• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2214 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4551 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4570 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4524 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4638 Kali

  • Home
  • Internasional

Kepolisian Myanmar Tambah Dakwaan Atas Suu Kyi

Redaksi Radarpku

Rabu, 17 Februari 2021 09:14:30 WIB
Cetak
Kepolisian Myanmar Tambah Dakwaan Atas Suu Kyi

NAYPYITAW -- Kepolisian Myanmar mengajukan dakwaan baru terhadap pemimpin de facto negara tersebut, Aung San Suu Kyi. Hal itu memungkinkan ketua Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) itu ditahan tanpa batas waktu tanpa pengadilan. 

Pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zhaw, Selasa (16/2) mengatakan, kliennya didakwa melanggar Pasal 25 Undang-Undang Penanggulangan Bencana Alam. Hukuman maksimal untuk pelanggaran pembatasan Covid-19 adalah tiga tahun penjara. 

Namun, dakwaan baru memungkinkan Suu Kyi ditahan tanpa batas waktu yang ditentukan tanpa persidangan. Sebelumnya Suu Kyi telah didakwa atas kepemilikan walkie-talkie ilegal. 

Sementara, demonstrasi menuntut pembebasan Suu Kyi terus berlangsung di beberapa kota di Myanmar. Di Yangon, polisi memblokir jalan di depan Bank Sentral yang menjadi sasaran pengunjuk rasa. Telah beredar rumor di jejaring media sosial bahwa militer berusaha menyita uang mereka.

Kalangan biksu turut turun ke jalan. Mereka menggelar aksi di luar kantor perwakilan PBB di Myanmar. Sekitar 3.000 demonstran, kebanyakan pelajar, kembali ke jalan-jalan di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar. Sambil membawa poster Suu Kyi, mereka menyerukan kembalinya demokrasi. 

Para pengunjuk rasa juga memblokir layanan kereta api di Yangon. Mereka memenuhi jalur kereta api di tengah terik matahari sambil mengangkat spanduk untuk mendukung gerakan pembangkangan sipil.

Aksi protes tersebut menghentikan layanan kereta api antara Yangon dan Mawlamyine. Seruan "Lepaskan pemimpin kami segera" dan "Kembalikan kekuatan rakyat" diteriakkan para demonstran.

Pada 1 Februari lalu, militer Myanmar melancarkan kudeta dengan menangkap Suu Kyi, Presiden Win Myint, dan beberapa tokoh senior NLD. Kudeta dan penangkapan sejumlah tokoh itu merupakan respons militer Myanmar atas dugaan kecurangan pemilu pada November tahun lalu.

Utusan Khusus PBB Christine Schraner Burgener berbicara dengan wakil kepala junta pada Senin (15/2). Dalam pembicaraan itu, Burgener mendesak agar junta militer memulihkan komunikasi dan menghormati demonstrasi. 

Pada Selasa, Duta Besar Cina untuk Myanmar Chen Hai mengatakan, perkembangkan di Myanmar saat ini bukan seperti yang diinginkan Cina. Dalam wawancara dengan media Myanmar yang diunggah ke akun Facebook, Chen mengatakan, tetap menjalin hubungan yang bersahabat baik dengan militer maupun mantan pemerintah sipil Myanmar. 

Chen menampik rumor yang menyebutkan Cina terlibat dalam kudeta 1 Februari. Cina, kata dia, tidak diberitahu sebelumnya tentang perubahan politik di Myanmar. 

Sebelumnya, beredar rumor tentang pesawat Cina yang mengangkut personel teknis dan pasukan Cina ke Myanmar. Pesawat-pesawat itu, Chen mengatakan, adalah pesawat kargo yang mengangkut barang ekspor, seperti ikan dan produk laut. 

Cina adalah mitra dekat Myanmar. Cina kerap mendukung Myanmar saat negara tersebut mendapat kritik tajam dari Barat. Namun, dalam sidang Dewan Keamanan PBB baru-baru ini, Cina mendukung seruan bersama pembebasan Suu Kyi dan prihatin atas status darurat yang ditetapkan militer Myanmar.

Siap berkontribusi

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menekankan pentingnya transisi inklusif menuju demokrasi di Myanmar. Menurut dia, mekanisme kawasan harus dapat bekerja lebih baik untuk secara konstruktif membantu penyelesaian isu yang sulit ini. 

"Dari sejak awal Indonesia secara konsisten terus menyampaikan kesediaan untuk berkontribusi," ujarnya, Selasa. 

Retno berencana melakukan komunikasi dengan menlu Amerika Serikat dan menlu Cina untuk membahas isu Myanmar. Sebelumnya, ia telah menjalin pembicaraan dengan para menlu ASEAN, India, Australia, Jepang, Inggris, dan utusan khusus sekjen PBB. 

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Myanmar menyampaikan, sejumlah karyawan beserta keluarganya mulai meninggalkan negara itu di tengah potensi kekerasan akibat demonstrasi antikudeta. “Pada 14 Februari, Departemen Luar Negeri AS mengizinkan keberangkatan secara sukarela pegawai pemerintah AS nondarurat dan anggota keluarga mereka dari Burma,” mengutip keterangan tertulis Kedubes AS pada Senin (15/2) malam merujuk nama lain dari Myanmar.

Kedutaan Besar AS di Myanmar mengingatkan semua warganya terkait meningkatnya potensi kekerasan, berlanjutnya pembatasan telekomunikasi, dan terbatasnya penerbangan ke luar Myanmar. Namun demikian, Kedutaan Besar AS menyampaikan masih terus beroperasi hingga hari ini di Myanmar untuk memberikan layanan.

“Bagian Konsuler Kedutaan Besar AS Rangoon tetap buka dan menyediakan layanan warga Amerika secara rutin maupun darurat,” tulis Kedubes AS.

Pada Ahad (14/2), Kedutaan Besar AS mengeluarkan peringatan bagi warganya yang tinggal di Myanmar untuk tetap berlindung di rumah masing-masing. "Ada indikasi pergerakan militer di Yangoon dan kemungkinan gangguan telekomunikasi sepanjang malam antara jam 1 dini hari hingga 9 pagi," cuit Kedubes AS di Myanmar melalui Twitter.

Kedutaan besar AS, Inggris, negara-negara Uni Eropa, Kanada, dan 11 negara lainnya juga mengeluarkan pernyataan agar pasukan keamanan “menahan diri dari kekerasan terhadap demonstran dan warga sipil, yang memprotes penggulingan pemerintah sah mereka”.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:10:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Buronan Kasus Sabu Ditangkap di Bengkalis
12 Oktober 2026
Kalahkan PSMS Medan, PSPS Pekanbaru Puncak Klasemen Grup
12 Oktober 2026
Pemprov Riau Sambut Irjen Arman Achdiat Sebagai Kapolda Riau Baru
12 Oktober 2026
Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam AS?
12 Oktober 2026
Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik
12 Oktober 2026
Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi
12 Oktober 2026
SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media
11 Oktober 2026
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Buronan Kasus Sabu Ditangkap di Bengkalis
  • 2 Kalahkan PSMS Medan, PSPS Pekanbaru Puncak Klasemen Grup
  • 3 Pemprov Riau Sambut Irjen Arman Achdiat Sebagai Kapolda Riau Baru
  • 4 Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam AS?
  • 5 Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik
  • 6 Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi
  • 7 SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com