Dinas Pendidikan Pastikan tak Ada Grup LGBT Murid SD di Kota Pekanbaru
Hal ini ditegaskan Kepala Disdik Kota Pekanbaru Abdul Jamal saat dihubungi Senin (19/6/2023).
Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan konfirmasi kepada pihak yang pertama kali mengeluarkan informasi tersebut yaitu Hendri, pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Riau.
"Tadi kan kami nanya langsung ke dia. Saya konfirmasi langsung kepada beliau di mana menemukan kabar ini di Pekanbaru, biar saya turun ke lapangan kalau memang murid SD, saya bilang gitu. Lalu yang bersangkutan bilang kalau berita itu tidak benar, ada miskomunikasi dengan wartawan (yang pertama menulis pemberitaan tentang grup WA LGBT murid SD)," ujar Abdul Jamal, Senin (19/6/2023).
"Saya sudah kontak yang bersangkutan dan dipastikan informasi ini tidak benar," imbuhnya.
Disampaikan Abdul Jamal, setelah informasi itu beredar luas, pihaknya memang langsung melakukan penelusuran. Pihaknya sudah bertanya ke sekolah-sekolah dasar dan juga melalui grup-grup WhatsApp SD yang ada di Pekanbaru.
Dari penelurusan yang dilakukan tidak ada ditemukan grup LGBT murid SD yang sempat menghebohkan setelah viral di media sosial sejak sepekan terakhir.
"Saya sudah mencari tahu informasi kabar grup itu, tapi ternyata tidak benar. Saya juga sudah tanya ke sekolah-sekolah, tidak ada," ucapnya.
Namun demikian pihaknya terus melakukan berbagai upaya serta langkah agar LGBT ini jangan sampai merambah ke sekolah-sekolah.
"Kita sudah lakukan arahan Pj Walikota yang disampaikan dalam rapat Forkopimda yang digelar beberapa waktu lalu. Walau kita belum tahu ini di mana sekolahnya, kita tetap lakukan antisipasi," ucapnya.
Beberapa arahan dari Pj Walikota seperti mengumpulkan Kepala Sekolah (Kepsek) dan ini sudah dilakukan 3 hari lalu tepatnya di hari Selasa lalu.
"Dalam pertemuan itu memang kami sampaikan soal LGBT ini. Kita suruh sekolah untuk undang ustad juga dan menyampaikan ceramah yang temanya LGBT. Itu ceramah hari Jumat, dan itu sudah kita lakukan," terangnya.
Dalam pertemuan dengan Kepala Sekolah, pihaknya tak hanya membahas soal LGBT, namun persoalan lain seperti masalah pungli, soal sekolah berwawasan lingkungan, PPDB dan lain sebagainya.
Diberitakan sebelumnya heboh kabar siswa Sekolah Dasar (SD) di Pekanbaru diduga memiliki grup WhatsApp terindikasi Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).
Kasus tersebut terungkap setelah handphone para siswa dirazia oleh gurunya di salah satu sekolah dasar di Pekanbaru.(ckc)
Hingga Oktober, Kasus DBD di Pekanbaru Tercatat 745 Kasus
RADARPEKANBARU.COM - Seiring dengan peralihan cuaca .
KPK Apresiasi Putusan Banding Abdul Wahid: Jangan Sampai Modus Serupa Terulang
RADARPEKANBARU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (K.
Kualitas Udara Kembali Memburuk, Disdik Terapkan Sekolah di Pekanbaru Kembali PJJ
RADARPEKANBARU.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota .
PSPS Pekanbaru Taklukkan Kabau Sirah
RADARPEKANBARU.COM - PSPS Pekanbaru berhasil mengalahkan Semen Padang FC dalam l.
Babak Baru Polda Riau: Irjen Arman Achdiat Bawa Misi Polisi Berempati dan Peduli
RADARPEKANBARU.COM - Irjen Pol Arman Achdiat resmi mengemban tugas sebagai Kepal.
Kualitas Udara Kembali Tidak Sehat, Belajar Tatap Muka Terbatas di Pekanbaru Tetap Berjalan
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanba.








