• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2184 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4527 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4548 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4499 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4612 Kali

  • Home
  • Internasional

Trump: Siap Hancurkan Ekonomi Turki

Redaksi Radarpku

Rabu, 16 Oktober 2019 09:40:03 WIB
Cetak
Trump: Siap Hancurkan Ekonomi Turki

WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjatuhkan sanksi atas Turki dan menuntut Turki melakukan gencatan senjata. Ia bahkan menyatakan siap menghancurkan perekonomian Turki jika mereka tak kunjung menghentikan serangan ke milisi Kurdi di Suriah. "Saya siap sepenuhnya untuk segera menghancurkan perekonomian Turki jika pemimpin Turki melanjutkan langkah yang berbahaya dan menghancurkan ini," kata Trump, Selasa (15/10).


Dalam pengumuman sanksi, Trump menunda perundingan kesepakatan dagang senilai 100 miliar dolar AS dengan Turki. Trump juga kembali menaikkan tarif baja menjadi 50 persen. Menteri pertahanan, menteri energi, dan tiga orang petinggi Turki juga diganjar sanksi AS. Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan bahwa sanksi ini akan makin berat jika Turki tak kunjung melakukan gencatan senjata, berunding, dan mengakhiri kekerasan.



Juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Rupert Colville, menyatakan PBB meminta Turki menyelidiki eksekusi yang diduga dilakukan milisi pendukung Turki di Suriah, Ahrar al-Sharqiya. Eksekusi dilakukan terhadap dua orang Kurdi dan seorang politisi Kurdi pada 12 Oktober. Tindakan itu, kata Colville, dapat digolongkan pada kejahatan perang.



"Turki dapat dinyatakan bertanggung jawab sebagai negara karena pelanggaran yang dilakukan pendukung mereka selama Turki terbukti mengendalikan kelompok tersebut atau operasi yang memungkinkan pelanggaran terjadi," kata Colville. PBB juga menyatakan mereka mendokumentasikan para korban sipil yang jatuh akibat serangan Turki di Suriah timur laut mulai 9 Oktober silam. Menurut Colville, penyidik kejahatan internasional akan menindaklanjuti semua insiden itu.



Sekutu Suriah, yaitu Rusia, menyatakan bahwa serangan Turki tidak bisa diterima. Hal ini diungkap utusan presiden Rusia untuk Suriah, Alexander Lavrentiev, ketika ditanya kesepakatan antara Rusia dan Turki terkait operasi militernya. "Tidak ada. Kami selalu mendesak Turki untuk menahan diri dan kami selalu menganggap operasi militer di wilayah Suriah tidak bisa diterima," katanya, Selasa.



Rusia hadir di Suriah atas permintaan Presiden Suriah Bashar Assad. Dalam konflik yang telah berlangsung delapan tahun itu, Rusia berseberangan dengan koalisi pimpinan Amerika Serikat. Cina juga mendesak Turki menghentikan operasi militernya di Suriah. Beijing menyerukan Ankara untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Suriah.



Dalam agenda pengarahan media pada Selasa, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang, mendesak Turki kembali ke jalur yang benar. Suruan ini merupakan seruan terbaru dari Cina terkait operasi militer Turki di Suriah. Pekan lalu, tepatnya sehari setelah Turki melancarkan operasi militer, Geng telah memberikan pernyataan tanggapan. Dia menyerukan Turki menahan diri dan menghormati kedaulatan Suriah.



“Kami telah memperlihatkan bahwa semua pihak umunya khawatir tentang kemungkinan konsekuensi dari operasi militer Turki dan mendesak Turki menahan diri,” ujar Geng.


Selain Cina, telah cukup banyak negara, termasuk negara-negara Arab, yang mendesak Turki menghentikan operasi militernya di Suriah. Pada Ahad lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membahas perkembangan situasi di Suriah.


“Kami memiliki keinginan bersama bahwa serangan ini berakhir,” kata Macron selepas bertemu Merkel seraya menambahkan bahwa operasi militer Turki dapat menimbulkan bencana kemanusiaan serta mendorong milisi ISIS bangkit kembali. Sejak pekan lalu Turki membombardir kota-kota di timur laut Suriah. Dalam operasi yang diberi nama Operation Peace Spring itu, Ankara hendak menumpas pasukan Kurdi yang menguasai wilayah perbatasan antara Suriah dan Turki.



Turki mengklaim salah satu anggota SDF, yaitu People's Protection Units (YPG), sebagai perpanjangan dari Kurdistan Workers' Party (PKK). PKK merupakan kelompok bersenjata Kurdi yang telah melancarkan pemberontakan di Turki tenggara selama lebih dari tiga dekade. Ankara telah melabeli YPG dan PKK sebagai kelompok teroris.



Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengklaim serangan ofensif dilakukan untuk menggerus kekuatan Kurdi di perbatasan Turki dan Suriah serta menciptakan zona aman sepanjang 30 kilometer ke dalam Suriah. Dengan zona aman tersebut, Turki menyatakan jutaan pengungsi Suriah akan dapat kembali pulang ke negara mereka.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Bersiap Tingkatkan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:12:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
10 Oktober 2026
Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
10 Oktober 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
10 Oktober 2026
SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI
09 Oktober 2026
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
09 Oktober 2026
Bupati Afni Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla upaya Penghijauan dan Menghindari Alih Fungsi Hutan
09 Oktober 2026
Wawako Pekanbaru Razia Hotel dan Wisma, 30 Orang Diamankan
09 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
  • 2 Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
  • 3 DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
  • 4 Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
  • 5 Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
  • 6 Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
  • 7 SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com