• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3576 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3560 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3530 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3609 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3550 Kali

  • Home
  • Nasional

Jika Jokowi Berpasangan dengan Ustaz Somad atau Anies Baswedan

Redaksi Radarpku

Selasa, 27 Februari 2018 08:20:42 WIB
Cetak
Jika Jokowi Berpasangan dengan Ustaz Somad atau Anies Baswedan

RADARPEKANBARU.COM. - PDIP sudah mendeklarasikan Joko Widodo menjadi calon presiden pada Pilpres 2019 mendatang. Usai pendeklarasian di Bali tersebut, sejumlah nama pun masuk dalam kandidat calon wakil presiden pendamping Jokowi pada pesta demokrasi tahun depan. Tak hanya dari dunia politik atau politikus saja yang mencuat sebagai calon presiden atau calon wakil presiden. Nama-nama dari kalangan tokoh agama muncul secara tak diduga dalam survei Media Survei Nasional (Median) terkait elektabilitas sejumlah calon presiden 2019.

Survei tersebut terlebih dulu menyuguhkan 33 nama tokoh nasional kepada responden yang memiliki hak pilih. Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengungkapkan, meski menyodorkan 33 nama tersebut, penelitiannya tetap mempersilakan responden mengajukan nama lain sebagai calon presiden. Yang menarik, muncul nama dua ulama yang dalam satu tahun terakhir wara-wiri dalam pemberitaan media massa. Keduanya yakni Habib Rizieq Shihab dan Ustaz Abdul Somad. Dua ulama yang sedang naik daun tersebut masuk ternyata dipilih responden untuk menjadi capres atau cawapres pada Pilpres 2019.

Padahal, menurut Rico, nama Habib Rizieq dan Ustaz Somad tidak tercantum dalam daftar nama capres yang disodorkan Median. "Saya kira dengan model seperti ini jauh lebih fair karena lebih terbuka," tutur dia dalam peluncuran hasil survei Median yang dilakukan pada 1–9 Februari 2018, di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (22/2). Dalam elektablitas sebagai capres, kedua ulama itu mengantongi 0,3 persen. Angka itu berada di atas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dengan 0,2 persen, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (0,2 persen), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (0,2 persen), dan mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko (0,1 persen).

Rico mengatakan, pertanyaan yang diajukan kepada responden saat itu adalah "jika pemilihan presiden dilakukan saat ini, dari daftar nama di bawah ini siapakah yang Anda pilih menjadi Presiden RI, dan jika pilihan Anda tidak ada dalam daftar, harap Anda sebutkan?". Dari kalangan politikus berbasis parpol Islam, muncul nama mantan presiden PKS Anis Matta yang mengantongi elektabitas 1,5 persen. Anis mengungguli nama-nama besar lain yang muncul belakangan, seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

"Capres dengan suara terbesar dari kalangan politikus basis Islam, sejauh ini adalah Anis Matta," ujar Rico. Selain Anies, ada juga Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah (0,9 persen); TGB Zainul Majdi (0,8 persen); Ahmad Heryawan (0,6 persen); Mahfud MD (0,5 persen); dan Rhoma Irama (0,3 persen). Nama-nama lainnya, seperti Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), berada di bawah persentase tersebut.

Politikus PAN, Muslim Ayub, mengaku pihaknya tidak terlalu percaya dengan hasil survei Median. Ayub pernah meminta kepada Zulhas untuk menjadi penantang Joko Widodo pada 2019 mendatang. "Meski tidak secara resmi, kami pernah meminta Pak Zul untuk maju, baik itu capres maupun cawapres," ujar Ayub. Dia sangat yakin elektabilitas Zulhas cukup tinggi, tidak seperti yang disampaikan oleh lembaga survei pada beberapa waktu lalu.

