• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2177 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4519 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4541 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4492 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4601 Kali

  • Home
  • Internasional

Iran: AS Memainkan Permainan yang Sangat Berbahaya

Redaksi Radarpku

Kamis, 23 Mei 2019 09:54:48 WIB
Cetak
Iran: AS Memainkan Permainan yang Sangat Berbahaya

TEHERAN -- Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif memperingatkan Amerika Serikat (AS) yang menurutnya sedang 'memainkan permainan berbahaya'. Sejak bulan lalu AS mengirimkan aset militernya ke kawasan teluk. Langkah yang memicu memanasnya hubungan mereka dengan Iran. Zarif mengkritik langkah AS mengerahkan kapal induk dan pesawat bomber ke Timur Tengah. AS beralasan pengerahan kekuatan militer itu untuk merespon ancaman Iran yang tidak mereka jelas. Zarif mengatakan mengerahkan aset militer di area kecil cenderung rentan terhadap insiden.

 

"Dibutuhkan kehati-hatian tingkat tinggi dan Amerika Serikat memainkan permainan yang sangat, sangat berbahaya," kata Zarif kepada stasiun televisi CNN, seperti dikutip di Aljazirah, Rabu (22/5). Ketegangan antara Teheran dan Washington mencapai puncaknya pada bulan ini. Satu tahun setelah Presiden AS Donald Trump menarik negaranya dari perjanjian nuklir 2015 yang ditanda tangani dengan Iran dan kekuatan besar dunia lainnya.

 

Dibawah kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) atau yang dikenal kesepakatan nuklir 2015 Iran sepakat untuk membatasi program nuklir mereka. Sebagai gantinya sanksi ekonomi terhadap mereka dicabut. Sejak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 pemerintahan Trump menggelar kampanye 'tekanan maksimal' terhadap Teheran. Langkah yang membuat AS dianggap sebagai aktor perusak stabilitas Timur Tengah. 

 

Zarif mengatakan Teheran sudah bertindak dengan itikad baik. Ia menuduh AS menerapkan 'perang ekonomi' dengan memberlakukan kembali sanksi ekonomi dan memotong ekspor minyak Iran sampai ketitik nol. "Iran tidak pernah bernegosiasi dengan pemaksaan, Anda tidak bisa mengancam rakyat Iran dan berharap mereka untuk terlibat, caranya dengan sikap menghormati, bukan dengan mengancam," kata Zarif.

 

Ia menambahkan akan ada 'konsekuensi menyakitkan' jika ketegangan yang terjadi saat ini semakin memanas. Dalam pidatonya di televisi Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan setiap kali pemerintah AS mengancam Iran baik dengan tekanan internasional maupun domestik artinya 'mereka akan menyesal dalam waktu kurang dari dua jam'.

 

"Mereka yang memiliki tanggung jawab dunia di pundak telah memberitahu Gedung Putih ini cara yang sangat berbahaya untuk dikatakan, dan tekanan Pentagon membuat presiden meminta maaf dan mengatakan tidak bermaksud untuk memulai perang atau serangan," kata Rouhani.

 

Di saat AS dan Iran saling melemparkan retorika keras, Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengumumkan Baghdad akan mengirimkan utusan ke Washington dan Teheran untuk meminta keduanya 'menghentikan ketegangan'. Sebab perang kata yang sedang berlangsung dapat meletus menjadi perang militer.

 

Abdul Mahdi juga mengatakan tidak ada satu pun kelompok di Irak yang ingin perang terjadi. Pernyataan ini ia katakan dua hari setelah sebuah roket meledak di dekat Kedutaan Besar AS di Baghdad. Pekan lalu AS sudah memerintahkan penarikan pegawai kedutaan non-esesial dari Irak. Mereka mengatakan penarikan itu dilakukan karena ada ancaman dari Iran. Tapi lagi-lagi mereka tidak menjelaskan ancaman seperti apa yang Iran berikan.

 

AS juga memasukan Garda Revolusi Iran kedalam kelompok teroris. Pasukan elit Iran itu memang memiliki hubungan dengan sejumlah kelompok bersenjata yang beroperasi di Irak. Iran membalasnya dengan memasukan Komando Pusat Militer AS kedalam daftar kategori yang sama.

 

Pada Selasa (21/5) Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan mengatakan di saat ancaman dari Iran di kawasan masih tinggi potensi serangan ke AS telah 'dibendung'. "Saya katakan kami sedang dimasa di mana ancaman tetap tinggi dan pekerjaan kami memastikan tidak ada kesalahan perhitungan dari Iran," kata Shanahan di Pentagon. 

 

Sebelumnya Trump juga sudah memperingatkan Iran 'untuk tidak pernah lagi mengancam AS'. "Jika Iran ingin berperang, maka Iran akan resmi berakhir," katanya. Presiden AS ke-45 itu tidak menjelaskan maksud perkataannya. Zarif menolak pernyataan Trump itu sebagai 'ejekan genosida'. "Iran sudah berdiri sejak ribuan tahun sementara para penyerang pergi," tulis Zarif di media sosial Twitter.

 

Walaupun kedua belah pihak kerap mengatakan mereka siap berperang. Tapi mereka juga selalu menegaskan tidak ingin berperang. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Bersiap Tingkatkan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:12:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 - 09:09:12 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI
09 Oktober 2026
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
09 Oktober 2026
Bupati Afni Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla upaya Penghijauan dan Menghindari Alih Fungsi Hutan
09 Oktober 2026
Wawako Pekanbaru Razia Hotel dan Wisma, 30 Orang Diamankan
09 Oktober 2026
4.127 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Terbanyak Muncul di Sumsel
09 Oktober 2026
Malaikat atau Orang yang Saleh, Mana yang Lebih Utama?
09 Oktober 2026
Komisi II DPR Dorong Pembentukan Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
09 Oktober 2026
400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan
09 Oktober 2026
PT ORI Tanam Investasi Rp1,6 Triliun di KITB Siak, Bupati Afni: Akan Banyak Investasi Lagi
08 Oktober 2026
3 Pesawat Sempat Holding di Langit Riau, Akhirnya Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
08 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI
  • 2 Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
  • 3 Bupati Afni Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla upaya Penghijauan dan Menghindari Alih Fungsi Hutan
  • 4 Wawako Pekanbaru Razia Hotel dan Wisma, 30 Orang Diamankan
  • 5 4.127 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Terbanyak Muncul di Sumsel
  • 6 Malaikat atau Orang yang Saleh, Mana yang Lebih Utama?
  • 7 Komisi II DPR Dorong Pembentukan Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com