• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3612 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3603 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3576 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3657 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3592 Kali

  • Home
  • Internasional

Aparat Myanmar Brutal, Korban Bertambah

Redaksi Radarpku

Sabtu, 27 Februari 2021 09:16:48 WIB
Cetak
Aparat Myanmar Brutal, Korban Bertambah

MYANMAR - Aparat keamanan di Myanmar kian keras menindak para pengunjuk rasa yang menolak kudeta militer di negara tersebut. Jumlah korban meninggal akibat penindakan aparat juga dilaporkan terus bertambah.

Pada Kamis (25/2) malam, aparat kepolisian menindak dan membubarkan secara paksa protes di Yangon. Bentrokan yang diwarnai kekerasan pecah di jalan-jalan pusat komersial Yangon setelah sejumlah loyalis militer menyerang pengunjuk rasa. 

Beberapa orang dipukuli oleh sekelompok pria yang beberapa diketahui bersenjata pisau, sementara beberapa yang lainnya menembakkan ketapel dan melemparkan batu. Video dari saksi mata menunjukkan, setidaknya dua orang ditikam.

Saksi mata mengatakan, dalam insiden terpisah, polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata ke lingkungan Tamwe di Yangon untuk membubarkan kerumunan yang memprotes kudeta. Warga sekitar juga mengatakan, mereka mendengar tembakan berulang-ulang dan bahwa polisi tetap berada di beberapa bagian distrik sampai sekitar pukul Jumat (26/2) pukul 02.00 dini hari.

"Kami benar-benar ketakutan," kata salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan dikutip laman Channel News Asia, Jumat (26/2). Pendukung Aung San Suu Kyi mengunggah di media sosial bahwa mereka berencana mengadakan protes lagi di Tamwe pada Jumat pagi. 

Aksi kemarin menandai dua pekan gerakan massa menolak kudeta militer yang terjadi pada 1 Februari lalu. Pihak militer Myanmar alias Tatmadaw kala itu menculik dan menahan sejumlah pimpinan sipil, termasuk Kanselir Negara Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.

Militer berdalih melakukan kudeta karena pemilihan umum pada November 2020 lalu tak sah. Pemilihan umum itu berhasil menempatkan partai yang dipimpin Suu Kyi, yakni Liga Nasional Demokratik (NLD), sebagai peroleh mayoritas kursi di parlemen yang berpuluh tahun dikuasai militer.

Rakyat berunjuk rasa menuntut para pimpinan sipil dibebaskan serta hasil pemilu diakui. Belakangan, aksi juga menyasar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon karena kabar yang menyebut Indonesia mendukung pemilihan ulang yang akan dilakukan militer. Kabar itu dibantah Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing yang ditunjuk sebagai pimpinan sementara Myanmar mengatakan, pihak berwenang menggunakan kekuatan minimal.  Namun, media independen Myanmar, Irrawady, melansir sebanyak enam pengunjuk rasa antikudeta telah meninggal. 

Perinciannya, pada Sabtu (20/2), penggerebekan aparat keamanan di Mandalay menyebabkan 2 orang meninggal dan 25 orang terluka parah. Di antara yang ditembak mati adalah Ko Wai Yan Tun (16 tahun) dan Ko Thet Naing Win (36). 

Pada malam harinya, Ko Tin Htut Hein juga ditembak mati. Sehari sebelumnya, Ma Mya Thwet Thwet Khine, seorang mahasiswa yang ditembak sepekan sebelumnya, mengembuskan napas terakhirnya.

Pada Ahad (21/2), aparat menyerahkan jenazah Ko Kyi Soe (48) kepada keluarganya. Pria itu meninggal dengan luka di kepala. Kemudian, pada Rabu (24/2), Ko Yarzar Aung (26) meninggal di rumah sakit militer setelah sebelumnya ditembak di kaki. Dr Aye Nyein Thu dari sebuah LSM di Mandalay menyatakan, ia tak diberi izin mengobati Ko Yarzar sebelum yang bersangkutan berpulang.

