Kisah Usamah bin Zaid, Pemuda 18 Tahun yang Ditunjuk Rasulullah Jadi Panglima Perang
RADARPEKANBARU.COM - Usia muda bukan penghalang untuk memikul tanggung jawab besar dan menjadi pemimpin. Rasulullah SAW mempercayakan pasukan perang kepada seorang pemuda yang baru berusia 18 tahun, meski dalam pasukan tersebut terdapat sejumlah sahabat senior.
Kisahnya menjadi teladan tentang kepercayaan terhadap kapasitas pemuda dan pentingnya memberi mereka ruang untuk berperan dalam sejarah Islam. Hepi Andi Bastoni dalam buku 101 Sahabat Nabi mengisahkan, Farwah bin Umar Al-Judzami, kepala daerah Ma'an dan sekitarnya yang diangkat oleh Kaisar Romawi, segera memeluk agama Islam.
Mengetahui hal itu, para penguasa Romawi sangat marah. Sebab, Farwah bukan rakyat biasa, melainkan kepala daerah yang menjadi panutan banyak orang.
Romawi segera menangkap Farwah dan menjebloskannya ke penjara. Selanjutnya, Farwah dibunuh dan kepalanya dipancung, lalu diletakkan di sebuah mata air bernama Arfa' di Palestina. Mayatnya disalib untuk menakut-nakuti penduduk agar tidak mengikuti jejaknya.
Mengetahui kejadian tersebut, Nabi Muhammad SAW segera menyiapkan pasukan. Usamah bin Zaid bin Haritsah diangkat sebagai panglima perang. Kala itu, Usamah bin Zaid baru berusia 18 tahun. Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mendirikan markas perkemahan di daerah Juraf, di luar Kota Madinah.
Beberapa sahabat sempat mempertanyakan keputusan tersebut. Apalagi, dalam pasukan itu turut serta para sahabat senior, seperti Umar bin Khattab, Abu Ubaidah bin Jarrah, Sa'ad bin Abi Waqqash, Abul Awar Sa'id bin Zaid bin Amru bin Nufail, dan lainnya.
Mendengar desas-desus orang-orang yang seolah-olah menyepelekan kemampuan Usamah, Umar bin Khattab segera menemui Rasulullah SAW. Beliau sangat marah, lalu bergegas mengambil serbannya dan keluar menemui para sahabat yang tengah berkumpul di Masjid Nabawi.
Setelah memuji Allah SWT dan mengucapkan syukur, beliau bersabda, "Wahai sekalian manusia, saya mendengar pembicaraan mengenai pengangkatan Usamah. Demi Allah, seandainya kalian menyangsikan kepemimpinannya, berarti kalian menyangsikan juga kepemimpinan ayahnya, Zaid bin Haritsah."
"Demi Allah, Zaid sangat pantas memegang pimpinan, begitu juga dengan putranya, Usamah. Kalau ayahnya sangat saya kasihi, maka putranya pun demikian. Mereka adalah orang yang baik. Hendaklah kalian memandang baik mereka berdua. Mereka juga adalah sebaik-baik manusia di antara kalian."
Singkat cerita, atas keberhasilannya menjadi panglima perang, pamor Usamah bin Zaid kian benderang di kalangan para sahabat. Selain dikenal sebagai panglima pasukan termuda, ia juga merupakan sahabat sekaligus putra sahabat yang dicintai Rasulullah SAW. Hal ini pernah dikemukakan oleh Khalifah Umar bin Khattab sebagai berikut.
Suatu ketika, Umar membagi-bagikan hadiah kepada kaum Muslimin. Kepada Usamah, ia memberikan bagian yang lebih besar daripada yang lain. Mengetahui hal itu, putra Umar bernama Abdullah bin Umar bertanya, "Wahai Ayahanda, mengapa engkau memberi lebih kepada Usamah? Padahal, saya juga selalu menyertai setiap peperangan yang ia ikuti?"
Umar menjawab, "Usamah lebih dicintai Rasulullah dibanding engkau, dan ayahnya lebih disayangi ketimbang ayahmu."
Sekilas, ucapan Umar itu tampak berlebihan, tetapi sebenarnya tidak. Selain menunjukkan ketawadhuan Umar sendiri, apa yang diucapkan Umar cukup beralasan.
Usamah adalah putra Zaid bin Haritsah. Zaid merupakan satu-satunya sahabat yang pernah menjadi anak angkat Rasulullah SAW dan namanya tercantum dalam Alquran, yakni Surah Al-Ahzab ayat 37.
Zaid juga mendapat amanat dari Rasulullah SAW untuk memimpin pasukan dalam Perang Mu'tah. Setelah Zaid gugur, kepemimpinan pasukan diambil alih oleh Ja'far bin Abi Thalib, kemudian Abdullah bin Rawahah. Sementara itu, ibunya, Ummu Aiman, adalah mantan pengasuh Rasulullah SAW.(rep)
Jangan Pernah Sepelekan Utang, Pikir Berulang Kali Apalagi Hanya untuk Gengs
RADARPEKANBARU.COM - Allah SWT membolehkan utang-piu.
Mereka yang Abaikan Sholat akan Dikumpulkan Bersama Firaun dan Menterinya Serta Musuh Nabi SAW
RADARPEKANBARU.COM - Orang yang meninggalkan atau me.
Masih Ingat Wasiat Rasulullah SAW Melihat Orang yang Hidup di Bawah Kita?
RADARPEKANBARU.COM - Terdapat salah satu wasiat.
Jalan Menuju Surga yang Digariskan Rasulullah SAW untuk Istri Salehah
RADARPEKNBARU.COM - Rasulullah SAW memerintah.
Nikmat Kedua Kaki, Apa Rahasianya dalam Alquran dan Hadis? Ini Jawaban Studi Ilmiah
RADARPEKANBARU.COM -.








