• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2195 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4534 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4555 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4505 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4620 Kali

  • Home
  • Nasional

Politik Uang Jadi Masalah Serius di 2024, Politisi pun Diklaim Jengah Politik Uang

Redaksi Radarpku

Senin, 27 Juni 2022 09:38:18 WIB
Cetak
Politik Uang Jadi Masalah Serius di 2024, Politisi pun Diklaim Jengah Politik Uang

RADARPEKANBARU.COM - Politik uang dinilai masih menjadi persoalan serius yang harus diberantas di Pemilu 2024. Demikian salah satu kesimpulan utama Webinar Sekolah Demokrasi LP3ES – KITLV – UNDIP – PPI Leiden bertajuk “Mendorong Kelahiran Pemimpin Alternatif Hasil Pemilu 2024”. Webinar menghadirkan sejumlah pakar politik ekonomi, politisi, maupun peneliti dan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Belanda. Webinar berlangsung sejak pertengahan pekan lalu hingga akhir pekan lalu. 

 
 

Dalam rilis yang diterima pers, kemarin, disebutkan secara umum, problem politik uang dalam pemilu menjadi satu topik yang terus mengemuka selama tiga hari sekolah demokrasi, dan menjadi persoalan mendesak menuju 2024. Dalam hal ini, dari berbagai persoalan yang didiskusikan, reformasi sistem pemilu untuk menanggulangi politik uang dilihat sebagai agenda paling mendesak dan paling mungkin diwujudkan. 

Pertama, pada dasarnya semua pihak setuju dengan pemilu yang bebas dari politik uang, dari mulai akademisi paling idealis hingga politisi yang paling konservatif. "Tidak hanya akademisi, para politisi juga jengah dengan jebakan politik uang," demikian rilis menyebutkan. Para politisi ini pada dasarnya mengeluh dengan pembelian suara dalam pemilu, namun mereka tak kuasa untuk menolaknya. 

Di sini, “jebakan informalitas” dapat menjelaskan mengapa politik uang terjadi. Ini adalah situasi di mana politisi merasa khawatir tidak akan menang pemilu tanpa politik uang, sehingga mereka melakukannya. Di sisi lain, warga negara merasa mereka harus menerima dan bahkan “meminta uang” kepada politisi, karena itu satu-satunya kesempatan mereka bisa ikut mendapat insentif dari proses elektoral yang ada. 

Sedangkan pengusaha, mereka merasa harus membayar kepada politisi dalam pemilu, karena khawatir bisnis mereka akan terkendala kebjakan jika tidak melakukannya. Inilah satu situasi yang dalam ilmu politik disebut sebagai masalah tindakan kolektif.

Hal ini yang menurut Ketua Dewan Pengurus LP3ES Prof Didik J Rachbini membutuhkan jalan panjang untuk penyelesaiannya. Dalam pandangannya, Prof Didik malah menyebutkan bisa saja Indonesia membutuhkan waktu empat pemilu lagi untuk menyelesaikan problem sistem politik termasuk politik uang itu.

Sekolah Demokrasi juga menekankan pentingnya kedudukan para politisi. Semua reformasi di bidang lain membutuhkan politisi, baik yang di legislatif maupun eksekutif, yang progresif. Selain progresif, si politisi harus pertama-tama memiliki keterikatan dengan para pemilihnya. Misalnya saja, untuk dapat mau meloloskan paket kebijakan comprehensif mewujudkan negara kesejahteraan, kita membutuhkan politisi yang menyetujuinya. Agar bisa mencipta satu paket kebijakan yang berpihak kepada kelestarian alam, dibutuhkan politisi yang sadar akan politik hijau. Demikian seterusnya. Dengan kata lain, reformasi sistem pemilu ini akan menjadi awal untuk reformasi lainnya.

