• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2137 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4478 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4495 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4453 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4559 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Kala Muslimah Memilih untuk Jomblo

Redaksi Radarpku

Senin, 13 Maret 2023 09:15:57 WIB
Cetak
Kala Muslimah Memilih untuk Jomblo
RADARPEKANBARU.COM - Jomblo menjadi kosakata yang sangat akrab di telinga masyarakat, utamanya anak muda. Kini di era digital, jomblo ber ubah menjadi sebuah kata bernada sindiran. Beragam meme muncul di media sosial, menggambarkan betapa status jomblo ada lah sebuah penderitaan.

Bahkan di Bandung, ada taman khusus yang disebut taman jomblo, meski nama resminya adalah Taman Surapati. Harapannya, orang yang menyandang status jomblo bisa terhibur dengan keberadaan taman tersebut.

Namun, sebenarnya apa makna jomblo? Tidak ditemukan kata jomblo yang termaktub dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jomblo adalah bahasa percakapan yang muncul di masyarakat. Diyakini jomblo berasal dari kata ‘jomlo’ yang bermakna gadis tua. Dari situ berkembang pengertian jika jomblo adalah sebuah status seseorang yang tidak memiliki pasangan lawan jenis.

Apakah status jomblo seseorang ini dikenal dalam Islam? Jomblo, dalam perkembanganya dimaknai sebagai sebuah status hubungan. Seperti halnya menikah, janda maupun duda. Lebih sering jomblo diasosiasikan sebagai lawan kata status berpacaran. Artinya, jika seseorang tidak memiliki pacar maka ia disebut jomblo.

Permasalahannya terletak di sini. Dalam Islam, tidak dikenal pacaran sebagai status antara lelaki dan perempuan. Dalam relasi lelaki dan perempuan Islam membagi menjadi dua golongan besar. Mahram dan nonmahram. Mahram berasal dari bahasa Arab yang bermakna dilarang dinikahi.

Siapa saja yang termasuk mahram dijelaskan oleh Allah SWT dalam Alquran surah an-Nisa ayat 23. “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibu mu, anak-anakmu yang perempuan, sau dara-sau daramu yang perempuan, sau da ra-saudara bapakmu yang perempuan, sau dara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara sepersusuan, ibuibu istrimu, anak-anak istrimu yang masih dalam peliharaan dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu, maka tidak berdosa kamu mengawininya; istri anak-anakmu; dan menghimpunkan dua perempuan bersaudara dalam perkawinan...”

Dari ayat tersebut, jelas relasi antara laki-laki dan perempuan dalam Islam terjadi karena persaudaraan (nasab), pernikahan, dan satu susuan. Selebihnya, tidak diatur relasi yang berbuah status antara laki- laki dan perempuan di luar daripada itu. Termasuk di dalamnya pacaran dan status jomblo. Dalam pacaran tidak ada hak dan kewajiban yang diatur, baik dalam hukum positif maupun hukum agama. Sehingga ikatannya tidak kuat dan berdasar.

Jika jomblo diasosiasikan sebagai orang lajang yang belum menikah, Alquran pun menyebutnya dalam surah an-Nur ayat 32. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak nikah dari hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya, lagi Maha Mengetahui.”

Dalam ayat ini, orang-orang lajang diperintahkan untuk menjalin status berikutnya, yakni pernikahan. Jadi, kurang tepat jika jomblo diasosiasikan dengan makna pacaran. Sebutan jomblo yang berkembang di masyarakat saat ini hanya akan berganti dengan status pernikahan.

Melajang bagi kaum wanita juga menjadi perhatian tersendiri bagi kalangan ulama. Anjuran menikah jelas termaktub dalam Alquran dan hadis Rasulullah SAW. Bahkan, Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, aku adalah orang yang paling takut dan paling bertakwa di antara kalian, akan tetapi saya berpuasa dan berbuka, shalat, dan tidur, serta menikahi wanita, siapa yang tidak suka sunahku, maka dia bukan golonganku.” (HR Bukhari Muslim).

Anjuran ini berlaku bagi laki-laki dan perempuan. Namun, ada pula beberapa ulama yang memperbolehkan wanita untuk melajang. Dasarnya adalah Alquran surah an-Nur ayat 60. “Dan para wanita tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin menikah, tidaklah ber dosa menanggalkan pakaian luar mereka de ngan tidak (bermaksud) menampakkan aurat dan menjaga kehormatan adalah lebih baik bagi mereka.”

Ulama yang memperbolehkan wanita melajang di antaranya adalah Ibnu Hazm. Dalam kitabnya al- Muhalla beliau mewajibkan para laki-laki untuk menikah. Namun, tidak halnya dengan perempuan. Satu hadis yang menguatkan pendapatnya adalah, “Wanita yang mati dalam keadaan jum’in, termasuk mati syahid.” (HR. Ibnu Majah).

Beliau menafsirkan kata jum’in termasuk mereka yang masih gadis dan tidak menikah. Namun, Ibnu Hajar menerangkan yang dimaksud dengan jum’in adalah mereka yang meninggal setelah melahirkan pada masa nifas.

Pendapat ini dikuatkan oleh Imam Nawawy yang berkata, jum’in cara membacanya, huruf jim, mim dan ‘Ain dengan mendhommahkan huruf jim. Maknanya adalah wanita yang wafat dalam keadaan hamil yang mengandung janin di perutnya. Meski ada perbedaan pendapat tentang melajangnya wanita, namun yang disepakati jumhur ulama adalah menyegerakan pernikahan. Allahu a’lam.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Lezatnya Hawa Nafsu yang Bersarang di Hati Bisa Menghalangi Hidayah Allah

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:52:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kemandirian yang Dicontohkan Nabi

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:32:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Selasa, 06 Oktober 2026 - 10:20:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:32:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pahala shalat di Masjidil Haram.

Dakwatuna

Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah

Sabtu, 03 Oktober 2026 - 09:51:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Mengapa Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Jumat, 02 Oktober 2026 - 10:18:42 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
3 Pesawat Sempat Holding di Langit Riau, Akhirnya Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
08 Oktober 2026
Hotspot Sumatra Melonjak 4.845 Titik, Riau Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
08 Oktober 2026
Lezatnya Hawa Nafsu yang Bersarang di Hati Bisa Menghalangi Hidayah Allah
08 Oktober 2026
Mantan Sekda Kabupaten Masuk Pemko Pekanbaru, Eks Sekda Rohul Dilantik Jadi Sekretaris DPMPTSP
08 Oktober 2026
PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran
08 Oktober 2026
Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan
08 Oktober 2026
BMKG Catat 4.806 Titik Panas Di Sumatera, Sumsel Terbanyak
07 Oktober 2026
Sudah Dua Pesawat Gagal Mendarat di Pekanbaru Akibat Kabut Asap
07 Oktober 2026
Dishub Pekanbaru Tertibkan Jukir di Indomaret Awal Bros, Kembali Lagi Bakal Diproses Polisi
07 Oktober 2026
Kemandirian yang Dicontohkan Nabi
07 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 3 Pesawat Sempat Holding di Langit Riau, Akhirnya Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
  • 2 Hotspot Sumatra Melonjak 4.845 Titik, Riau Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
  • 3 Lezatnya Hawa Nafsu yang Bersarang di Hati Bisa Menghalangi Hidayah Allah
  • 4 Mantan Sekda Kabupaten Masuk Pemko Pekanbaru, Eks Sekda Rohul Dilantik Jadi Sekretaris DPMPTSP
  • 5 PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran
  • 6 Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan
  • 7 BMKG Catat 4.806 Titik Panas Di Sumatera, Sumsel Terbanyak

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com