• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3604 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3590 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3563 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3647 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3578 Kali

  • Home
  • Internasional

AS Tolak Keluarkan Visa untuk Sejumlah Pejabat Cina

Redaksi Radarpku

Kamis, 10 Oktober 2019 11:22:24 WIB
Cetak
AS Tolak Keluarkan Visa untuk Sejumlah Pejabat Cina

WASHINGTON -- Tekanan yang diberikan Pemerintah Amerika Serikat (AS) kepada Pemerintah Republik Rakyat Cina (RRC) terus berlangsung. Selepas memasukkan puluhan lembaga dan perusahaan Cina ke dalam daftar hitam, Pemerintah AS kini juga memberlakukan pembatasan visa untuk sejumlah pejabat RRC dengan alasan para pejabat itu terlibat penindasan etnis Uighur di Xinjiang.

 

 

Hal ini dinilai meningkatkan ketegangan dengan Beijing dalam pembicaraan tingkat tinggi untuk mengakhiri perang dagang yang terjadi selama 15 bulan lamanya. Departemen Luar Negeri AS mengumumkan langkah tersebut tepat satu hari setelah Departemen Perdagangan AS mengutip perlakuan buruk terhadap Muslim Uighur dan etnis minoritas Muslim lainnya dalam keputusannya untuk menambahkan 20 biro keamanan publik Cina dan 8 perusahaan ke dalam daftar hitam perdagangan.

 

Meski begitu, Departemen Luar Negeri AS tidak menyebutkan nama pejabat Cina yang terkena dampak pembatasan visa. Namun, dilaporkan Asianews, daftar itu hampir pasti meliputi anggota Politbiro dan sekretaris Partai Komunis Cina di Xinjiang, Chen Quanguo. Dia disebut merupakan sosok yang bertanggung jawab atas penahanan sekitar 1 juta orang Uighur.

 

Lembaga HAM Human Rights Watch (HRW) sebelumnya mencatat, penahanan dan peningkatan pengawasan terhadap Muslim Uighur di Xinjiang meningkat pada 2016. Saat itu, sejumlah besar etnis Uighur ditangkap dan ditempatkan di pusat-pusat pelatihan yang diduga merupakan selubung untuk indoktrinasi. Perlakuan terhadap etnis Uighur tersebut, menurut HRW, berbarengan dengan ditempatkannya Chen Quanguo di Kashgar, kota terbesar di Xinjiang.

 

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan, pembatasan itu "melengkapi" tindakan Departemen Perdagangan. Pompeo juga menyatakan, pembatasan visa untuk Pemerintah Cina dan pejabat Partai Komunis yang diyakini bertanggung jawab atau terlibat dalam penahanan atau pelanggaran HAM etnis Uighur di Xinjiang. "Anggota keluarga dari orang-orang semacam itu mungkin juga tunduk pada pembatasan ini," ujar dia.

 

Pompeo pun meminta Cina untuk segera mengakhiri penindasannya di Xinjiang, membebaskan semua yang ditahan secara sewenang-wenang, dan menghentikan upaya penindasan anggota kelompok minoritas Muslim Cina yang tinggal di luar negeri untuk kembali ke Cina. AS akan terus meninjau kembali otoritasnya untuk merespons pelanggaran ini.

 

Sementara itu, Kedutaan Besar Cina di Washington mengutuk pemberlakuan pembatasan visa AS. Keputusan AS, menurut penyataan Kedutaan Besar Cina, secara serius melanggar norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional. Washington dianggap telah mencampuri urusan dalam negeri dan merusak kepentingan Cina. "Cina menyesalkan dan dengan tegas menentang hal itu," kata seorang juru bicara kedutaan dalam pernyataan resmi.

 

Keterangan tersebut pun menolak tuduhan AS atas peristiwa yang terjadi di Xinjiang. Cina menyatakan tidak memiliki masalah hak asasi manusia yang diklaim oleh AS. "Tuduhan oleh pihak AS hanyalah dalih untuk campur tangan," kata juru bicara itu.

 

Rupa-rupanya, kebijakan luar negeri ini turut memengaruhi indeks saham utama AS. Indeks gabungan di AS mengalami kerugian setelah pengumuman Departemen Luar Negeri itu. Pada Selasa (8/10) waktu setempat, Indeks S&P 500 ditutup turun sekitar 1,6 persen. Investor disebut khawatir ketegangan yang meningkat antara Washington dan Beijing dapat merusak upaya untuk mengembalikan negosiasi perdagangan ke jalurnya.

 

AS dan wakil negosiator perdagangan Cina dijadwalkan bertemu di Washington untuk pembicaraan hari kedua, Selasa waktu setempat. South Cina Morning Post melaporkan, Cina telah menghancurkan harapan menjelang perundingan yang dijadwalkan pada Kamis (10/10) antara Wakil Perdana Menteri Cina Liu He, perwakilan dagang AS Robert Lighthizer, dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

 

Sebelumnya, pada Selasa, Cina memperingatkan AS untuk berhenti mencampuri urusannya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Geng Shuang mengatakan, Cina akan terus mengambil langkah tegas untuk melindungi keamanan negara.

 

Daftar hitam perdagangan dari Departemen Perdagangan AS melarang perusahaan untuk membeli komponen dari perusahaan Cina tanpa persetujuan pemerintah AS yang berpotensi melumpuhkan. Langkah ini pun mengikuti daftar serupa yang digunakan oleh Washington dalam upayanya membatasi pengaruh Huawei Technologies Co Ltd karena alasan keamanan nasional.

 

Washington juga bergerak maju dengan diskusi seputar kemungkinan pembatasan aliran modal ke Cina. Hal itu berfokus pada investasi yang dilakukan oleh dana pensiun Pemerintah AS, Bloomberg melaporkan. Kebijakan tarif balasan yang diberlakukan oleh AS dan Cina telah mengguncang pasar keuangan dan memperlambat investasi modal dan arus perdagangan.

 

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva mengeluarkan peringatan keras tentang keadaan ekonomi global. Ia mengatakan, perlambatan ekonomi dapat memburuk jika tidak ada tindakan untuk menyelesaikan konflik perdagangan dan mendukung pertumbuhan. "Kami melambat, kami tidak berhenti, dan itu tidak seburuk itu. Namun, kecuali kita bertindak sekarang, kita berisiko potensi pelambatan yang lebih besar," ujar Georgieva, yang mengambil alih posisi sebagai ketua IMF bulan ini. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:24:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Malaysia Tutup 591 Sekolah di Sarawak akibat Kabut Asap Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:52:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ekspor Minyak Iran Berhenti Total akibat Perang dan Sanksi AS

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:55:44 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Trump Kibarkan Bendera Perang Ekonomi Besar-besaran terhadap Iran

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:04:33 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Presiden Amerika Serikat.

Internasional

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:40:13 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

HUT ke-81 RI, AS Ucapkan Selamat dan Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:03:26 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
24 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
24 Agustus 2026
Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
24 Agustus 2026
Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
24 Agustus 2026
Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
24 Agustus 2026
Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
24 Agustus 2026
PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah
23 Agustus 2026
Udara di Pelalawan Kurang Sehat, Siswa Wajib Pakai Masker, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi
22 Agustus 2026
Polda Riau Kerahkan 5 Ahli Bongkar Karhutla di HGU PT TKWL
22 Agustus 2026
Dekatkan Layanan Publik,Agung Bikin Gebrakan Buka Akses Perizinan Hingga Tingkat Kecamatan
22 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
  • 2 Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
  • 3 Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
  • 4 Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
  • 5 Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
  • 6 Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
  • 7 PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com