• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2214 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4551 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4570 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4524 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4638 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Pendapatan Pasif dalam Pandangan Islam

Redaksi Radarpku

Sabtu, 18 September 2021 09:31:54 WIB
Cetak
Pendapatan Pasif dalam Pandangan Islam

RADARPEKAANBARU.COM - Dosen Hukum Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, AH Azharuddin Lathif menyampaikan penjelasan soal pendapatan pasif. Istilah ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi banyak orang, terutama mereka yang aktif dalam dunia investasi.

 

Seseorang yang menanamkan uangnya pada salah satu instrumen investasi, tentu berharap mendapat keuntungan sehingga bisa menjadi pendapatan bagi dirinya. Apalagi jika investasi tersebut terus menunjukkan pertumbuhan yang baik, tentu pendapatannya pun ikut meningkat.

Lantas, bagaimana pandangan Islam terhadap pendapatan pasif? Azharuddin menyampaikan, Islam tidak mengenal istilah pendapatan pasif. Sebab, kompensasi atau pendapatan atau keuntungan itu harus setara dengan kesulitan yang dilakukan atau sesuatu yang dikerjakan.

"Seseorang diam lalu menerima keuntungan, itu tidak ada. Contoh ekstremnya, ada yang menyebutkan di surga itu nanti mendapat pendapatan pasif. Padahal sebenarnya bukan itu. Anda di surga karena sudah kerja habis-habisan di dunia, maka Allah memberikan kompensasinya di akhirat karena di dunia belum tentu mendapat kompensasi," ujar dia , Kamis (16/9).

Untuk memperoleh keuntungan, Azharuddin menerangkan, maka harus ada usaha yang dilakukan. Kalau hanya berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa, tetapi mendapat kompensasi berupa keuntungan finansial, itu tidak sesuai dengan prinsip syariat.

Dalam Islam, ada kaidah fiqih yang bisa menjadi pijakan, yakni Al-Ghunmu bil-Ghurmi, yang berarti profit datang bersama risiko. Dengan kata lain, risiko juga menyertai manfaat.

 

Kaidah lainnya ialah Al-Kharaj bi Al-Dhaman, yang berarti hasil usaha itu muncul bersama biaya. Ini artinya, jika Anda ingin memperoleh keuntungan, maka harus siap juga menanggung kerugian.

"Perspektif syariah itu justru melawan paradigma pendapatan pasif karena membuat orang malas yang selalu inginnya menyalurkan investasi tetapi tidak mau rugi. Kalau kita mau untung, justru harus siap rugi. Itu prinsip syariah," jelasnya.

Misalnya, ketika seseorang menanamkan modal ke orang lain, kemudian memperoleh keuntungan dari sana, maka sebetulnya yang diperoleh oleh investor itu bukan pendapatan pasif. Karena, ketika menginvestasikan uangnya, berarti ada risiko kerugian yang harus siap ditanggung.

"Umpamanya, kalau saham lagi bagus, saya memang untung, tetapi kalau sahamnya lagi jelek, saya siap rugi. Ini sesuai dengan kaidah di dalam syariat. Jadi, dalam perspektif Islam, tidak ada investasi yang pasti menghasilkan keuntungan atau tidak pernah rugi," ujar Azharuddin.

Dia kembali mengambil contoh lain, yakni sukuk pendapatan tetap dan pendapatan tidak tetap. Keduanya memiliki potensi kerugian dan tidak bebas risiko. Jika kemudian mendapat keuntungan, maka keuntungan tersebut selaras dengan risiko yang dihadapi.

"Kalau Anda berinvestasi lalu hasil keuntungannya dianggap pendapatan pasif, menurut syariat itu tidak tepat. Karena prinsipnya, orang kalau mau mendapat untung ya harus siap menanggung rugi," kata Direktur Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Institute itu.

 

Azharuddin mengakui, keuntungan memang selalu ada potensinya dan bisa diproyeksikan. Namun, pertanyaannya kemudian, apakah keuntungan yang telah diproyeksikan itu pasti terjadi dan kerugian pasti bisa dihindari? Gaya ekonomi kapitalis memang menghendaki demikian, yaitu kepastian memperoleh keuntungan dan tidak mau rugi.

"Kalau di syariah itu nggak bisa. Seseorang yang mendapat keuntungan maka harus siap menanggung risiko, termasuk dalam akad jual-beli. Meski harga sudah bisa dikalkulasikan, tetap saja ada risiko. Misalnya, siapa tahu barang yang kita jual itu jatuh. Ini menjadi tanggung jawab kita sebagai penjual," ujarnya.

Sekalipun sukuk negara, seperti Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), tetap saja ada risiko karena ada kemungkinan negara gagal bayar. Terlebih sukuk korporasi yakni sukuk yang diterbitkan perusahaan.

Contohnya lainnya adalah kondisi maskapai Garuda sekarang. Perusahaan pelat merah itu menerbitkan sukuk global dan tak sedikit investor asing yang memborong karena tidak pernah mengira Garuda akan berada dalam titik terendah seperti saat ini.

"Jadi, menurut syariah, tidak ada istilah pendapatan pasif dalam investasi karena setiap orang harus siap menanggung risiko meskipun risiko itu bisa dimitigasi dengan cara memilih portofolio yang relatif aman. Tetapi risiko itu harus siap diterima dalam kondisi terburuk," ujarnya.(rep)

 

 
 

 

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam AS?

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:18:38 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:36:20 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Rezeki berupa harta dan kenikma.

Dakwatuna

Malaikat atau Orang yang Saleh, Mana yang Lebih Utama?

Jumat, 09 Oktober 2026 - 09:11:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Persoalan mengenai siapa.

Dakwatuna

Lezatnya Hawa Nafsu yang Bersarang di Hati Bisa Menghalangi Hidayah Allah

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:52:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kemandirian yang Dicontohkan Nabi

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:32:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Selasa, 06 Oktober 2026 - 10:20:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Buronan Kasus Sabu Ditangkap di Bengkalis
12 Oktober 2026
Kalahkan PSMS Medan, PSPS Pekanbaru Puncak Klasemen Grup
12 Oktober 2026
Pemprov Riau Sambut Irjen Arman Achdiat Sebagai Kapolda Riau Baru
12 Oktober 2026
Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam AS?
12 Oktober 2026
Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik
12 Oktober 2026
Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi
12 Oktober 2026
SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media
11 Oktober 2026
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Buronan Kasus Sabu Ditangkap di Bengkalis
  • 2 Kalahkan PSMS Medan, PSPS Pekanbaru Puncak Klasemen Grup
  • 3 Pemprov Riau Sambut Irjen Arman Achdiat Sebagai Kapolda Riau Baru
  • 4 Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam AS?
  • 5 Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik
  • 6 Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi
  • 7 SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com