Ward Berenschot, peneliti KITLV Leiden, yang juga guru besar Universitas Amsterdam menilai tantangan demokrasi di Indonesia masih berkisar pada tingginya tingkat korupsi, oligarki, parpol yang perlu dibenahi. Tantangan terasa semakin besar, semakin berbahaya bagi demokrasi. "Akan banyak orang yang frustrasi dan memilih berpikir pintas untuk mengembalikan saja keadaan ke era diktator pada masa yang lalu," kata dia.

Ada beberapa akar masalah, menurut Ward, yang memang harus diatasi terkait sistem elektoral. Tetapi bukannya tanpa ide pemecahan misalnya dengan memperkuat wewenang Bawaslu, perbesar anggarannya, juga prasyarat hukumnya. Penting untuk mengerti dengan baik sistem politik yang ada sekarang. Memahami bagaimana titik masuk untuk bisa menghentikan praktik-praktik jual beli suara atau korupsi pemilu.

Gita Dwi Damara dan Kemal Farizan, perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Leiden, Belanda, menilai persoalan politik uang tidak bisa lepas dari tingkat kesejahteraan sebagian besar rakyat Indonesia. Tingkat kesejahteraan ini menentukan sejauh mana kesadaran rakyat untuk mau atau menolak politik uang. 

"Masyarakat Indonesia tidak akan punya kesadaran akan pentingnya pembasmian korupsi, politik uang, pentingnya kelestarian lingkungan dan berbagai isu-isu lainnya apabila kebutuhan primer dan kesejahteraan mereka belum terpenuhi," kata Gita. 

Kemal menambahkan, politik uang dan korupsi terjadi karena masih kurangnya tingkat kesejahteraan masyarakat, karena secara logika masyarakat masih membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan primernya.Pemikiran akan untuk mengatasi isu-isu tersebut mungkin masih tidak terlu terpikirkan oleh mayoritas masyarakat di Indonesia. 

Keduanya lalu membandingkan  negara Belanda yang memang kesejahteraan masyarakatnya sudah terpenuhi dengan baik, seperti pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, tingkat pendapatan, tempat tinggal layak, kecukupan pangan dan sebagainya. Sehingga masyarakat Belanda tidak perlu lagi memikirkan hal-hal primer yang memang sudah dijamin oleh negara dan pada akhirnya korupsi bisa hilang sendirinya, tidak ada politik uang dan masyarakat dan pemerintah disini bisa fokus kepada hal-hal penting lain seperti isu lingkungan, kesetaraan gender dan hal-hal lain demi kemajuan negara.

"Oleh karena itu, akar solusi dari segala masalah yang ada di Indonesia adalah kesejahteraan masyarakat Indonesia itu sendiri," kata mereka. Oleh karena itu satu langkah utama yang perlu dilakukan oleh pemimpin kedepannya adalah bagaimana pemerintah dapat menjamin kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, sehingga apabila kesejahteraan sudah terpenuhi, niscaya lambat laun segala masalah yang ada di Indonesia dapat teratasi. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media

Ahad, 11 Oktober 2026 - 11:01:56 WIB

BATAM – Rombongan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau mengunjungi Batam News, M.

Nasional

Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:30:18 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI

Jumat, 09 Oktober 2026 - 22:49:52 WIB

BATAM - Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau mendorong perusahaan media beradaptas.

Nasional

Komisi II DPR Dorong Pembentukan Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 - 09:01:21 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

KPU dan DPR Didesak Tindak Lanjuti Putusan MK soal Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:21:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Akhir dan Awal Tahun, Ada BSU Rp300 Ribu Hingga Insentif Pajak

Selasa, 06 Oktober 2026 - 10:22:33 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah menyiapkan sejumlah .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media
11 Oktober 2026
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
10 Oktober 2026
Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
10 Oktober 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
10 Oktober 2026
SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI
09 Oktober 2026
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
09 Oktober 2026
Bupati Afni Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla upaya Penghijauan dan Menghindari Alih Fungsi Hutan
09 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media
  • 2 Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
  • 3 Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
  • 4 DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
  • 5 Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
  • 6 Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
  • 7 Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com