• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2094 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4438 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4452 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4397 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4514 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Kisah Yahudi Madinah Memeluk Islam

Redaksi Radarpku

Rabu, 19 April 2023 09:38:02 WIB
Cetak
Kisah Yahudi Madinah Memeluk Islam
RADARPEKANBARU.COM - Nabi Muhammad SAW merupakan utusan Allah SWT yang ajarannya berlaku bagi seluruh manusia. Kedatangan beliau telah dikabarkan dalam kitab-kitab suci terdahulu, termasuk yang diturunkan kepada Nabi Musa AS.

Bani Israil sesungguhnya mengetahui berita tentang sang nabi terakhir. Karena itulah, tidak sedikit kaum Yahudi pada masa menjelang lahirnya Rasulullah SAW memilih tinggal di Yastrib—nama lama Madinah al-Munawwarah. Berdasarkan kajian para ahli Taurat, di kota itulah kelak sang Khatamul anbiya akan muncul.

Akan tetapi, begitu Nabi SAW benar-benar hadir di hadapan kaum Yahudi, tidak semua mereka justru mengikuti beliau. Padahal, baik Taurat maupun Injil menyebutkan dan mendeskripsikan perihal utusan Allah yang muncul pada akhir zaman. Maka, beruntunglah sejumlah Yahudi yang hatinya dibukakan oleh Allah untuk memperoleh hidayah.

“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Alquran), mereka itulah orang-orang beruntung” (QS al-A’raf: 157).

Salah seorang Yahudi yang kemudian setia menjadi umat Nabi Muhammad SAW ialah Husen bin Salam. Sesudah menjadi Muslim, namanya berubah menjadi Abdullah bin Salam. Andi Bastoni dalam 101 Sahabat Nabi menuturkan, tokoh ini dahulunya merupakan kepala pendeta Yahudi Madinah. Inilah kisahnya dalam memperoleh hidayah Illahi.

Sebagai seorang tokoh penting, masyarakat Yastrib menghormati Husen bin Salam. Sosok tersebut juga dikenal luas sebagai pribadi yang baik, cerdas, dan jujur.

Di kuilnya, Husen banyak menghabiskan hari dengan mendaras dan mempelajari Taurat. Baginya, tidak ada yang lebih bernilai selain waktu. Bahkan, rutinitas kesehariannya dipilah menjadi tiga bagian.

Sepertiganya untuk beribadah di kuil. Sepertiga lainnya untuk beristirahat dengan cara berkebun. Adapun sisanya untuk mengajarkan Taurat kepada umat Yahudi.

Sebagai pakar Taurat, Husen bin Salam sangat memahami maksud pencatuman nama Ahmad dalam kitab suci tersebut. Dia begitu mengharapkan kesempatan dapat bertemu langsung dan mengimani risalah Sang Nabi akhir zaman itu.

Setiap kali menemukan ayat Taurat yang mengabarkan kedatangan Ahmad, Husen sering merenungkannya dan membacanya berulang kali. Ia telah mempelajari bahwa sosok Ahmad berasal dari kalangan Arab yang kelak akan datang ke Yastrib. Husen semakin giat mempelajari ciri-ciri sosok nabi bagi sekalian umat manusia itu. Sampailah kabar tentang seorang tokoh Arab dari Makkah yang akan berhijrah ke Yastrib. Dengan cermat, Husen mencocokkan ciri-ciri laki-laki tersebut dengan apa-apa yang telah dipelajarinya mengenai Ahmad.

Hatinya begitu gembira ketika mengetahui bahwa sosok yang berhijrah ke kotanya itu tidak lain adalah Ahmad atau Nabi Muhammad. Husen selalu berdoa kepada Allah agar memanjangkan umurnya sehingga dapat berjumpa dengan Rasulullah.

Akan tetapi, Husen bin Salam sempat merahasiakan kepada kaumnya keterangan bahwa sosok yang berhijrah itu merupakan pembawa risalah sebagaimana yang telah disebutkan Taurat.

Sebab, sebagian besar kaum Yahudi di Yastrib tidak senang dengan fakta bahwa nabi mulia pilihan Allah itu berasal dari bangsa Arab, alih-alih Bani Israel. Bagaimanapun, Husen tetap bertekad untuk mengimani Nabi Muhammad dan risalah yang dibawanya walaupun kaumnya sendiri menolak.

Di hari kedatangan Nabi Muhammad ke Yastrib, Husen bin Salam sedang berada di kebun kurmanya. Sementara itu, di kejauhan orang-orang Muslim Yastrib sudah berkerumun.

