DPRD Riau Sudah Anggarkan APBD Rp13 Miliar untuk Cegah Karlahut
RADARPEKANBARU.COM. - Memasuki musim kemarau, Riau dalam posisi waspada kebakaran lahan dan hutan (Karlahut). Karenanya, mengantisipasi masuknya kemarau setiap tahun, pada APBD 2018 sudah dianggarkan Rp13 miliar.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi I Aherson , Senin, (19/2/2018). Aherson menyampaikan, dana tersebut telah dikucurkan terutama pada pembinaan dan pelatihan kepada perangkat - perangkat desa yang daerahnya rawan kebakaran hutan dan lahan. Disebutkan pula, untuk tahun lalu telah dibangun kolam seharga Rp1,7 miliar. "Dana APBD itu dianggarkan sebesar Rp13 miliar untuk mencegah kebakaran.
Lebih baik mencegah daripada mengupayakan setelah terbakar, maka kita utamakan pembinaan, diantaranya pelatihan dan sosialisasi untuk perangkat-perangkat desa yang daerahnya rawan. Kita juga sudah bangun satu kolam tahun lalu yang bisa digunakan saat ini," terang Aherson.
Aherson menyatakan pembangunan kolam belum dilakukan di semua daerah yang dinilai rawan. Sampai saat ini hanya ada satu kolam, dan rencananya untuk 2018, akan kembali dibangun di daerah Pelalawan. Aherson menyampaikan, kesulitan utama dari pembuatan kolam ini dikarenakan lahan gambut. Luas kolam sendiri diperkirakan memiliki panjang 17 meter dan lebar 6 meter dan dalam 4 meter, dan disemen sehingga permanen, diklaim, kolam itu efektif untuk memadamkan api. "Baru satu kolam kita bangun, dan nanti akan kita bangun lagi, kita bangun kolam itu pinggiran dan dasarnya disemen. Kolam itu efektif sekali, sudah berdasarkan pengkajian dengan swasta, RAPP, bahkan konsultan dari beberapa negara," ujarnya.
Namun, titik api yang terus bertambah di Riau, yang dinyatakan tertinggi di Sumatera ini disebutkan Aherson dikarenakan penyebab munculnya api tidak hanya karena ulah oknum saja. Titik api di Riau terjadi karena memang daerah ini rawan dimusim kering dengan percikan atau 'ulah' alam sendiri, pihak daerah setempat juga telah mengupayakan membudidayakan lebah hutan, sehingga dapat menjadi 'alarm' kebakaran.
"Penyebab api itu bukan hanya ulah manusia di Riau ini, tapi memang gesekan - gesekan kecil saja dilahan kering itu bisa picu api, makanya inilah kendalanya. Tapi saya kira, kalau tidak salah, sudah ada dibeberapa daerah yang membudidayakan lebah. Jadi nanti jika ada titik yang terbakar, lebah itu langsung keluar, dan jadi tanda alarm bagi warga bahwa ada hutan yang terbakar, sehingga bisa langsung diantisipasi," ujarnya. (grc)
Udara di Pelalawan Kurang Sehat, Siswa Wajib Pakai Masker, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi
RADARPEKANBARU.COM - Dinas Pendidikan Pelalawan bata.
Polda Riau Kerahkan 5 Ahli Bongkar Karhutla di HGU PT TKWL
RADARPEKANBARU.COM - Polda Riau melibatkan lima ahli.
Dekatkan Layanan Publik,Agung Bikin Gebrakan Buka Akses Perizinan Hingga Tingkat Kecamatan
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanba.
Polda Riau Geledah RSD Madani, 323 Dokumen Dugaan Korupsi Disita
RADARPEKANBARU.COM - Penyidik Subdit III Tipidkor Di.
Seragam Gratis, DPRD Pekanbaru Minta Pemko Pertimbangkan Pemberian Tas dan Sepatu Gratis
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanba.








