• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3499 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3483 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3453 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3515 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3470 Kali

  • Home
  • Politik

Pengadaan Bandwidth RSUD Dumai, Dugaan Kolusi dan Korupsi dalam Proses Pengadaan

Redaksi Radarpku

Jumat, 03 Januari 2025 14:12:55 WIB
Cetak
Pengadaan Bandwidth RSUD Dumai, Dugaan Kolusi dan Korupsi dalam Proses Pengadaan

DUMAI– Pengadaan bandwidth untuk RSUD dr. Suhatman MARS Kota Dumai yang menghabiskan anggaran sebesar Rp1,05 miliar kini terperosok dalam sorotan tajam. Meski pihak rumah sakit mengklaim bahwa proses ini sudah sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) dan sistem e-Katalog yang menjamin transparansi, sejumlah pihak mengungkapkan bahwa pengadaan ini penuh dengan kejanggalan yang memunculkan dugaan praktik korupsi dan kolusi.

Proses Pengadaan yang Meragukan. Pengadaan bandwidth untuk RSUD Dumai dilakukan dengan melibatkan dua penyedia utama, yakni Link Kita untuk jalur utama dan Mayatama untuk cadangan. Namun, meski keduanya melalui e-Katalog, yang diharapkan bisa memberikan transparansi dalam proses pengadaan, banyak yang mempertanyakan mengapa hanya dua penyedia yang terlibat, sementara e-Katalog seharusnya membuka ruang bagi penyedia lain yang memenuhi syarat.

Beberapa narasumber yang terlibat dalam proses pengadaan ini mencatat bahwa seleksi penyedia terkesan tidak transparan. "E-Katalog seharusnya memberi kesempatan lebih luas untuk penyedia yang memenuhi syarat. Namun dalam praktiknya, ini justru terlihat seperti formalitas belaka," ujar seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya. Kejanggalan ini berpotensi menandakan adanya praktik kolusi, di mana pihak-pihak tertentu saling bekerja sama untuk memuluskan pengadaan ini.

Harga yang Tidak Sesuai, Dugaan Mark-Up.Pihak RSUD Dumai menyatakan bahwa harga yang diperoleh dalam pengadaan bandwidth ini lebih murah daripada harga pasar. Namun tanpa adanya audit independen, klaim ini sulit dipercaya. "Jika tidak ada bukti yang jelas mengenai harga pasar dan negosiasi yang dilakukan, maka klaim tersebut rentan terhadap mark-up harga," ungkap seorang praktisi hukum yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Tanpa adanya transparansi mengenai bagaimana harga ditetapkan, sulit untuk memastikan apakah pengadaan ini sudah menguntungkan negara atau justru menambah pemborosan anggaran yang tidak perlu.

RSUD Dumai memerlukan bandwidth sebesar 250 Mbps, yang terdiri dari 200 Mbps untuk jalur utama dan 50 Mbps untuk cadangan. Meski demikian, anggaran sebesar Rp1,05 miliar yang dialokasikan untuk pengadaan ini dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada. Sebagai perbandingan, RSUD Cilacap yang memiliki kebutuhan bandwidth hingga 800 Mbps hanya membutuhkan anggaran yang tidak jauh berbeda.

"Ini jelas ada ketidakwajaran dalam besaran anggaran yang dikeluarkan. Anggaran sebesar itu seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit yang lebih besar," kata seorang pengamat kebijakan publik. Ketidakwajaran ini semakin memunculkan dugaan adanya penyelewengan anggaran.

Proses yang Tidak Transparan: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Selain masalah harga dan kebutuhan bandwidth yang tidak seimbang, proses pengadaan yang seharusnya terbuka untuk publik juga dipertanyakan. Proses negosiasi yang dilakukan melalui e-Katalog seharusnya bisa dipantau oleh publik, namun kenyataannya, tidak ada penjelasan yang memadai tentang bagaimana proses ini berjalan. “Proses seleksi penyedia dan negosiasi harga seharusnya bisa dipantau dan diawasi. Namun dalam hal ini, siapa yang bertanggung jawab atas proses ini tidak jelas,” kata seorang aktivis anti-korupsi yang menilai bahwa ada ketidakberesan dalam prosedur pengadaan ini.

Potensi Tindak Pidana Korupsi

Jika terbukti ada pelanggaran hukum dalam proses pengadaan ini, seperti manipulasi harga, kolusi, atau penyalahgunaan wewenang, hal ini bisa digolongkan sebagai tindak pidana korupsi. Pengadaan barang dan jasa yang melibatkan dana publik harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, dan setiap tahapan proses pengadaan harus dapat dipertanggungjawabkan.