Dengan agak cemas dan penuh harap, mereka menanti-nanti Nabi SAW dan Abu Bakar ash-Shiddiq memasuki wilayah Yastrib. Meski tidak menggabungkan diri dengan kaum Muslim itu, Husen juga menunggu dengan hati berdebar-debar. Dia bahkan, memanjat pohon kurma tertinggi di kebunnya agar bisa melihat bayang-bayang kedua sosok mulia tersebut yang berjalan mendekati Yastrib.

Ketika Rasulullah dan Abu Bakar diketahui telah tiba di Quba, beberapa warga Yastrib menyerukan nama beliau SAW. Begitu mendengar kabar ini, Husen bin Salam ikut menggemakan takbir. Saat itulah bibi Husen, Khalidah binti Harits, melihatnya dan menunggu Husen turun dari pohon.

"Kamu akan kecewa. Seandainya saja kamu mendengar kabar kedatangan Musa bin Imran, kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa," kata Khalidah kepada keponakannya itu.

“Wahai bibiku, demi Allah, dia adalah saudara Musa bin Imran. Dia dibangkitkan dengan membawa agama yang sama,” jawab Husen bin Salam. “Jadi, benarkah dia sosok nabi yang sering engkau ceritakan? tanya sang bibi. “Benar,” tegas Husen.

Dengan bergegas, Husen berlari ke arah Rasulullah SAW yang sedang dikerumuni lautan manusia, yang menyambut kedatangannya.

Saat itu, Rasulullah sedang bersabda kepada penduduk Yastrib, "Wahai sekalian manusia, sebarluaskan salam. Berilah makan kepada orang-orang yang kelaparan. Dirikanlah shalat (sunah) di tengah malam ketika banyak orang sedang terlelap tidur. Semoga engkau masuk surga dengan bahagia."

Dari kejauhan, Husen memperhatikan bagaimana rupa sosok yang amat dirindukannya itu. Perlahan, Husen berjalan mendekatinya. Kemudian, Rasulullah menoleh kepadanya dan bertanya, “Siapa namamu?” “Husen bin Salam,” jawabnya.

“Lebih baik bila Abdullah bin Salam,” sebut Rasulullah. Bagi Husen, nama baru ini merupakan pemberian yang menggembirakan. Sejak saat itu, dia dipanggil sebagai Abdullah.

“Saya setuju. Demi Allah yang mengutus engkau dengan kebenaran. Mulai hari ini, saya tidak memakai nama lain kecuali Abdullah bin Salam,” ujarnya.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Kemandirian yang Dicontohkan Nabi

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:32:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Selasa, 06 Oktober 2026 - 10:20:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:32:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pahala shalat di Masjidil Haram.

Dakwatuna

Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah

Sabtu, 03 Oktober 2026 - 09:51:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Mengapa Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Jumat, 02 Oktober 2026 - 10:18:42 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kunci Mempertahankan Rumah Tangga di Tengah Merebaknya Pancaroba

Kamis, 01 Oktober 2026 - 11:27:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam masa sekarang ad.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
BMKG Catat 4.806 Titik Panas Di Sumatera, Sumsel Terbanyak
07 Oktober 2026
Sudah Dua Pesawat Gagal Mendarat di Pekanbaru Akibat Kabut Asap
07 Oktober 2026
Dishub Pekanbaru Tertibkan Jukir di Indomaret Awal Bros, Kembali Lagi Bakal Diproses Polisi
07 Oktober 2026
Kemandirian yang Dicontohkan Nabi
07 Oktober 2026
KPU dan DPR Didesak Tindak Lanjuti Putusan MK soal Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA
07 Oktober 2026
Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong
07 Oktober 2026
Hingga Oktober, Kasus DBD di Pekanbaru Tercatat 745 Kasus
06 Oktober 2026
KPK Apresiasi Putusan Banding Abdul Wahid: Jangan Sampai Modus Serupa Terulang
06 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Akhir dan Awal Tahun, Ada BSU Rp300 Ribu Hingga Insentif Pajak
06 Oktober 2026
Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?
06 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 BMKG Catat 4.806 Titik Panas Di Sumatera, Sumsel Terbanyak
  • 2 Sudah Dua Pesawat Gagal Mendarat di Pekanbaru Akibat Kabut Asap
  • 3 Dishub Pekanbaru Tertibkan Jukir di Indomaret Awal Bros, Kembali Lagi Bakal Diproses Polisi
  • 4 Kemandirian yang Dicontohkan Nabi
  • 5 KPU dan DPR Didesak Tindak Lanjuti Putusan MK soal Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA
  • 6 Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong
  • 7 Hingga Oktober, Kasus DBD di Pekanbaru Tercatat 745 Kasus

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com