• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2955 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2927 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2907 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2905 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2902 Kali

  • Home
  • Internasional

Pilpres Afghanistan Dibayangi Ketakutan

Redaksi Radarpku

Senin, 23 September 2019 10:06:05 WIB
Cetak
Pilpres Afghanistan Dibayangi Ketakutan

KABUL -- Afghanistan akan mengadakan pemilihan presiden baru, pekan ini. Warga Afghanistan khawatir pemilihan tersebut dirusak oleh kekerasan dan penipuan, seperti yang terjadi selama dekade terakhir. Dua pekan lalu, belasan orang terbunuh ketika Taliban meratakan sebuah rumah sakit dalam serangannya di selatan. Ada juga serangan pesawat tak berawak milik Amerika Serikat (AS) yang menabrak warga setempat saat sedang memanen kacang pinus di wilayah timur.

 

Pemilihan presiden juga dibayangi oleh kelanjutan upaya kontroversial AS untuk menegosiasikan penarikan pasukan dari Afghanistan. Siapa pun yang memenangkan pemilihan presiden akan bertanggung jawab memperluas kesepakatan untuk melindungi pasukan keamanan Afghanistan. Presiden terpilih dinilai juga perlu menegosiasikan perihal gencatan senjata.

 

"Memilih ketika ada situasi yang buruk, berarti Anda gila. Saya tidak gila, tempat pemungutan suara tidak aman," kata seorang pengemudi taksi, Qasim Walizada, seperti dilansir di the Guardian, Ahad (22/9).

 

Ada 18 kandidat presiden Afghanistan, tetapi hanya dua orang berpeluang. Keduanya, yakni petahana Ashraf Ghani dan Abdullah Abdullah. Banyak analis memprediksi, pemilihan kali ini tidak berbeda jauh dengan kontes pada 2014. Perselisihan dan kecurangan hasil pemilihan diduga akan terulang. "Itu akan memiliki konsekuensi yang sangat mengerikan bagi Afghanistan, terutama karena pemilihan ini dimaksudkan untuk menunjukkan kelanjutan dari proses demokrasi dan lembaga dalam negosiasi dengan Taliban," kata analis dari Afghanistan Analysts Network (AAN) Ali Yawar Adili.

 

Direktur Jenderal Kantor Publik dan Urusan Strategis Afghanistan Waheed Omer mengatakan, jumlah warga yang terdaftar sebagai calon pemilih sekitar sembilan juta. Dia tidak dapat memprediksi tingkat partisipasi dalam pemilihan kali ini. "Tetapi, kami berharap dan melakukan yang terbaik, setidaknya lebih banyak pemilih dibandingkan pemilihan parlemen," kata dia.

 

Sumber-sumber diplomatik mengatakan, jumlah pemilih yang terdaftar mencerminkan keoptimisan. Sebab, di beberapa kota, suara untuk pemilihan parlemen sempat berkurang tahun lalu sebagai dampak ancaman Taliban di mana-mana.

 

Di beberapa daerah yang aman, beberapa pemilih sudah muak dengan Ghani dan Abdullah. Pasalnya, mereka dinilai gagal membendung kekerasan, mencegah penurunan ekonomi, dan tindak korupsi yang terjadi di Afghanistan. "Tidak ada kandidat yang bisa dipercaya," kata seorang guru di Provinsi Balkh Utara, Sabara Akhlaqi.

 

Dia mengatakan, siapa pun pemenangnya akan mengisi kantong pribadinya dengan uang negara. "Jika memilih mereka, kita akan berbagi tanggung jawab atas apa yang mereka lakukan," ujarnya. Wakil Menteri Dalam Negeri Afghanistan Jenderal Khoshal Sadat mengatakan, pemerintah akan melakukan operasi keamanan besar. Mereka akan mengerahkan 70 ribu polisi untuk melindungi tempat pemungutan suara.

