• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2196 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4534 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4555 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4505 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4620 Kali

  • Home
  • Nasional

KPK Dinilai Lamban Cari Harun Masiku

Redaksi Radarpku

Senin, 27 Januari 2020 09:53:37 WIB
Cetak
KPK Dinilai Lamban Cari Harun Masiku

RADARPEKANBARU.COM -- Pegiat antikorupsi menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lamban mencari politikus PDI Perjuangan Harun Masiku, tersangka penyuap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Bahkan, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, banyak petunjuk dan informasi terkait keberadaan buron tersebut yang tidak ditelusuri secara cepat oleh KPK.


Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan, hal itu membuat masyarakat curiga ada oknum tertentu yang menghalangi tertangkapnya Harun Masiku. Apalagi, kata dia, ada usaha menggeser status Harun menjadi korban penipuan.


“Kami menilai kasus ini lambat diselesaikan oleh KPK. Saat ini ada narasi kalau Harun Masiku sebagai korban. Itu merupakan kekeliruan. Bagaimana seorang yang menyuap KPU dan jadi tersangka bisa dibilang menjadi korban. Sampai sekarang pun KPK belum menemukan Harun Masiku,” kata dia, Ahad (26/1).


Harun menjadi buron setelah ditetapkan sebagai tersangka penyuap Wahyu Setiawan untuk meloloskan dirinya dalam pergantian antarwaktu anggota DPR fraksi PDI Perjuangan. Harun diduga telah memberikan Rp 400 juta kepada Wahyu. Sementara itu, Wahyu telah menerima total Rp 600 juta dari Rp 900 juta yang dijanjikan dalam usaha meloloskan Harun.


Pada 22 Januari, pihak Direktorat Jenderal Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) akhirnya mengakui, Harun Masiku sudah di Tanah Air sejak 7 Januari. Pengungkapan itu membalik keterangan yang disampaikan berbagai pihak, seperti kepolisian, Kemenkumham, dan KPK soal keberadaan Masiku selama 15 hari belakangan.


Mereka mengindikasikan Masiku belum kembali ke Tanah Air sejak bertolak ke Singapura pada 6 Januari lalu. Asumsi itu kemudian menjadi salah satu alasan Masiku tak ikut diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 8-9 Januari. Kurnia mengatakan, sejak awal ada sejumlah kejanggalan dalam pernyataan Menkumham Yasonna Laoly, Imigrasi, KPK, dan Polri yang menyatakan Harun masih di luar negeri.


“KPK harus menelusuri secara dalam kasus tersebut. Apakah ada oknum lain yang terlibat? Bagaimana Harun Masiku bisa kenal dengan Wahyu Setiawan? Apa ada perantara dari orang lain? Ini pertanggungjawaban pimpinan KPK terhadap masyarakat untuk bisa selesai kasus ini ya, kalau tidak, masyarakat bisa menilai kalau KPK ternyata tidak bisa dipercaya,” kata Kurnia.


Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri mengaku sampai saat ini pihaknya belum mengetahui keberadaan Harun. KPK dan Polri, kata dia, masih bekerja sama mencari jejak Harun. “Belum ada informasi yang baru tentang Harun Masiku. Sampai hari ini KPK bersama Polri terus pro dan aktif mencari keberadaan yang bersangkutan,” kata Ali, kemarin.


Menurut dia, KPK pada 13 Januari 2020 telah meminta kepada imigrasi untuk mencegah Harun tidak melarikan diri ke luar negeri. Ia mengaku KPK sudah melakukan pencarian ke berbagai daerah sesuai informasi tentang keberadaan Harun Masiku. “Kami optimistis Harun Masiku akan segera tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” kata Ali.


Senada dengan Ali, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, Polri belum menemukan keberadaan Harun. Ia mengaku masih berkoordinasi dengan penyidik KPK. “Belum ditemukan. Dikoordinasikan juga ya ke penyidik KPK sudah sampai mana dan sejauh mana,” kata dia.

Hati-Hati

Presiden Joko Widodo mengaku tidak tahu-menahu apakah inkonsistensi informasi tentang keberadaan Harun Masiku merupakan miskomunikasi atau bukan. Jokowi lebih memilih mengingatkan jajarannya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan berkaitan dengan hukum. "Terutama yang berkaitan dengan angka, terutama yang berkaitan dengan data, terutama yang berkaitan dengan informasi. Hati-hati, jangan sampai informasi dari bawah langsung diterima tanpa crosscheck terlebih dulu," jelas Jokowi, Jumat (24/1).


KPK menyatakan, tak menutup kemungkinan Yasonna akan dipanggil sebagai saksi terkait kasus Harun Masiku. "Siapa pun jika kemudian penyidik memerlukan keterangan itu, siapa pun sekali lagi siapa pun (akan dipanggil)," kata Ali Fikri, Sabtu (25/1). Namun, Ali mengaku kewenangan pemanggilan Yasonna ada di penyidik.


Peneliti politik Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, kesulitan menangkap Masiku berkaitan dengan statusnya sebagai tokoh kunci dalam kasus suap tersebut. "Harun Masiku berpotensi menjadi tokoh kunci dan ini tentu mengkhawatirkan banyak tokoh elite di PDI Perjuangan, maka tidak mengherankan jika sekelas menteri Yasonna ikut turun menangani," ujar dia, kemarin.


Menurut dia, Masiku bisa saja sengaja disembunyikan. "KPK sejauh ini tidak kekurangan kecerdasan dalam mengungkap kasus korupsi sehingga sulit dipercaya jika hanya seorang Harun Masiku bisa sedemikian sulitnya," kata Dedi. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media

Ahad, 11 Oktober 2026 - 11:01:56 WIB

BATAM – Rombongan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau mengunjungi Batam News, M.

Nasional

Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:30:18 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI

Jumat, 09 Oktober 2026 - 22:49:52 WIB

BATAM - Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau mendorong perusahaan media beradaptas.

Nasional

Komisi II DPR Dorong Pembentukan Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 - 09:01:21 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

KPU dan DPR Didesak Tindak Lanjuti Putusan MK soal Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:21:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Akhir dan Awal Tahun, Ada BSU Rp300 Ribu Hingga Insentif Pajak

Selasa, 06 Oktober 2026 - 10:22:33 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah menyiapkan sejumlah .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media
11 Oktober 2026
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
10 Oktober 2026
Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
10 Oktober 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
10 Oktober 2026
SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI
09 Oktober 2026
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
09 Oktober 2026
Bupati Afni Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla upaya Penghijauan dan Menghindari Alih Fungsi Hutan
09 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media
  • 2 Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
  • 3 Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
  • 4 DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
  • 5 Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
  • 6 Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
  • 7 Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com