Jangan Pernah Sepelekan Utang, Pikir Berulang Kali Apalagi Hanya untuk Gengs
RADARPEKANBARU.COM - Allah SWT membolehkan utang-piutang dan menetapkan sejumlah syarat serta adab yang harus dipatuhi.
Ketentuan tersebut bertujuan melindungi pihak yang memberi utang maupun pihak yang berutang dari berbagai risiko dan dampak buruk, baik dalam urusan agama maupun kehidupan dunia.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan.
Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya, lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar.
Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa, maka yang seorang lagi mengingatkannya...” (QS Al-Baqarah [2]: 282)
Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata bahwa ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, penduduknya biasa melakukan transaksi salaf (jual beli dengan pembayaran di muka) kurma untuk jangka waktu dua hingga tiga tahun. Beliau kemudian bersabda:
“Barang siapa melakukan transaksi salaf untuk suatu barang, hendaklah dengan takaran yang diketahui, timbangan yang diketahui, dan jangka waktu yang diketahui.” (HR Muttafaq ‘alaih).
Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya memperhatikan syarat dan adab dalam berutang serta menghindari berbagai bentuk transaksi yang diharamkan.
Saat ini, banyak orang meremehkan persoalan utang. Mereka berutang bukan karena kebutuhan mendesak, menunda-nunda pembayaran, atau meminjam uang dalam jumlah yang sebenarnya tidak mampu mereka lunasi.
Pada masa lalu, orang biasanya berutang karena keadaan darurat atau kebutuhan yang sangat mendesak, seperti memenuhi kebutuhan pangan keluarga, membangun rumah, memperbaiki lahan pertanian, atau membeli barang dagangan untuk toko mereka. Jumlah yang dipinjam pun disesuaikan dengan kebutuhan.
Namun, saat ini sebagian besar utang justru digunakan untuk membiayai kebutuhan sekunder dan gaya hidup, seperti membeli perabotan mewah, mobil mahal, melakukan perjalanan wisata, mengadakan pesta secara berlebihan, dan berbagai keperluan serupa.
Kondisi ini semakin diperparah oleh berbagai tawaran menarik dari lembaga pembiayaan yang mempermudah proses pengajuan pinjaman.
Ada pula orang yang berutang untuk terjun ke dalam usaha berisiko tanpa perhitungan matang karena ingin cepat kaya. Akibatnya, pada masa sekarang, hampir sulit menemukan rumah tangga yang sama sekali tidak memiliki utang.
Islam memandang utang sebagai persoalan yang sangat serius dan memperingatkan umatnya agar tidak meremehkan kewajiban melunasinya. Sebab, utang dapat menimbulkan dampak buruk yang besar bagi pemberi maupun penerima utang, baik di dunia maupun di akhirat.
Kenyataan ini dapat kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari. Betapa banyak orang yang sebelumnya kaya atau hidup berkecukupan akhirnya jatuh miskin, bahkan harus menghadapi pemblokiran layanan atau hukuman penjara akibat utang yang menumpuk.
Padahal, mereka sebenarnya dapat terhindar dari keadaan tersebut jika merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan tidak meremehkan persoalan utang.
Dampak buruknya bahkan dapat merembet kepada anak-anak dan seluruh anggota keluarga. Semoga Allah melindungi kita semua dari keadaan demikian serta mencukupkan kita dengan karunia-Nya sehingga tidak bergantung kepada selain-Nya.(rep)
Mereka yang Abaikan Sholat akan Dikumpulkan Bersama Firaun dan Menterinya Serta Musuh Nabi SAW
RADARPEKANBARU.COM - Orang yang meninggalkan atau me.
Masih Ingat Wasiat Rasulullah SAW Melihat Orang yang Hidup di Bawah Kita?
RADARPEKANBARU.COM - Terdapat salah satu wasiat.
Jalan Menuju Surga yang Digariskan Rasulullah SAW untuk Istri Salehah
RADARPEKNBARU.COM - Rasulullah SAW memerintah.
Nikmat Kedua Kaki, Apa Rahasianya dalam Alquran dan Hadis? Ini Jawaban Studi Ilmiah
RADARPEKANBARU.COM -.