 

Jari pemilih yang telah memberikan suaranya akan dicelupkan tinta dan sulit dihapus. Ini untuk mencegah mereka memberikan suara berkali-kali. Tapi, hal tersebut berisiko bagi orang-orang yang kembali ke daerah yang dikuasai Taliban. Jari pemilih yang bertinta dianggap sebagai tanda pembangkangan. Dalam pemilihan lalu, Taliban telah memotong jari orang-orang yang memberikan suara.

 

Di lain sisi, AS telah menarik dana bantuan 160 juta dolar AS untuk Afghanistan. Keputusan ini tidak terlepas dari kemungkinan terjadinya tindak pidana korupsi selama masa pemilihan presiden. "Kami ingin pemilihan yang bebas dan adil," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Dia menyebut, AS akan maksimal mendukung Afghanistan. "Kami membutuhkan setiap aktor di wilayah ini, setiap pemimpin, setiap warga negara di Afghanistan untuk bekerja menuju tujuan itu," ujar Mike.

 

Afghanistan menyediakan sebuah sistem biometrik baru untuk memverifikasi identitas pemilih. Tujuannya, untuk mengurangi pemilih fikstif. Namun, kelompok masyarakat sipil mengingatkan mesin tersebut tidak dapat mencegah terjadinya duplikat suara. Panitia pelaksana pemilihan presiden belum memperoleh pelatihan untuk mengoperasikannya. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Prabowo Datangi Kedubes Qatar, Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Father Emir

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:19:36 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Presiden RI Prabowo Subi.

Internasional

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:50:07 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Israel Tetapkan Pemilu 27 Oktober, Netanyahu Siap Bertarung Lagi

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:24:57 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Iran Kritik Pernyataan PBB, Sebut Akar Masalah Konflik adalah Amerika

Senin, 13 Juli 2026 - 10:00:04 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Iran Siap Balas Setiap Serangan Amerika Serikat

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:07:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Ketua Parlemen Iran, Mohammad B.

Internasional

Trump Bersikeras Hapus Hak Kewarganegaraan AS Berdasarkan Kelahiran

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:15:31 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Impor Riau Melonjak 140 Persen, BPS: Lonjakan Impor Riau Ditopang Barang Modal Bernilai Tinggi
16 Juli 2026
Kesalahan Administrasi, Gaji 13 Tiga OPD Pemkab Kuansing Tak Cair
16 Juli 2026
29 Warga di Pekanbaru Terjaring Buang Sampah Sembarangan
16 Juli 2026
Ternyata Ada Tidur Terpuji dan Tidur yang Tercela Menurut Islam, Apa Perbedaan Keduanya?
16 Juli 2026
Prabowo Beri Tenggat 1 Bulan untuk Benahi Tata Kelola Program MBG
16 Juli 2026
Prabowo Datangi Kedubes Qatar, Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Father Emir
16 Juli 2026
Antusias Warga Watuduwur Sambut Pembukaan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708 Purworejo
15 Juli 2026
Wakil Bupati Purworejo Resmi Buka TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708/Purworejo di Desa Watuduwur
15 Juli 2026
Berantas Penambangan Ilegal, Polisi Tertibkan Aktivitas PETI di Sepanjang Sungai Kuantan
15 Juli 2026
Orang Tua Diminta Lapor Jika Ada Perpeloncoan Saat MPLS di Pekanbaru
15 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Impor Riau Melonjak 140 Persen, BPS: Lonjakan Impor Riau Ditopang Barang Modal Bernilai Tinggi
  • 2 Kesalahan Administrasi, Gaji 13 Tiga OPD Pemkab Kuansing Tak Cair
  • 3 29 Warga di Pekanbaru Terjaring Buang Sampah Sembarangan
  • 4 Ternyata Ada Tidur Terpuji dan Tidur yang Tercela Menurut Islam, Apa Perbedaan Keduanya?
  • 5 Prabowo Beri Tenggat 1 Bulan untuk Benahi Tata Kelola Program MBG
  • 6 Prabowo Datangi Kedubes Qatar, Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Father Emir
  • 7 Antusias Warga Watuduwur Sambut Pembukaan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708 Purworejo

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com