PILIHAN +INDEKS
Terkait Kasus Salah Tangkap dan Penganiayaan Terduga Curanmor Berlanjut
RADARPEKANBARU.COM - Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Pekanbaru Komisaris Besar Polisi Robert Haryanto Watratan SH SSos MH melalui Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) mengaku telah menerima laporan kasus Aipda IN, yang melakukan penganiayaan terhadap Udrizal (19) saat penangkapan di Jalan Bulu Cina Garuda Sakti Kecamatan Tampan Pekanbaru.
"Kita tetap profesional dalam kasus Aipda IN," ujar Robert kepada wartawan saat espos pengungkapan kasus di Mapolresta Pekanbaru Jumat (7/11) lalu.
Dikatakan Robert, pihaknya teleh menerima keterangan dari pelapor yang mengaku diduga dianiaya oknum satuan Intelijen.
Namun demikian kasus tersebut dibutuhkan bukti-bukti, "Kalau bisa kita siapkan pengacaranya hingga ke Pengadilan," tambahnya.
Sebelumnya Wakil Kepala Kepolisian Resort Kota (Wakapolresta) Pekanbaru Ajun Komisaris besar Polisi Sugeng Putut Wicaksosno Sik, kepada radarpekanbaru.com, Jumat (7/11) sangat menyesalkan tindakan Aipda IN, yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban Udrizal.
"Ya, sudah kalau memang Aipda IN, melakukan penangkapan bahkan hingga menganiaya sebenarnya tidak
boleh dan sangat salah. Kalau terbukti Aipda IN, kena sanski" ujar Putut.
Untuk diketahui, kasus tersebut bermula dalam dugaan kasus pencurian sepeda motor yang diduga dilakukan pelaku Udrizal (19) warga Jalan Buluh Cina Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan.
Korban babak belur setelah sebelumnya dianiaya oleh oknum Aiptu IN dalam kasus kasus pencurian motor.
Namun terakhir, korban dilepaskan lantaran tidak terbukti. Kepada wartawan, Udrizal, mengaku Kamis (6/11) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB ia sedang bermain play station di Jalan Buluh Cina yang mengarah ke area kampus UIN Suska Riau.
Tengah asyik bermain, tiba-tiba saja datang beberapa orang pria berbadan tegap yang langsung menanyainya perihal motor yang dipakainya. Namun setelah korban menjawab, malahan ia dibawa keluar tempat rental play station kemudian dimasukkan kedalam mobil.
"Awalnya mereka bertanya motor yang saya bawa itu punya siapa, kemudian saya jawab motor saya. Setelah itu ditanya lagi, mana STNKnya saya bilang STNK sama abang saya. Kemudian saya langsung dibawa keluar dan dimasukkan kedalam mobil, karena merasa tidak bersalah saya berusaha melawan dan kemudian malah dipukuli," ujar korban.
Setelah beberapa kali mendapat pukulan, kemudian korban dibawa ke Mapolresta Pekanbaru. Ketika sampai di Polresta, kemudian korban disuruh untuk menghubungi abangnya untuk mengantarkan STNK tersebut. Lantaran abanganya berada diluar kota, akhirnya anggota kepolisian tersebut meminta untuk STNK tersebut agar di foto kemudian dikirimkan melalui media blacberry.
"Setelah foto STNK nya dikirim sama abang saya, kemudian saya dilepaskan. Lantaran tidak terima diperlakukan seperti ini, saya berusaha meminta keadilan dengan melaporkan peristiwa ke pihak provost Polresta Pekanbaru agar dapat memproses anggotanya," ujar korban. (Zi)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Tapung Hulu, Riau — Perkembangan dunia industri dan persaingan kerja yang semakin ketat menuntu.
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Kampar - SMAS Adven Pasir Putih resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPD.
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Kampar - SMAN 6 Tapung resmi mengumumkan pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Aja.
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Kampar - SMAN 2 Kampar Kiri resmi memulai tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru .
Sambut Tahun Ajaran Baru, SMAN 1 Kampar Kiri Siapkan PPDB 2026/2027 dengan Semangat Melahirkan Generasi Masa Depan
Kampar- SMAN 1 Kampar Kiri secara resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran.
SMAN 2 Tapung Hulu Perkuat Mutu Pendidikan dan Karakter Siswa di Era Modern
SMAN 2 Tapung Hulu terus menunjukkan perkembangan positif sebagai salah satu lembaga pendidikan m.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








