• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2184 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4527 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4548 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4499 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4610 Kali

  • Home
  • Internasional

Demonstrasi di Irak Meluas, Korban Berjatuhan

Redaksi Radarpku

Kamis, 03 Oktober 2019 09:05:15 WIB
Cetak
Demonstrasi di Irak Meluas, Korban Berjatuhan

NASIRIYA -- Unjuk rasa di beberapa Provinsi Irak telah menelan korban, tujuh orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka, Rabu (2/10). Sepanjang dua hari unjuk rasa, total korban meninggal sebanyak sembilan orang dan ratusan luka-luka.

 

Laporan VOA News menyatakan, korban terus berjatuhan ketika pasukan keamanan menembakkan amunisi dan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa. Mereka melakukan aksi antipemerintah menuntut pekerjaan, meningkatkan layanan dan mengakhiri korupsi.

 

Sebelum jatuhnya korban meninggal sebanyak tujuh orang, sehari sebelumnya protes tersebut telah menelan dua nyawa di Baghdad dan Nasiriyah. Sedangkan lebih dari 200 terluka dalam Selasa.

 

"Hak untuk berdemonstrasi secara damai adalah hak mendasar di semua negara demokrasi, tetapi tidak ada tempat untuk kekerasan dalam demonstrasi dari pihak mana pun," tulis Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad melalui akun Twitter.

 

 

Unjuk rasa besar tersebut merupakan bentuk luapan kemarahan publik terhadap pemerintah Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi. Sedangkan menurut versi yang dikutip Aljazirah, Direktur Observatorium Irak untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, tiga pemrotes dan satu polisi tewas di Nasiriya dalam bentrokan pada Rabu. Sedikitnya 78 orang juga terluka.

 

Untuk jumlah sembilan orang meninggal, Aljazirah menelusuri kabar tersebut didapatkan dari sumber-sumber medis dan keamanan. Hanya saja, angka itu tidak dapat diverifikasi secara independen.

 

Kepolisian menyatakan, pihak berwenang mengerahkan pasukan kontraterorisme di Nasiriya setelah polisi kehilangan kendali. Pertempuran senjata meletus antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan. Jam malam pun diberlakukan di Nasiriya dan dua kota selatan lainnya, Amara, dan Hilla.

 

Sementara itu, di ibu kota, Tahrir Square ditutup pada Rabu oleh tentara bersenjata berat dan puluhan polisi antihuru-hara, dengan beberapa demonstran berkumpul di tepinya. Ratusan pengunjuk rasa, termasuk lulusan universitas, telah berunjuk rasa di sana sejak sehari sebelumnya.

 

Profesor Hubungan Internasional di Universitas Mustansiriya di Baghdad Ali al-Nashmi menggambarkan protes terbaru sebagai aksi paling serius yang telah pernah terjadi di Irak. "Para pengunjuk rasa meningkatkan banyak slogan, mereka menginginkan pekerjaan, mereka ingin memerangi korupsi, mereka ingin listrik," ujarnya.

 

Dengan tujuan yang jelas, unjuk rasa tersebut lebih mencari kesejahteraan untuk masyarakat. Mereka, menurut al-Nashmi, tidak bisa digolongkan sebagai salah satu pengikut agama tertentu atau partai politik sehingga akan sulit mengendalikan atau bernegosiasi dengan mereka.

 

Para pengunjuk juga turun ke jalan-jalan di al-Shaab di Baghdad utara dan Zafaraniya di selatan. Polisi antihuru-hara pun berusaha membubarkan dengan gas air mata dan peluru tajam ditembakkan di udara.

 

 

"Saya keluar hari ini untuk mendukung saudara-saudara saya di Lapangan Tahrir," kata Abdallah Walid di Zafaraniya, tempat para pemrotes membakar ban di jalan-jalan yang dipenuhi kendaraan polisi.

 

Perempuan berusia 27 tahun ini menyatakan, masyarakat telah bertahun-tahun menuntut penyediaan lapangan kerja dan layanan publik yang lebih baik. Namun, pemerintah tidak pernah menanggapi tuntutan tersebut.

 

Pemerintah Irak juga sepertinya terkejut atas besarnya aksi unjuk rasa tersebut, termasuk cakupannya di media sosial. Kondisi itu pun akhirnya membuat pemerintah membatasi akses internet.

 

Observatorium penghambat internet Net Blocks mengatakan, cakupan internet telah terputus di sebagian besar wilayah Irak, termasuk Baghdad. Terjadi penurunan konektivitas hingga di bawah 70 persen.

 

Abdul Mahdi pada Rabu memimpin pertemuan darurat dewan keamanan nasional, yang kemudian mengeluarkan pernyataan menyesali kematian dan cedera di kedua kelompok selama protes Selasa. Dia menegaskan hak untuk protes dan kebebasan berekspresi.

 

"Dewan menegaskan hak untuk memprotes, kebebasan berekspresi, dan tuntutan sah para pemrotes, tetapi, pada saat yang sama mengutuk tindakan vandalisme yang menyertai protes," kata Abdul Mahdi, dikutip dari Aljazirah, Kamis (3/10). 

 

Kementerian Pertahanan menyatakan, semua unit militer ditempatkan dalam siaga tinggi. Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, Perdana Menteri telah menjanjikan pekerjaan bagi lulusan yang masih menganggur.

 

 

Dia menginstruksikan kementerian perminyakan dan badan pemerintah lainnya untuk mulai memasukkan kuota 50 persen untuk pekerja lokal dalam kontrak berikutnya dengan perusahaan asing. Menurut data Bank Dunia, pengangguran muda di Irak lebih dari 20 persen.

 

PBB menyatakan keprihatinannya atas kekerasan dan mendesak agar kondisi segera tenang. Perwakilan khusus sekretaris jenderal PBB untuk Irak Jeanine Hennis-Plasschaert menegaskan kembali dalam sebuah pernyataan hak warga untuk memprotes.

 

Presiden Irak Barham Salih di Twitter mengingatkan pasukan keamanan kalau protes damai adalah hak konstitusional. "Anak-anak muda Irak kami mencari reformasi dan pekerjaan, dan tugas kami adalah untuk memenuhi tuntutan yang sah ini," katanya.

 

Parlemen juga telah memerintahkan penyelidikan atas kekerasan yang dilakukan pasukan pengaman. Komite HAM Parlemen mengkritik pasukan keamanan atas penindasan terhadap demonstrasi. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Bersiap Tingkatkan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:12:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
10 Oktober 2026
Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
10 Oktober 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
10 Oktober 2026
SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI
09 Oktober 2026
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
09 Oktober 2026
Bupati Afni Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla upaya Penghijauan dan Menghindari Alih Fungsi Hutan
09 Oktober 2026
Wawako Pekanbaru Razia Hotel dan Wisma, 30 Orang Diamankan
09 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
  • 2 Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
  • 3 DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
  • 4 Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
  • 5 Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
  • 6 Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
  • 7 SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com