• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2183 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4526 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4547 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4498 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4609 Kali

  • Home
  • Internasional

Pilpres Afghanistan Dibayangi Ketakutan

Redaksi Radarpku

Senin, 23 September 2019 10:06:05 WIB
Cetak
Pilpres Afghanistan Dibayangi Ketakutan

KABUL -- Afghanistan akan mengadakan pemilihan presiden baru, pekan ini. Warga Afghanistan khawatir pemilihan tersebut dirusak oleh kekerasan dan penipuan, seperti yang terjadi selama dekade terakhir. Dua pekan lalu, belasan orang terbunuh ketika Taliban meratakan sebuah rumah sakit dalam serangannya di selatan. Ada juga serangan pesawat tak berawak milik Amerika Serikat (AS) yang menabrak warga setempat saat sedang memanen kacang pinus di wilayah timur.

 

Pemilihan presiden juga dibayangi oleh kelanjutan upaya kontroversial AS untuk menegosiasikan penarikan pasukan dari Afghanistan. Siapa pun yang memenangkan pemilihan presiden akan bertanggung jawab memperluas kesepakatan untuk melindungi pasukan keamanan Afghanistan. Presiden terpilih dinilai juga perlu menegosiasikan perihal gencatan senjata.

 

"Memilih ketika ada situasi yang buruk, berarti Anda gila. Saya tidak gila, tempat pemungutan suara tidak aman," kata seorang pengemudi taksi, Qasim Walizada, seperti dilansir di the Guardian, Ahad (22/9).

 

Ada 18 kandidat presiden Afghanistan, tetapi hanya dua orang berpeluang. Keduanya, yakni petahana Ashraf Ghani dan Abdullah Abdullah. Banyak analis memprediksi, pemilihan kali ini tidak berbeda jauh dengan kontes pada 2014. Perselisihan dan kecurangan hasil pemilihan diduga akan terulang. "Itu akan memiliki konsekuensi yang sangat mengerikan bagi Afghanistan, terutama karena pemilihan ini dimaksudkan untuk menunjukkan kelanjutan dari proses demokrasi dan lembaga dalam negosiasi dengan Taliban," kata analis dari Afghanistan Analysts Network (AAN) Ali Yawar Adili.

 

Direktur Jenderal Kantor Publik dan Urusan Strategis Afghanistan Waheed Omer mengatakan, jumlah warga yang terdaftar sebagai calon pemilih sekitar sembilan juta. Dia tidak dapat memprediksi tingkat partisipasi dalam pemilihan kali ini. "Tetapi, kami berharap dan melakukan yang terbaik, setidaknya lebih banyak pemilih dibandingkan pemilihan parlemen," kata dia.

 

Sumber-sumber diplomatik mengatakan, jumlah pemilih yang terdaftar mencerminkan keoptimisan. Sebab, di beberapa kota, suara untuk pemilihan parlemen sempat berkurang tahun lalu sebagai dampak ancaman Taliban di mana-mana.

 

Di beberapa daerah yang aman, beberapa pemilih sudah muak dengan Ghani dan Abdullah. Pasalnya, mereka dinilai gagal membendung kekerasan, mencegah penurunan ekonomi, dan tindak korupsi yang terjadi di Afghanistan. "Tidak ada kandidat yang bisa dipercaya," kata seorang guru di Provinsi Balkh Utara, Sabara Akhlaqi.

 

Dia mengatakan, siapa pun pemenangnya akan mengisi kantong pribadinya dengan uang negara. "Jika memilih mereka, kita akan berbagi tanggung jawab atas apa yang mereka lakukan," ujarnya. Wakil Menteri Dalam Negeri Afghanistan Jenderal Khoshal Sadat mengatakan, pemerintah akan melakukan operasi keamanan besar. Mereka akan mengerahkan 70 ribu polisi untuk melindungi tempat pemungutan suara.

 

Jari pemilih yang telah memberikan suaranya akan dicelupkan tinta dan sulit dihapus. Ini untuk mencegah mereka memberikan suara berkali-kali. Tapi, hal tersebut berisiko bagi orang-orang yang kembali ke daerah yang dikuasai Taliban. Jari pemilih yang bertinta dianggap sebagai tanda pembangkangan. Dalam pemilihan lalu, Taliban telah memotong jari orang-orang yang memberikan suara.

 

Di lain sisi, AS telah menarik dana bantuan 160 juta dolar AS untuk Afghanistan. Keputusan ini tidak terlepas dari kemungkinan terjadinya tindak pidana korupsi selama masa pemilihan presiden. "Kami ingin pemilihan yang bebas dan adil," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Dia menyebut, AS akan maksimal mendukung Afghanistan. "Kami membutuhkan setiap aktor di wilayah ini, setiap pemimpin, setiap warga negara di Afghanistan untuk bekerja menuju tujuan itu," ujar Mike.

 

Afghanistan menyediakan sebuah sistem biometrik baru untuk memverifikasi identitas pemilih. Tujuannya, untuk mengurangi pemilih fikstif. Namun, kelompok masyarakat sipil mengingatkan mesin tersebut tidak dapat mencegah terjadinya duplikat suara. Panitia pelaksana pemilihan presiden belum memperoleh pelatihan untuk mengoperasikannya. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Bersiap Tingkatkan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:12:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
10 Oktober 2026
Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
10 Oktober 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
10 Oktober 2026
SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI
09 Oktober 2026
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
09 Oktober 2026
Bupati Afni Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla upaya Penghijauan dan Menghindari Alih Fungsi Hutan
09 Oktober 2026
Wawako Pekanbaru Razia Hotel dan Wisma, 30 Orang Diamankan
09 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
  • 2 Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
  • 3 DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
  • 4 Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
  • 5 Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
  • 6 Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
  • 7 SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com