• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2182 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4525 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4546 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4497 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4607 Kali

  • Home
  • Internasional

Iran Tuding Eropa Gagal Penuhi Komitmen

Redaksi Radarpku

Senin, 09 September 2019 09:40:16 WIB
Cetak
Iran Tuding Eropa Gagal Penuhi Komitmen
foto rep

TEHERAN -- Iran menuding negara-negara Eropa gagal memenuhi komitmennya dalam perjanjian nuklir 2015. Pernyataan ini muncul sehari setelah Teheran mengumumkan pelanggaran lebih lanjut atas batas kegiatan nuklir yang ditetapkan oleh perjanjian tersebut. Kesepakatan itu melarang program nuklir Iran yang dipermasalahkan. Sebagai imbalannya, sanksi Iran akan dicabut. Tapi, saat Amerika Serikat (AS) mundur dari perjanjian tersebut, sanksi itu kembali diberlakukan. Iran kesulitan mengekspor produk minyaknya.

 

Prancis, Jerman, dan Inggris mencoba meluncurkan mekanisme perdagangan barter dengan Iran. Mereka mencoba melindunginya dari sanksi AS. Teheran telah menetapkan batas 60 hari bagi negara-negara Eropa tersebut untuk melakukan upaya itu.

 

"Sayangnya, pihak-pihak Eropa telah gagal memenuhi komitmen mereka, Iran akan bertindak sesuai dengan yang telah kami lakukan sejauh ini dengan secara bertahap menurunkan komitmen kami," kata Direktur Nuklir Iran, Ali Akbar Salehi, Ahad (8/9). Menurut dia, Teheran akan terus mengurangi komitmen nuklirnya selama pihak lain gagal melaksanakan komitmen mereka.

 

Feruta, inspektur yang memantau program nuklir Teheran, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. Seperti dilansir di berita resmi Fars, Feruta menyebut, apa yang dilakukan Iran diizinkan berdasarkan paragraf 36 dari perjanjian nuklir. "(Zarif) menggarisbawahi perlunya badan International Atomic Energy Agency (IAEA) untuk menghormati prinsip-prinsip profesional, menjaga kerahasiaan, dan melaksanakan tugasnya tanpa memihak," tulis kantor berita resmi Iran, IRNA.

 

Para pejabat Iran mengatakan, paragraf tersebut memungkinkan satu pihak dalam kesepakatan untuk memotong komitmennya jika yang lain tidak memenuhi komitmen mereka. Dewan Gubernur IAEA yang beranggotakan 35 negara akan membahas Iran pada pertemuan triwulanan yang dimulai pada Senin (9/9).

 

Sejak Mei, Iran mulai melanggar batas kapasitas nuklir yang ditetapkan oleh kesepakatan. Ini merupakan pembalasan Iran atas tekanan AS terhadap Iran untuk menegosiasikan pembatasan pada program rudal balistik dan dukungan untuk pasukan proksi di sekitar Timur Tengah. "Tindakan yang mereka ambil negatif, tetapi tidak definitif. Mereka dapat kembali (dengan kepatuhan penuh) dan jalan dialog masih terbuka," ujar Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves le Drian.

 

Iran mengklaim mampu meningkatkan pengayaan uranium melewati tingkat 20 persen. Secara bersamaan, Iran pun telah meluncurkan sebuah mesin sentrifugal.

 

Langkah tersebut merupakan pelanggaran lebih lanjut di bawah kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015. "Kami mulai meningkatkan batasan pada penelitian dan pengembangan kami yang diberlakukan oleh perjanjian, ini akan mencakup pengembangan sentrifugal yang lebih cepat dan maju," kata juru bicara Badan Nuklir Iran, Behrouz Kamalvandi, pada konferensi pers yang disiarkan televisi.

 

JCPOA membatasi program nuklir Iran dengan adanya imbalan bantuan dari sanksi. Namun, kesepakatan mulai ditinggalkan oleh Teheran, semenjak AS menarik diri dari JCPOA tahun lalu dan memberikan sanksi perdagangan minyak Iran. Pada Mei Iran telah mulai melampaui batas kapasitas nuklir yang ditetapkan oleh JCPOA sebagai balasan atas tekanan AS kepada Iran. Iran dapat memperkaya uranium sebesar 3,67 persen, sesuai untuk pembangkit listrik sipil. Jauh di bawah ambang batas kadar senjata nuklir sebesar 90 persen.

 

Inspektur nuklir PBB melaporkan pada Juli, Iran telah meningkatkan pengayaan murni hingga 4,5 persen. Kamalvandi mengatakan, Teheran sekarang dapat melampaui level 20 persen, tingkatan yang lebih signifikan menuju 90 persen. Namun, menurut dia, sekarang tidak perlu sampai sana. "Pihak-pihak Eropa dalam perjanjian harus tahu, tidak ada banyak waktu yang tersisa, dan jika ada beberapa tindakan yang harus diambil (untuk menyelamatkan JCPOA), itu harus dilakukan dengan cepat," ujar Kamalvandi.

 

Adapun kesepakatan itu membatasi jumlah mesin yang memperkaya uranium, sekitar 6.000, turun dari sekitar 19 ribu sebelum 2015. Ini memungkinkan Iran memperbaiki uranium dengan sentrifugal IR-1 generasi pertama yang lambat. Kemudian, menggunakan sejumlah kecil sentrifugal yang lebih canggih untuk penelitian, tetapi tanpa menimbun uranium yang diperkaya untuk jangka waktu 10 tahun.

 

Kamalvandi menyebut, Iran mulai menggunakan serangkaian sentrifugal. Rangkaian ini lebih maju sebagai bagian dari langkah bertahap untuk menurunkan komitmen nuklirnya. Dia mengatakan, ini termasuk mesin IR-6 yang sekarang telah diberi umpan gas (uranium). Rantai 20 sentrifugal IR-4 juga telah dimulai. Begitu juga IR-6 yang dimulai sebagai rantai 20. "Kami akan segera menguji sentrifugal IR-8 kami dengan menyuntikkan gas ke mesin 3 IR-8," kata dia. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Bersiap Tingkatkan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:12:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
10 Oktober 2026
Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
10 Oktober 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
10 Oktober 2026
SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI
09 Oktober 2026
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
09 Oktober 2026
Bupati Afni Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla upaya Penghijauan dan Menghindari Alih Fungsi Hutan
09 Oktober 2026
Wawako Pekanbaru Razia Hotel dan Wisma, 30 Orang Diamankan
09 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
  • 2 Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
  • 3 DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
  • 4 Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
  • 5 Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
  • 6 Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
  • 7 SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com