Polisi Myanmar juga dilaporkan telah menahan seorang jurnalis lepas Jepang yang meliput aksi unjuk rasa di Yangon pada Jumat (26/2). Ini adalah penahanan pertama seorang jurnalis asing sejak kudeta militer.

Jurnalis bernama Yuki Kitazume yang pernah bekerja di Nikkei itu ditangkap pada Jumat (26/2) pagi waktu setempat. "Menurut saksi, kepalanya dipukuli, tapi dia memakai helm sehingga tidak terlalu membahayakan. Saya telah menghubungi kedutaan dan belum mendengar lebih banyak informasi," kata kolega Kitazumi, Linn Nyan Htun, dalam unggahannya di Facebook.

"Saya tidak menyaksikannya, tetapi saya menerima pesan darinya melalui aplikasi pesan sekitar pukul 11.30 bahwa dia ditangkap. Setelah itu, saya kehilangan koneksi dengannya," katanya kepada Reuters melalui telepon.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato mengatakan pada konferensi pers reguler bahwa Jepang masih mencoba untuk mengonfirmasi fakta tersebut. Hingga kini, polisi Myanmar tidak membalas permintaan komentar lewat telepon. Ponsel Kitazumi yang tercantum di situs perusahaan juga tidak dapat dijangkau.

 Peran Indonesia

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi telah melakukan lobi ke berbagai negara, terutama di Asia Tenggara, untuk ikut menyelesaikan krisis politik di Myanmar. Upaya terkini, ia telah menemui menlu Myanmar untuk menyampaikan sikap Indonesia dan meminta suara warga Myanmar didengarkan.

Terkait dengan hal itu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan, mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK) atau mantan menteri luar negeri Hassan Wirajuda bisa melakukan backdoor diplomacy untuk meredakan situasi di Myanmar. 

Rektor Universitas Jenderal A Yani itu mengatakan, keduanya memiliki pengalaman yang sangat luas dalam bidang perdamaian, pemerintahan, dan proses demokratisasi. Keduanya, lanjut dia, merupakan tokoh di Indonesia dan kemungkinan besar dapat diterima oleh pihak-pihak yang bertikai di Myanmar, yaitu pemerintahan kudeta dan elemen masyarakat di sana. "Di samping itu, kedua tokoh ini memiliki kredibilitas dan pengakuan secara internasional," ujar dia.

Ia merasa Menlu Retno memang telah melakukan berbagai upaya terkait situasi di Myanmar. Namun, upaya itu disalahpahami elemen masyarakat di Myanmar yang memprotesnya hingga mendemo KBRI di Yangon. 

“Elemen masyarakat mengkhawatirkan kehadiran Menlu sebagai pengakuan terhadap pemerintahan kudeta”, ujar Hikmahanto. Ia mengatakan, upaya-upaya tentu tetap harus dilakukan, tetapi dengan mengubah strategi, yaitu melakukan diplomasi pintu belakang.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:24:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Malaysia Tutup 591 Sekolah di Sarawak akibat Kabut Asap Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:52:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ekspor Minyak Iran Berhenti Total akibat Perang dan Sanksi AS

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:55:44 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Trump Kibarkan Bendera Perang Ekonomi Besar-besaran terhadap Iran

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:04:33 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Presiden Amerika Serikat.

Internasional

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:40:13 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

HUT ke-81 RI, AS Ucapkan Selamat dan Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:03:26 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
24 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
24 Agustus 2026
Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
24 Agustus 2026
Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
24 Agustus 2026
Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
24 Agustus 2026
Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
24 Agustus 2026
PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah
23 Agustus 2026
Udara di Pelalawan Kurang Sehat, Siswa Wajib Pakai Masker, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi
22 Agustus 2026
Polda Riau Kerahkan 5 Ahli Bongkar Karhutla di HGU PT TKWL
22 Agustus 2026
Dekatkan Layanan Publik,Agung Bikin Gebrakan Buka Akses Perizinan Hingga Tingkat Kecamatan
22 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
  • 2 Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
  • 3 Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
  • 4 Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
  • 5 Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
  • 6 Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
  • 7 PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com