PILIHAN +INDEKS
Dekan Fisip UNRI Tak Tolerir Penganiayaan Mahasiswa oleh Dosen
Dekan Fisip Universitas Riau (UNRI), Drs Syafriharto MSi
RADARPEKANBARU.COM - Dekan Fisip Universitas Riau (UNRI), Drs Syafriharto MSi, tak akan mentolerir bila ada civitas akademika Fisip yang melakukan tindak penganiayaan kepada mahasiswa. Ia juga tak akan tinggal diam bila sang dosen benar terlibat kasus perselingkuhan. Untuk itu, pihaknya berjanji akan memanggil kedua pihak yang bertikai.
Drs Syafriharto saat dikonfirmasi wartawan, Ahad (18/1/2015) siang, mengaku sudah mendengar kabar terkait dugaan pemukulan mahasiswa An oleh dosen AKP. Selanjutnya ia akan memanggil kedua belah pihak untuk dimintai keterangannya.
"Terkait hal tersebut, info yang saya dapat memang seperti itu. Mahasiswanya sudah menghadap memberi informasi apa yang dia alami dan juga sudah melaporkan kasus itu ke pihak yang berwajib. Sementara si dosen, juga sudah memberi konfirmasi terkait hal serupa siang tadi," papar Dekan melalui pesan singkatnya.
Merespon kejadian ini, Dekan berjanji akan memanggil Dosen Prodi Pariwisata UNRI berinisial AKP tersebut, untuk meminta keterangan terkait insiden yang sebenarnya. Yang jelas selaku pimpinan, ia sangat menyayangkan bila benar itu terjadi.
"Saya sebagai pimpinan, sangat menyesalkan, seandainya memang terjadi hal tersebut. Prinsip saya adalah tak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat, apalagi ini menyangkut tenaga pendidik dan anak didik," sambungnya.
Ia juga tak akan mentolerir, kalau memang ada civitas akademika Fisip yang melakukan tindak kekerasan secara fisik terhadap siapa pun, termasuk dosen ke mahasiswa ataupun sebaliknya.
Lalu terkait isu perselingkuhan yang dibenarkan sang dosen, Dekan berjanji akan memfollow up terlebih dahulu. Karena menurutnya, itu lebih ke masalah pribadi. "Masalah selingkuh itu ranah pribadi, tapi apabila sudah mengganggu kepada proses belajar mengajar tentu saya tidak akan tinggal diam," tegasnya.
"Perselingkuhan atau apapun namanya, bilamana berpengaruh kepada proses belajar mengajar, maka di situ saya akan ambil peran sebagai pimpinan. Terbukti selingkuh atau tidak, itu bukan domain saya untuk menyelidikinya, namun kalau itu yang menjadi alasan hal tersebut terjadi, maka harus dituntaskan," tutupnya.***
Halloriau
Drs Syafriharto saat dikonfirmasi wartawan, Ahad (18/1/2015) siang, mengaku sudah mendengar kabar terkait dugaan pemukulan mahasiswa An oleh dosen AKP. Selanjutnya ia akan memanggil kedua belah pihak untuk dimintai keterangannya.
"Terkait hal tersebut, info yang saya dapat memang seperti itu. Mahasiswanya sudah menghadap memberi informasi apa yang dia alami dan juga sudah melaporkan kasus itu ke pihak yang berwajib. Sementara si dosen, juga sudah memberi konfirmasi terkait hal serupa siang tadi," papar Dekan melalui pesan singkatnya.
Merespon kejadian ini, Dekan berjanji akan memanggil Dosen Prodi Pariwisata UNRI berinisial AKP tersebut, untuk meminta keterangan terkait insiden yang sebenarnya. Yang jelas selaku pimpinan, ia sangat menyayangkan bila benar itu terjadi.
"Saya sebagai pimpinan, sangat menyesalkan, seandainya memang terjadi hal tersebut. Prinsip saya adalah tak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat, apalagi ini menyangkut tenaga pendidik dan anak didik," sambungnya.
Ia juga tak akan mentolerir, kalau memang ada civitas akademika Fisip yang melakukan tindak kekerasan secara fisik terhadap siapa pun, termasuk dosen ke mahasiswa ataupun sebaliknya.
Lalu terkait isu perselingkuhan yang dibenarkan sang dosen, Dekan berjanji akan memfollow up terlebih dahulu. Karena menurutnya, itu lebih ke masalah pribadi. "Masalah selingkuh itu ranah pribadi, tapi apabila sudah mengganggu kepada proses belajar mengajar tentu saya tidak akan tinggal diam," tegasnya.
"Perselingkuhan atau apapun namanya, bilamana berpengaruh kepada proses belajar mengajar, maka di situ saya akan ambil peran sebagai pimpinan. Terbukti selingkuh atau tidak, itu bukan domain saya untuk menyelidikinya, namun kalau itu yang menjadi alasan hal tersebut terjadi, maka harus dituntaskan," tutupnya.***
Halloriau
BERITA LAINNYA +INDEKS
Reses di Kampar Utara, Ramli Minta Pemkab Gerak Cepat Tindak Lanjuti Aspirasi Warga
Radarpekanbaru.Com - Anggota DPRD Kabupaten Kampar D.
PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah
SIAK — Perayaan ulang tahun ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Si.
Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
PEKANBARU — Nama Gibra Hazell Alvaro menjadi salah satu atlet muda asal Riau y.
Fraksi PKB Inisiasi Ranperda Perlindungan Data Pribadi, Bapemperda DPRD Kampar Mulai Bahas Naskah Akademik
Radarpekanbaru.com - Komitmen Fraksi Partai Kebangki.
Voting Sengit di Musda SPS Aceh, Muktarrudin Menang Selisih Satu Suara
BANDA ACEH – Musyawarah Daerah (Musda) III Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh berlangsung penuh.
SPS Riau Matangkan Persiapan Bimtek dan Rakerda di Kepri
PEKANBARU — Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau mulai mempersiapkan pelaksanaan.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








