan sejumlah tokoh lainnya menyerukan pentingnya transparansi dalam pengelolaan TKS dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perekrutan. Mereka juga mendukung upaya Pemkab Kampar untuk berkonsultasi dengan pemerintah pusat guna menemukan solusi jangka panjang bagi TKS yang belum terakomodir dalam seleksi PPPK.

"Pemkab harus lebih transparan dalam proses perekrutan ke depan. Evaluasi harus dilakukan untuk memastikan bahwa yang diterima benar-benar sesuai kebutuhan dan memiliki kompetensi yang memadai," tegasnya.

Liputan ini menemukan bahwa masalah TKS di Kampar membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dan kolaboratif. Kritik yang tidak berdasar justru berpotensi mempolitisasi isu ini dan mengaburkan solusi nyata bagi para TKS yang berjuang untuk masa depan mereka.

Tim investigasi juga mencatat bahwa polemik ini tidak hanya menjadi ujian bagi Pemkab Kampar, tetapi juga bagi para pemimpin daerah untuk bekerja bersama demi mencari solusi terbaik yang berpihak pada masyarakat.

"Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membangun sistem yang lebih baik ke depan, bukan hanya menyalahkan," tutup Ramadhan dalam wawancara eksklusifnya di Ngetime Kopi Pekanbaru.

Isu TKS dan PPPK di Kampar mengajarkan kita pentingnya tata kelola yang baik, transparansi, dan keberanian untuk mengevaluasi kesalahan masa lalu. Pemkab Kampar dan DPRD perlu bekerja sama, bukan saling menyalahkan, untuk menciptakan kebijakan yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

(Firlan)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Politik

Gugatan Denny Indrayana Cs Kemungkinan Besar Ditolak

Selasa, 29 September 2026 - 19:00:32 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Mahkamah Konstitusi (MK).

Politik

Syahrul Aidi Ingatkan Wartawan Tak Bergantung pada AI

Kamis, 17 September 2026 - 06:34:03 WIB

PEKANBARU — Perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (A.

Politik

Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat

Ahad, 06 September 2026 - 09:40:25 WIB

PEKANBARU — Pengelolaan zakat di Provinsi Riau dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangka.

Politik

Reses di Kampar Utara, Ramli Minta Pemkab Gerak Cepat Tindak Lanjuti Aspirasi Warga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:00:00 WIB

Radarpekanbaru.Com - Anggota DPRD Kabupaten Kampar D.

Politik

PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah

Ahad, 23 Agustus 2026 - 21:03:54 WIB

SIAK — Perayaan ulang tahun ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Si.

Politik

Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:30:30 WIB

PEKANBARU — Nama Gibra Hazell Alvaro menjadi salah satu atlet muda asal Riau y.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Kunci Mempertahankan Rumah Tangga di Tengah Merebaknya Pancaroba
01 Oktober 2026
Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence
01 Oktober 2026
KPK: Fasilitas Mewah Jimmy Masrin di Lapas Cibinong Rusak Efek Jera Pemidanaan
01 Oktober 2026
SF Hariyanto Dorong PMI Riau Kembangkan Bank Darah
30 September 2026
Pelanggaran Meningkat, Satlantas Polresta Pekanbaru Edukasi dan Tertibkan Pengguna Motor
30 September 2026
Kota Pekanbaru Kini Punya Perda Penyandang Disabilitas
30 September 2026
Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati
30 September 2026
Indonesia Jawab Tuduhan Solomon dan Vanuatu soal HAM Papua
30 September 2026
Novel Bamukmin Serukan Nobar Film G30S/PKI dan Gelar Doa Bersama
30 September 2026
Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866
29 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Kunci Mempertahankan Rumah Tangga di Tengah Merebaknya Pancaroba
  • 2 Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence
  • 3 KPK: Fasilitas Mewah Jimmy Masrin di Lapas Cibinong Rusak Efek Jera Pemidanaan
  • 4 SF Hariyanto Dorong PMI Riau Kembangkan Bank Darah
  • 5 Pelanggaran Meningkat, Satlantas Polresta Pekanbaru Edukasi dan Tertibkan Pengguna Motor
  • 6 Kota Pekanbaru Kini Punya Perda Penyandang Disabilitas
  • 7 Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com