Lalu bagaimana peluang Joko Widodo memenangkan Pilpres 2019, mengingat sejumlah penantang punya kans cukup kuat. Sebut saja Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Mencalonkan Prabowo sebagai capres merupakan harga mati bagi Partai Gerindra. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, kecil kemungkinan Partai Gerindra mencalonkan tokoh lain selain Prabowo. "Saya kira sejauh ini boleh dikatakan seratus persen semua kader Gerindra menginginkan Pak Prabowo sebagai calon presiden," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/2).

Terkait hal tersebut, Fadli mengatakan dalam waktu dekat Partai Gerindra akan melakukan konsolidasi nasional pada Maret 2018 ini. "Tanggalnya sedang ditentukan dan kita melihat jadwal-jadwal yang lain," tutur Wakil Ketua DPR tersebut. Sementara, untuk calon wakil presiden (cawapres), Partai Gerindra mengaku belum menggodok seperti apa cawapres yang diharapkan. Pasalnya hal itu diputuskan nanti setelah bertemu dengan partai mitra koalisi. "Ya nanti pada waktunya kita melihat, sekarang ini ya tentu lagi persiapan lah ancang-ancang dan akan duduk di komunikasi politik untuk dijalankan terus," ucap Fadli. Wakil Sekjen DPP Gerindra Andre Rosiade mengatakan, dalam pencalonan presiden, Gerindra memang membutuhkan partai lain untuk berkoalisi. Sejauh ini PKS masih disebut sebagai partai yang akan berkoalisi pada Pilpres 2019 mendatang.

"Kita tahu PKS komitmen dengan kita, tapi tidak menutup kemungkinan Gerindra akan membuka komunikasi dengan partai lain yang belum mencalonkan Jokowi," kata Andre, Ahad (25/2). Gerindra, lanjut Andre, akan terus membuka komunikasi dengan PAN dan Demokrat. Kedua partai itu belum menyatakan sosok yang akan didukung. Selain itu, partai-partai baru pun akan dijajaki Gerindra untuk melakukan koalisi dan mendukung Prabowo Subianto sebagai capres. Selain itu, Andre mengatakan sangat yakin Prabowo akan memenangkan Pilpres 2019 mendatang. Ada beberapa hal yang membuat Gerindra yakin. Pertama, elektabilitas Jokowi tak pernah tembus di angka aman.

“Ini berbeda dengan SBY ketika setahun menjelang pilpres pada 2008 lalu sudah di atas angka 60 persen,” kata Andre. Meski demikian, Direktur Eksekutif lembaga kajian Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai Jokowi masih menjadi calon kuat melawan calon presiden alternatif. Pangi mengatakan, koalisi PKS dan Gerindra membutuhkan sosok baru untuk dijadikan capres alias capres alternatif. Hal itu diperlukan, jelas dia, untuk menyaingi Jokowi yang bakal didukung beberapa parpol besar.

"Maka di sinilah diperlukannya calon alternatif, bisa saja Gerindra-PKS mengusung Gatot Nurmantyo-TGB (Tuan Guru Bajang --M Zainul Majdi), atau Gatot-Anies Baswedan," kata Pangi, Ahad (25/2). Menurut dia, saat ini mereka sedang menggodok sosok baru karena jika tidak muncul capres alternatif, mereka bisa kesulitan melawan Jokowi. Bila Prabowo tidak maju dalam Pilpres mendatang, tidak menutup kemungkinan Prabowo bakal jadi "king maker". Karena memang, kata Pangi, pertumbuhan elektoral Prabowo sudah tidak ada, bahkan sudah klimaks. "Karena memang orang juga sudah jenuh juga. Apalagi hasil survei masyarakat menginginkan sosok baru, mungkin di luar Jokowi dan Prabowo," terang Pangi.

