• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2089 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4434 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4447 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4391 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4510 Kali

  • Home
  • Internasional

Polemik Proposal Damai Prabowo, Begini Respons Rusia, Ukraina dan Pemerintah RI

Redaksi Radarpku

Rabu, 07 Juni 2023 12:15:29 WIB
Cetak
Polemik Proposal Damai Prabowo, Begini Respons Rusia, Ukraina dan Pemerintah RI
RADARPEKANBARU.COM - Proposal damai konflik Rusia dan Ukraina yang diajukan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto selama pertemuan Shangri-La Dialogue pekan lalu menimbulkan polemik. Proposal tersebut dikritik oleh banyak pihak.

Dalam proposalnnya, Prabowo mengajukan beberapa poin perdamaian untuk menyelesaikan konflik antara Rusia dan Ukraina. Pertama, gencatan senjata. Kedua, kedua pasukan mundur 15 kilometer dari posisi saat ini untuk membentuk zona demiliterisasi. Ketiga, kehadiran pasukan perdamaian PBB di sepanjang zona demiliterisasi. Keempat, diselenggarakannya referendum di wilayah sengketa oleh PBB.

Kritik dari Ukraina

Usulan Prabowo tersebut langsung mendapat penolakan dari Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov. Ia menyebutnya sebagai proposal yang aneh.

"Kedengarannya seperti rencana Rusia, bukan rencana Indonesia. Kami tidak membutuhkan mediator ini datang kepada kami dengan rencana aneh," kata Reznikov.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Oleg Nikolenko juga menolak rencana perdamaian yang diajukan oleh Prabowo. Alih-alih menggelar referendum, ia menegaskan, Rusia harus mundur sebagai pihak yang melakukan invasi.

"Rusia harus mundur dari teritori Ukraina, dan Ukraina berhak mengembalikan integritas teritorialnya sesuai perbatasan yang diakui internasional. Tidak ada skenario alternatif," tegasnya.

Respons Rusia

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrey Rudenko mengatakan pihaknya terbuka dengan usulan-usulan proposal perdamaian yang diberikan. Meski belum mendapat proposal resmi dari Prabowo, namun ia telah mendapat informasi dari media.

"Kami menyambut baik upaya semua negara yang ditujukan untuk penyelesaian konflik ini secara damai," ucapnya.

Bertemu Dubes Ukraina dan Rusia

Setelah proposal perdamaiannya memicu polemik, Prabowo dilaporkan bertemu dengan Duta Besar Ukraina Vasyl Hamianin dan Duta Besar Rusia Lyudmila Vorobieva dalam kesempatan terpisah pada Selasa (6/6).

Dalam keterangannya, Prabowo mengatakan pertemuan dengan Dubes Vasyl diisi dengan diskusi terkait situasi global yang terus berkembang dan sangat dinamis.

"Indonesia sebagai negara yang menganut politik bebas aktif ingin menjadi sahabat bagi semua negara di dunia, dan kami mendukung langkah-langkah bijak serta upaya terciptanya ketertiban dan perdamaian di dunia," kata Prabowo.

Sementara itu, Prabowo menuturkan, pertemuan dengan Dubes Lyudmila banyak membahas kerja sama kedua negara, khususnya di bidang pertahanan, militer, dan peningkatan kekuatan alutsista WNI.

"Kami juga memberikan masukan demi terciptanya perdamaian antara Ukraina dan Rusia," ucap Prabowo.

Polemik di Dalam Negeri

Polemik mengenai proposal damai ini tidak hanya dirasakan di forum internasional, namun juga di dalam negeri.

Selama Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Kementerian Luar Negeri pada Senin (5/6), anggota legislatif Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin mempertanyakan proposal tersebut kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

TB Hasanuddin menilai, substansi dari proposal tersebut tidak sesuai dengan kebiasaan dan etika untuk menyelesaikan konflik di lapangan.

"Apakah usulan Menhan menjadi keputusan negara atau menjadi keputusan politik luar negeri yang notabene Kemlu bertanggung jawab?" tanyanya.

Menlu Retno sendiri menjawab dengan menegaskan posisi pemerintah Indonesia terhadap konflik tersebut tidak pernah berubah. Ia mengatakan terdapat empat poin terkait posisi Indonesia.

Pertama, penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas. Kedua, penghentian perang. Ketiga, jaminan agar rantai pasok makanan tidak terganggu. Keempat, bantuan kemanusiaan.

"Mengenai masalah Shangri-La Dialogue, karena Kementerian Pertahanan adalah juga mitra dari Komisi I DPR RI, mungkin ada baiknya juga dilakukan komunikasi langsung dengan Pak Menhan untuk mendapatkan gambaran, pandangan yang disampaikan Pak Menhan di Shangri-La Dialogue beberapa hari lalu," kata Retno.

Di samping itu, Presiden Joko Widodo juga mengatakan akan memanggil Prabowo untuk meminta penjelasan mengenai proposal perdamaian yang diajukan.

"Itu dari Pak Prabowo sendiri. Nanti, mungkin hari ini atau besok, saya undang minta penjelasan mengenai apa yang Pak Menhan sampaikan," kata Jokowi pada Selasa (6/6).(rml)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Bersiap Tingkatkan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:12:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 - 09:09:12 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Jaringan Listrik Masjid Nabawi Ikut Hancur Akibat Serangan Drone Houthi

Jumat, 02 Oktober 2026 - 08:47:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Kamis, 01 Oktober 2026 - 11:18:57 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Presiden Amerika Serikat Donald.

Internasional

Indonesia Jawab Tuduhan Solomon dan Vanuatu soal HAM Papua

Rabu, 30 September 2026 - 06:12:19 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Indonesia menggunakan Ha.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Hingga Oktober, Kasus DBD di Pekanbaru Tercatat 745 Kasus
06 Oktober 2026
KPK Apresiasi Putusan Banding Abdul Wahid: Jangan Sampai Modus Serupa Terulang
06 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Akhir dan Awal Tahun, Ada BSU Rp300 Ribu Hingga Insentif Pajak
06 Oktober 2026
Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?
06 Oktober 2026
Kualitas Udara Kembali Memburuk, Disdik Terapkan Sekolah di Pekanbaru Kembali PJJ
06 Oktober 2026
Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia
06 Oktober 2026
PSPS Pekanbaru Taklukkan Kabau Sirah
05 Oktober 2026
Babak Baru Polda Riau: Irjen Arman Achdiat Bawa Misi Polisi Berempati dan Peduli
05 Oktober 2026
Kualitas Udara Kembali Tidak Sehat, Belajar Tatap Muka Terbatas di Pekanbaru Tetap Berjalan
05 Oktober 2026
Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
05 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Hingga Oktober, Kasus DBD di Pekanbaru Tercatat 745 Kasus
  • 2 KPK Apresiasi Putusan Banding Abdul Wahid: Jangan Sampai Modus Serupa Terulang
  • 3 Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Akhir dan Awal Tahun, Ada BSU Rp300 Ribu Hingga Insentif Pajak
  • 4 Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?
  • 5 Kualitas Udara Kembali Memburuk, Disdik Terapkan Sekolah di Pekanbaru Kembali PJJ
  • 6 Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia
  • 7 PSPS Pekanbaru Taklukkan Kabau Sirah

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com