Hikmah Kemarau: Air Sungguh Berharga, Jangan Boros Menggunakannya
Kalau kata Bang Haji Rhoma Irama dalam lirik lagu berjudul "Kehilangan", "Kalau sudah tiada, baru terasa bahwa kehadirannya, sungguh berharga."
Salah satu penghinaan terhadap air adalah ketika terlalu berlebihan atau boros menggunakannya, entah itu untuk wudhu, mandi, mandi wajib, mencuci piring, cuci mobil, motor, dan lainnya.
Pendakwah Mesir Syekh Khalid Al-Jundi menjelaskan Rasulullah SAW biasa berwudhu dengan takaran satu mud air. Untuk mandi, Nabi Muhammad SAW biasa menggunakan takaran air sebanyak satu sha' atau empat mud.
Ini didasarkan pada riwayat Imam Malik, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal. Sedangkan, Imam Abu Hanifah menganggap bahwa yang dimaksud satu sha' adalah enam mud.
Artinya, takaran air wudhu yang digunakan Rasulullah SAW itu setara dengan 600 mililiter air. Ini tidak lebih dari setengah botol air mineral ukuran paling besar 1.500 ml.
Jika umat Muslim boros menggunakan air, maka pada akhirnya akan menghadapi masalah pasokan air karena sikap boros yang dilakukan sendiri saat berwudhu. "Jangan buang-buang air meskipun dari sungai yang mengalir. Kita ini sering kali menggunakan air sepuasnya untuk berwudhu. Di sisi lain, kita juga butuh air untuk minum, sikat gigi, dan lainnya," kata Syekh Al-Jundi.(rep)
Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
RADARPEKANBARU.COM - Pahala shalat di Masjidil Haram.
Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah
RADARPEKANBARU.COM - .
Kunci Mempertahankan Rumah Tangga di Tengah Merebaknya Pancaroba
RADARPEKANBARU.COM - Mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam masa sekarang ad.
Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati
Rasulullah SAW menjelaskan perbedaan nasib.








