Jalan Menuju Surga yang Digariskan Rasulullah SAW untuk Istri Salehah
RADARPEKNBARU.COM - Rasulullah SAW memerintahkan seorang suami untuk mempergauli istrinya dengan baik, beliau juga memerintahkan seorang istri untuk berbuat baik kepada suaminya dan menaati suaminya dalam perkara yang baik.
Bahkan, dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan besarnya hak suami atas istrinya serta kaitannya dengan keselamatan seorang istri di akhirat.
Apabila seorang perempuan melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadan, menjaga kehormatannya, dan menaati suaminya, maka dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke surga dari pintu mana pun yang engkau kehendaki.’” (HR Ahmad_
Beliau juga bersabda:
“Perempuan mana pun yang meninggal dunia sementara suaminya rida kepadanya, niscaya ia masuk surga.” (HR at-Tirmidzi)
Mengapa Nabi Muhammad SAW memberikan penekanan sedemikian besar terhadap hak suami? Mengapa beliau menegaskan kewajiban seorang istri untuk menaati suaminya?
Jawabannya, karena suami bertanggung jawab memenuhi berbagai kebutuhan keluarganya. Ia menanggung kebutuhan makanan dan minuman di rumah, menyediakan biaya pengobatan dan pakaian bagi istri serta anak-anaknya.
Sejak pagi buta, ia berangkat bekerja dan bersusah payah mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
Namun, sangat disayangkan, setelah bekerja keras dari pagi hingga petang, seorang suami pulang ke rumah dengan harapan dapat beristirahat. Alih-alih mendapatkan ketenangan, ia justru disambut dengan sederet keluhan dari istrinya.
“Anakmu tadi melakukan ini dan itu. Ayahmu tidak menghormatiku. Ibumu selalu membentakku. Mengapa ketika aku meneleponmu, engkau tidak menjawab? Padahal, kalau temanmu si Fulan yang menelepon, engkau pasti cepat mengangkatnya. Aku hidup di antara dua api: api dari keluargamu dan api dari anak-anakmu beserta segala masalah mereka.”
Wahai para istri, tahukah kalian apa yang difirmankan Allah SWT?
Allah SWT berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rum [30]: 21)
Allah berfirman, “agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.” Artinya, ketika seorang suami pulang ke rumah, ia berharap menemukan ketenangan, kenyamanan, dan kedamaian. Ia ingin sejenak melupakan kelelahan, beban pikiran, serta berbagai persoalan dalam mencari nafkah.
Namun, bagaimana mungkin ketenangan dan kenyamanan itu dapat dirasakan jika ia justru disambut dengan keluhan dan pertengkaran?
Pada masa generasi salaf, para istri begitu memperhatikan perasaan suami dan berusaha menghadirkan kenyamanan serta kebahagiaan baginya.(rep)
Nikmat Kedua Kaki, Apa Rahasianya dalam Alquran dan Hadis? Ini Jawaban Studi Ilmiah
RADARPEKANBARU.COM -.
Nasihat Nabi Isa yang Diabadikan Para Ulama Turun Menurun, Pengingat Sepanjang Masa
RADARPEKANBARU.COM - Dalam berbagai nasihatnya, Nabi.








