• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2183 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4526 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4547 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4498 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4609 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Mengingat Kematian, Cara Mengingat Allah SWT dan Kehidupan Setelahnya

Redaksi Radarpku

Sabtu, 27 Agustus 2022 10:52:31 WIB
Cetak
Mengingat Kematian, Cara Mengingat Allah SWT dan Kehidupan Setelahnya

RADARPEKANBARU.COM - Anjuran mengingat kematian merupakan hal yang kerap disampaikan kepada manusia, khususnya umat Muslimin. Hal ini tentu relevan, mengingat bahwa tidak ada makhluk hidup yang kekal di dunia ini.

Rasulullah SAW pun pernah bersabda, "Perbanyaklah kalian mengingat kepada sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu maut." Salah satu makna dari mengingat kematian ini adalah menyiapkan diri untuk menghadapi kehidupan setelahnya.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ahmad Zubaidi, menyampaikan ingat pada kematian sangat penting bagi manusia agar tidak sombong dalam menjalani kehidupan duniawi. Jika manusia tidak mengingat mati, maka seolah-olah segala daya dan upaya yang dilakukan hanya untuk memuaskan kehidupan dunia saja.

"Karena dia tidak ingat akan mati, dia berarti tidak ingat kepada tuhannya. Sudah tentu, orang ini tidak akan mempersiapkan apa-apa yang dibutuhkan setelah kematian dan kehidupan setelah mati," ujar dia saat dihubungi Republika, Rabu (17/8/2022).

Sementara, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, setelah manusia meninggal dunia tidak akan ada satu hal pun yang dibawa kecuali amal perbuatan selama hidup. Semua akan ditinggalkan di dunia, baik keluarga maupun harta benda, sementara yang akan menemani adalah amal sholeh.

Rasulullah SAW pun menyebut, bagi orang yang mengingat mati, jika ia berada dalam kesempitan akan menumbuhkan optimisme. Dan ketika seseorang dalam keluasan, ia pun dapat megendalikan diri karena mengingat kehidupan akhirat.

Kiai Zubaidi menyebut kehidupan dunia adalah ujian bagi umat manusia, sebagaimana yang disampaikan Allah SWT, bahwa Ia lah yang menciptakan mati dan hidup sebagai ujian.

"Dalam mengingat kematian, tentu dengan iman kepada hari akhirat. Manusia pada akhirnya akan mati. Dan bukan hanya manusia, tapi juga alam semesta akan hancur di hari kiamat nanti," lanjutnya.

Selain itu, cara lain yang bisa dilakukan adalah melakukan ziarah makam. Ziarah ini tidak terbatas hanya kepada sanak keluarga atau leluhur, tapi bisa juga ke makam sosok-sosok penting, seperti pemuka agama. Dengan melakukan ziarah ke makam atau melakukan takziyah, ia menyebut hal ini bisa mengingatkan bahwa kematian pasti datang dan ada.

Meski Islam dan Rasulullah SAW menganjurkan untuk terus mengingat kematian, Kiai Zubaidi menyebut hal ini tidak lantas untuk menakut-nakuti. Hal ini bisa disikapi dengan mengingat bahwa semua yang ada di dunia adalah titipan dari Allah SWT, yang mana semuanya bisa diambil sewaktu-waktu.

Ketakutan akan kematian ini juga tidak perlu disikapi dengan sikap kontra produktif atau berputus asa dalam hidup. Sebaliknya, hal ini seharusnya menjadi pemicu agar lebih rajin dalam bekerja dan beribadah, untuk mempersiapkan bekal di akhirat.

Di sisi lain, Pakar Tasawuf Ustaz Azka Fuady menyampaikan mengingat kematian berarti mengingat kepada Allah SWT. Berkaca pada apa yang dialami Imam al-Ghazali, ia mencontoh apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dengan mengingat Allah SWT di segala perilakunya.

"Kalau berkaca pada pengalaman Imam al-Ghazali, yang memilih menyendiri setelah menjadi pemimpin Madrasah Nizhamiyah selama dua atau tiga tahun, lalu menulis buku Ihya Ulumuddin dan ringkasannya berjudul Bidayatul Hidayah. Di dalamnya beliau mengajarkan bangun tidur sampai tidur harus karena Allah SWT," ucap dia.

Sebagai makhluk hidup yang matrealis, Ustaz Azka menyebut tidak apa jika terkadang lupa akan hal tersebut dan 'melenceng' sedikit. Namun, ketika sudah ingat akan Allah SWT, maka hal ini baiknya dipertahankan. Ia juga menyebut Allah SWT menjadikan kematian sebagai salah satu cara agar umat Muslimin mengingat-Nya.

Ustazah Qotrunnada Syathiry Ahmad juga membagikan cara bagaimana agar Muslim bisa mengingat kematian. Selain berziarah kubur, hal lain yang bisa dilakukan adalah menjenguk kerabat atau keluarga yang sedang sakit. Ketika mengetahui ada saudara atau kenalan yang dalam kondisi sakit, bahkan parah atau menjelang sakaratul maut, hal ini bisa mengingatkan akan kematian yang terjadi kepada siapa saja.

"Sebetulnya kita punya satu pengingat kematian, pengingat kepada Allah SWT, yang bisa dilakukan sehari-hari tidak peduli seberapa sibuk, yaitu shalat lima waktu. Di tengah kesibukan kita, yang tidak mudah untuk ziarah kubur atau menjenguk orang sakit, yang bisa kita lakukan hari-hari adalah shalat," katanya.

Momen ketika seorang Muslim melaksanakan shalat adalah saat dimana ia mengingat Allah SWT dan waktu berdua dengan Sang Pencipta. Ustazah Qatrunnada pun mengimbau agar waktu shalat hendaknya dinikmati dan diresapi, sebagai tempat untuk kembali kepada Allah dan menghilangkan keduniawian.

Ia juga menyebut ibadah shalat sebisa mungkin tidak diabaikan, mengingat hal tersebut adalah salah satu bentuk hubungan antara hamba dengan Yang Maha Esa. Sebisa mungkin ketika adzan berkumandang, segera manfaatkan waktu yang ada untuk menghadap Allah SWT.

Cara lain untuk mengingat kematian dan mengingat Allah SWT menurutnya adalah dengan mengikuti kajian atau majelis ilmu. Dalam kegiatan ini, umat Muslim akan diingatkan tentang kesiapan menuju kematian, menuju hari akhir. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:36:20 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Rezeki berupa harta dan kenikma.

Dakwatuna

Malaikat atau Orang yang Saleh, Mana yang Lebih Utama?

Jumat, 09 Oktober 2026 - 09:11:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Persoalan mengenai siapa.

Dakwatuna

Lezatnya Hawa Nafsu yang Bersarang di Hati Bisa Menghalangi Hidayah Allah

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:52:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kemandirian yang Dicontohkan Nabi

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:32:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Selasa, 06 Oktober 2026 - 10:20:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:32:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pahala shalat di Masjidil Haram.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
10 Oktober 2026
Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
10 Oktober 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
10 Oktober 2026
SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI
09 Oktober 2026
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
09 Oktober 2026
Bupati Afni Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla upaya Penghijauan dan Menghindari Alih Fungsi Hutan
09 Oktober 2026
Wawako Pekanbaru Razia Hotel dan Wisma, 30 Orang Diamankan
09 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
  • 2 Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
  • 3 DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
  • 4 Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
  • 5 Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
  • 6 Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
  • 7 SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com