• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3499 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3483 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3453 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3517 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3470 Kali

  • Home
  • Politik

Jika Terpilih Paslon Halim-Sardiyono Akan Tutup Pacu Jalur, Sebut Kegiatan Pemborosan Anggaran dan Tak Ada Manfaatnya Bagi Ekonomi Kuansing

Redaksi Radarpku

Sabtu, 16 November 2024 16:00:04 WIB
Cetak
Jika Terpilih Paslon Halim-Sardiyono Akan Tutup Pacu Jalur, Sebut Kegiatan Pemborosan Anggaran dan Tak Ada Manfaatnya Bagi Ekonomi Kuansing
Paslon Halim- Sardiyono sebut Kades ancam potong PKH jika warga tidak mau ikut nonton pacu jalur

Pekanbaru - Sebut ivent pacu jalur sebagai pemborosan anggaran dan hanya menguntungkan orang luar, pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) 2024-2029 Halim-Sardiyono, lukai hati ribuan masyarakat Kuansing.

"Pemborosan anggaran dan hanya menguntungkan orang luar" demikian disampaikan Halim dalam debat publik di hotel Primer Jalan Sudirman Pekan Baru,Kamis (14/11/2024).

Paslon Halim- Sardiyono terlihat gagab kurang menguasai bahan saat memaparkan visi misi, selain itu juga sering blunder menjawab pertanyaan dari paslon lain.

Dalam penyampaian Visi misi Halim mengatakan ia dan pasangannya Sardiyono akan mewujudkan Kuansing Hebat dan Sejahtera dengan 3 (Tiga) program unggulan yang akan diberikan kepada masyarakat Kuansing bagian dari program unggulannya adalah menutup pacu jalur dan menutup peti.

"Sekarang ini setiap bulan pacu jalur, dua kali seminggu itu akan menggerus uang masyarakat" katanya.

Memurut Halim Kepala Desa di Kuansing biang kerok membuat rakyat miskin karena masyarakat yang seharusnya bekerja tidak bisa bekerja dipaksa untuk ikut pacu jalur.

"Kalau tidak mau ikut diancam dana PKH akan dipotong, ini fakta terjadi di Kuansing" beber Halim.

Paslon Halim juga menilai bahwa mayarakat Kuansing rugi akibat yang berdagang itu adalah orang luar sementara yang belanja itu masyarakat Kuansing. Setidaknya mayarakat perorang menghabiskan uang Rp 100 perhari. Maka  Rp 100ribu dikali 5000 orang warga yang belanja kerugian APBD kita Rp 500 juta perhari.

Paslon nomor urut dua Adam Sutoyo sependapat dengan Halim bahwa sekarang ini banyak PNS yang tidak bekerja karna dipaksa untuk nonton pacu jalur, maka pacu jalur selama ini membuat anak-anak Kuansing menjadi bodoh karena guru guru sering tidak masuk mengajar karna sibuk nonton pacu jalur.

Menanggapi hal ini Paslon SDM mengatakan bahwa hal ini karena kedua paslon belum mengerti soal budaya yang harus dijaga. Ekonomi rakyat berputar dan Kuasing saat ini masuk dalam Top Event Karisma Event Nusantara 2024.

"Setidaknya pada agustus lalu, enam hari saja putaran ekonomi rakyat memcapai Rp 191 miliar, jadi even pacu jalur harus tetap kita jaga dan lestarikan" tegasnya.

Menanggapi hal ini salah seorang Kades di Kuasing yang tak mau namanya di tulis mengatakan bahwa pendapat Halim yang menuding Kades Kades di Kuansing memaksa mayarakat ikut ivent pacu jalur adalah tidak benar.

"Disini bagi masyarakat pacu jalur sudah mendarah daging dan sudah menjadi budaya sudah ratusan tahun, mana mungkin mereka merasa terpaksa ikut nonton pacu jalur, halim dan adam kami nilai sama sama tidak mengerti akar budaya masyarakat Kuasing" katanya.

Menurutnya Paslon Halim jangan menyebar berita hoax mengatakan Kades mengancam potong dana PKH kalau tidak mau ikut nonton pacu jalur.

"Anda sudah melukai hati rakyat dan ratusan Kepala Desa serta puluhan ribu anak kemanakan negri yang beradat ini, pernyataan Halim sangat tendensius dan cendrung mengandung ujaran kebencian terhadap Kades, padahal selama ini kami tidak punya masalah dengan anda, kenapa kami yang diserang" tanya Kades.

Sejarah Jalur

Sebagaimana diketahui pacu jalur menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing ini bermula pada abad ke-17, menurut laman resmi Kabupaten Kuansing. Perahu tradisional ini awalnya merupakan sarana transportasi utama warga desa di Rantau Kuantan yang berada di sepanjang Sungai Kuantan. Sungai ini terletak di Kecamatan Hulu Kuantan di bagian hulu hingga Kecamatan Cerenti di hilir. 

Jalur dibuat dari satu pohon tanpa sambungan. Bentuknya panjang. Sebelum mengambil kayu besar, seluruh masyarakat harus melakukan ritual terlebih dahulu. Tujuannya untuk menghormati dan meminta izin kepada hutan belantara saat mengambil kayu yang besar. 