PKS dan Gerindra kemungkinan besar tetap dalam satu rel koalisi. Sementara PKB, PAN, Demokrat masih belum pasti atau justru mereka akan membuat poros baru. Pangi menyatakan, jika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dirangkul Jokowi, maka Demokrat pasti bergabung poros PDI Perjuangan. Demikian juga dengan PKB, kalau digandeng dengan Jokowi, pasti bakal bergabung ke poros tersebut. "Tapi kalau PAN saya lihat cenderungnya ikut PKS-Gerindra. PAN juga sudah punya kedekatan dengan PKS Gerindra. Maka tiga poros sangat mungkin terulang," jelas Pangi.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dilaporkan telah mengutus utusan untuk berkomunikasi dengan AHY sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menilai, sosok AHY memang layak. Apalagi dengan rekam jejak yang dimiliki bekas calon gubernur DKI Jakarta tersebut. "Kalau kita lihat track record-nya AHY ini membanggakan. Artinya beliau berkiprah di TNI dan banyak yg sudah dilakukan. Kemudian ikut Pilgub DKI.

Kalau misalnya AHY dipercaya sebagai cawapres Pak Jokowi tentu kita semua ikut mendukung tapi yang jelas (tergantung) AHY-nya sendiri," kata Nurhayati di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Senin (26/2). . Nurhayati mengaku partainya memang ingin membuka berkomunikasi dengan PDIP. "Dalam tahun politik dan mendekati pilpres memang komunikasi Demokrat juga dibuka untuk siapa saja karena komunikasi politik itu penting, meskipun Demokrat belum berkoalisi dengan siapa-siapa," ujarnya.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:55:49 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Purbaya: Desil 10 Tak Boleh Beli BBM Subsidi, Anggaran Bisa Hemat 10%

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:50:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi .

Nasional

Korban Gempa NTT Capai 71 Orang, Hampir 60 Ribu Warga Mengungsi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:49:55 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Badan Nasional Penanggulangan B.

Nasional

Guru PPPK Dialihkan Jadi Pegawai Pusat, Ada Peluang Jadi PNS

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:43:59 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Menteri Sekretaris Negara (Mens.

Nasional

KKP Kerahkan Kapal Pengawas Perikanan Angkut Bantuan ke NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:16:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

H. Syarif Hadiri Upacara HUT RI ke-81 di Depan Istana Siak

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:09:50 WIB

RadarPekanbaru Com — Wakil Ketua I DPRD Kabupaten .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Udara di Pelalawan Kurang Sehat, Siswa Wajib Pakai Masker, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi
22 Agustus 2026
Polda Riau Kerahkan 5 Ahli Bongkar Karhutla di HGU PT TKWL
22 Agustus 2026
Dekatkan Layanan Publik,Agung Bikin Gebrakan Buka Akses Perizinan Hingga Tingkat Kecamatan
22 Agustus 2026
Jalan Hidup Dakwah
22 Agustus 2026
Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?
22 Agustus 2026
Malaysia Tutup 591 Sekolah di Sarawak akibat Kabut Asap Kalimantan
22 Agustus 2026
Pekanbaru Siaga Penanggulangan Karhutla
21 Agustus 2026
Polda Riau Geledah RSD Madani, 323 Dokumen Dugaan Korupsi Disita
21 Agustus 2026
Seragam Gratis, DPRD Pekanbaru Minta Pemko Pertimbangkan Pemberian Tas dan Sepatu Gratis
21 Agustus 2026
Jangan Tinggalkan Sholat Istikharah Meski Sudah Yakin
21 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Udara di Pelalawan Kurang Sehat, Siswa Wajib Pakai Masker, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi
  • 2 Polda Riau Kerahkan 5 Ahli Bongkar Karhutla di HGU PT TKWL
  • 3 Dekatkan Layanan Publik,Agung Bikin Gebrakan Buka Akses Perizinan Hingga Tingkat Kecamatan
  • 4 Jalan Hidup Dakwah
  • 5 Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?
  • 6 Malaysia Tutup 591 Sekolah di Sarawak akibat Kabut Asap Kalimantan
  • 7 Pekanbaru Siaga Penanggulangan Karhutla

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com