Maksiat yang Pertama Terjadi di Langit dan Bumi
Melalui pesan Telegram Ustadz Najmi Umar Bakkar menjelaskan, Imam al-Qurthubi berkata :
"Dosa yang pertama kali terjadi di langit adalah hasad (Iblis hasad kepada Adam). Demikian pula dosa yang pertama kali terjadi di bumi adalah hasad (hasad yang mendorong salah seorang anaknya Nabi Adam membunuh saudaranya)" (Tafsir al-Qurthubi XX/259)
"Allah berfirman : "Apakah yang telah menghalangimu, (sehingga) kamu tidak mau bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" Iblis pun menjawab: "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Engkau ciptakan dia (Adam) dari tanah" (QS. Al-A'raf ayat 12)
Demikian pula maksiat yang pertama kali terjadi di atas muka bumi adalah karena maksiat hasad, yaitu hasad Qabil kepada saudaranya
"Ceritakan kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya telah mempersembahkan kurban, kemudian diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidaklah diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil), "Aku pasti membunuhmu !" Berkatalah Habil : "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang2 yang bertakwa" (QS Al-Maidah [5]: 27)
"Saudaraku, masihkah engkau berhasad kepada orang lain atas nikmat yang telah Allah berikan kepadanya ? Jika engkau melakukan demikian, maka hakikatnya engkau sedang protes kepada Allah dan menganggap bahwa Allah itu tidak adil. Dan itu merupakan dosa besar. Karena semua kenikmatan dan kelebihan yang dimiliki orang lain itu berasal dari Allah, dan itu semua terjadi dengan izin Allah," kata Ustadz Najmi.(rep)
Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
RADARPEKANBARU.COM - Pahala shalat di Masjidil Haram.
Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah
RADARPEKANBARU.COM - .
Kunci Mempertahankan Rumah Tangga di Tengah Merebaknya Pancaroba
RADARPEKANBARU.COM - Mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam masa sekarang ad.
Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati
Rasulullah SAW menjelaskan perbedaan nasib.