Satu jalur bisa menampung 40 hingga 60 orang. Selain untuk transportasi penduduk, jalur juga menjadi satu-satunya alat angkut hasil bumi seperti pisang dan tebu. 

Lama-kelamaan, jalur dibuat makin indah dengan ditambahkan ukiran, seperti ukiran kepala ular, buaya, atau harimau, baik di bagian lambung maupun selembayung-nya. Banyak juga yang dilengkapi dengan payung, tali-temali, selendang, tiang tengah (gulang-gulang) serta lambai-lambai (tempat juru mudi berdiri).

Jalur pun tidak lagi sebagai alat angkut, tetapi juga identitas sosial. Saat itu hanya penguasa wilayah, bangsawan, dan datuk-datuk saja yang mengendarai jalur berhias itu. 

Awal Mula Pacu Jalur

Satu abad kemudian, keberadaan jalur dibuat makin menarik sampai digelar lomba adu kecepatan jalur yang hingga saat ini dikenal dengan nama pacu jalur.

Awalnya lompa perahu tradisional ini digelar di kampung-kampung di sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari besar Islam seperti Maulid Nabi, Idul Fitri, atau bahkan untuk merayakan Tahun Baru Islam.

Pada 1890, pada masa penjajahan Belanda, acara ini digelar untuk memeriahkan perayaan adat, memperingati hari lahir Wilhelmina (Ratu Belanda) yang setiap 31 Agustus. Kegiatan pacu jalur pada zaman Kolonial dimulai pada tanggal 31 Agustus sampai 1 atau 2 September, tergantung jumah perahu yang ikut serta. 

Setelah kemerdekaan Indonesia, festival ini semakin berkembang, diselenggarakan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Itu sebabnya Festival Pacu Jalur selalu digelar Agustus. 

Filosofi Pacu Jalur

Festival Pacu Jalur tidak hanya menampilkan kecepatan laju perahu, tetapi juga warna warni kostum dan dentum suara meriam penanda mulai lomba, serta teriakan pemberi semangat peserta. 

Satu jalur bisa menampung 50-60 orang (anak pacu) yang memiliki masing-masing, mulai dari tukang concang (komandan atau pemberi aba-aba), tukang pinggang (juru mudi), dan tukang onjai (pemberi irama dengan cara menggoyang-goyangkan badan), dan terakhir adalah tukang tari atau anak coki yang berada di posisi paling depan. 

Tukang tari menjadi anggota yang paling menarik perhatian pacu jalur karena selalu diisi oleh anak-anak. Anak-anak memiliki berat badannya paling ringan sehingga perahu bisa melaju dengan cepat.  Gerakan yang dilakukan tukang tari ini memiliki makna tersendiri. Mereka menari di depan jalur kalau perahu yang dikendarainya unggul. Kalau sudah sampai garis finish, tukang tari ini akan langsung sujud syukur di ujung perahu. (*)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Politik

Fraksi PKB Inisiasi Ranperda Perlindungan Data Pribadi, Bapemperda DPRD Kampar Mulai Bahas Naskah Akademik

Selasa, 04 Agustus 2026 - 13:30:00 WIB

Radarpekanbaru.com - Komitmen Fraksi Partai Kebangki.

Politik

Voting Sengit di Musda SPS Aceh, Muktarrudin Menang Selisih Satu Suara

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:54:59 WIB

BANDA ACEH – Musyawarah Daerah (Musda) III Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh berlangsung penuh.

Politik

SPS Riau Matangkan Persiapan Bimtek dan Rakerda di Kepri

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:50:10 WIB

PEKANBARU — Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau mulai mempersiapkan pelaksanaan.

Politik

Sinergi Satgas TMMD dan Warga Permudah Pengerjaan Jalan Watuduwur–Kalibawang

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:59:54 WIB

Purworejo - Kerja sama yang solid antara Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 P.

Politik

Medan Berat Tak Halangi Semangat Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0708 Purworejo

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:02:17 WIB

Purworejo - Kondisi medan yang naik turun dan cukup menantang di Desa Watuduwur,.

Politik

Antusias Warga Watuduwur Sambut Pembukaan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708 Purworejo

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:52:43 WIB

Purworejo – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pembukaan pro.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Peringatan HUT Koppsa-M ke-25 Tahun Dihadiri Wakil Bupati Kampar
16 Agustus 2026
Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
15 Agustus 2026
Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
15 Agustus 2026
Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
15 Agustus 2026
Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan
15 Agustus 2026
Gempa M 7,7 di NTT Picu Kerusakan Bangunan
15 Agustus 2026
Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS
15 Agustus 2026
DPRD Riau Umumkan Anggota KI dan KPID Terpilih, Ini Daftarnya
14 Agustus 2026
CPNS Khusus Guru Bakal Dibuka Tahun Ini
14 Agustus 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, DPRD Tegaskan Pemprov Tak Punya Andil Apa-apa
14 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Peringatan HUT Koppsa-M ke-25 Tahun Dihadiri Wakil Bupati Kampar
  • 2 Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
  • 3 Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
  • 4 Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
  • 5 Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan
  • 6 Gempa M 7,7 di NTT Picu Kerusakan Bangunan
  • 7 Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com