“Jika ada indikasi kolusi dan manipulasi harga yang merugikan keuangan negara, maka hal ini berpotensi menjadi kasus korupsi,” ujar seorang pakar hukum. Dengan besarnya anggaran yang terlibat dan ketidakjelasan dalam prosesnya, dugaan korupsi dalam pengadaan ini semakin kuat.

Berbagai kalangan mendesak agar pemerintah dan lembaga pengawas segera melakukan audit menyeluruh terhadap proses pengadaan bandwidth di RSUD Dumai. Investigasi independen sangat diperlukan untuk memastikan apakah pengadaan ini telah dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas yang seharusnya diterapkan dalam pengelolaan anggaran negara.

"Kasus ini harus diselidiki dengan serius. Setiap dugaan penyalahgunaan wewenang harus diusut tuntas agar kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran negara tidak terkikis," ujar seorang aktivis anti-korupsi.

Sejumlah mahasiswa di Dumai, seperti Ade, juga turut menanggapi masalah ini dengan serius. “Sebagai mahasiswa yang peduli terhadap keadilan dan transparansi, saya mendesak aparat penegak hukum untuk segera menyelidiki masalah ini. Dugaan adanya praktik kongkalikong dan mark-up harga dalam pengadaan ini sangat merugikan keuangan negara,” tegas Ade, Kamis (2/1/2025).

Ade menambahkan, masalah ini tidak hanya terkait dengan administrasi, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan layanan kesehatan. “Jika ada unsur korupsi, aparat penegak hukum harus bertindak tegas dan memprosesnya secara hukum. Kami sebagai mahasiswa mendukung agar kasus ini diselesaikan secara adil dan transparan,” tutupnya.

Pengadaan bandwidth di RSUD Dumai menuntut penyelidikan lebih lanjut. Proses yang tidak transparan, dugaan mark-up harga, dan ketidakcocokan antara kebutuhan dan anggaran yang dikeluarkan mengarah pada potensi praktik korupsi. Hanya dengan investigasi yang independen dan tegas, masyarakat Dumai dapat memperoleh kejelasan mengenai dugaan penyalahgunaan anggaran publik yang melibatkan uang negara sebesar Rp1,05 miliar ini. (HR)

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Politik

Fraksi PKB Inisiasi Ranperda Perlindungan Data Pribadi, Bapemperda DPRD Kampar Mulai Bahas Naskah Akademik

Selasa, 04 Agustus 2026 - 13:30:00 WIB

Radarpekanbaru.com - Komitmen Fraksi Partai Kebangki.

Politik

Voting Sengit di Musda SPS Aceh, Muktarrudin Menang Selisih Satu Suara

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:54:59 WIB

BANDA ACEH – Musyawarah Daerah (Musda) III Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh berlangsung penuh.

Politik

SPS Riau Matangkan Persiapan Bimtek dan Rakerda di Kepri

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:50:10 WIB

PEKANBARU — Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau mulai mempersiapkan pelaksanaan.

Politik

Sinergi Satgas TMMD dan Warga Permudah Pengerjaan Jalan Watuduwur–Kalibawang

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:59:54 WIB

Purworejo - Kerja sama yang solid antara Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 P.

Politik

Medan Berat Tak Halangi Semangat Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0708 Purworejo

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:02:17 WIB

Purworejo - Kondisi medan yang naik turun dan cukup menantang di Desa Watuduwur,.

Politik

Antusias Warga Watuduwur Sambut Pembukaan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708 Purworejo

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:52:43 WIB

Purworejo – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pembukaan pro.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Peringatan HUT Koppsa-M ke-25 Tahun Dihadiri Wakil Bupati Kampar
16 Agustus 2026
Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
15 Agustus 2026
Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
15 Agustus 2026
Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
15 Agustus 2026
Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan
15 Agustus 2026
Gempa M 7,7 di NTT Picu Kerusakan Bangunan
15 Agustus 2026
Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS
15 Agustus 2026
DPRD Riau Umumkan Anggota KI dan KPID Terpilih, Ini Daftarnya
14 Agustus 2026
CPNS Khusus Guru Bakal Dibuka Tahun Ini
14 Agustus 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, DPRD Tegaskan Pemprov Tak Punya Andil Apa-apa
14 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Peringatan HUT Koppsa-M ke-25 Tahun Dihadiri Wakil Bupati Kampar
  • 2 Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
  • 3 Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
  • 4 Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
  • 5 Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan
  • 6 Gempa M 7,7 di NTT Picu Kerusakan Bangunan
  • 7 Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com