Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati
Rasulullah SAW menjelaskan perbedaan nasib ruh orang beriman dan orang kafir setelah meninggal dunia. Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Al-Mautu wa alamul barzakh, al-hisab wal aidhu alal-latu al-mizan-al-mushaf -ashshirath-anwa'us syafa'ah menerangkan, ketika mayat belum dimandikan dan dikafani, Rasulullah SAW menjelaskan kepada kita tentang kejadian yang terjadi pada saat-saat tersebut.
Dari Bara bin Aziba, ia berkata, "Rasulullah bersabda: Sesungguhnya seorang hamba yang beriman, jika ia meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, para malaikat turun kepadanya dari langit dengan wajah putih seolah-olah wajah mereka adalah matahari. Mereka membawa kain kafan dari surga dan kapur barus (balsam pengawet) dari surga hingga duduk di sampingnya sepanjang jarak pandangan."
"Kemudian, datang Malaikat Maut hingga duduk di samping kepalanya. Ia berkata: Wahai jiwa yang baik, keluarlah kamu menuju ampunan dan keridhaan Allah."
"Jiwa itu pun keluar seperti tetes air yang mengalir dari lubang tempat air, yaitu dengan mudah dan lembut. Malaikat Maut mencabut jiwa tersebut. Ketika mencabutnya, para malaikat (yang lain) mengambilnya dalam waktu sekejap dari kain kafan dan kapur barus tersebut."
"Jiwa tersebut keluar darinya seperti parfum paling wangi yang ada di muka bumi. Mereka membawa jiwa tersebut. Tidak ada sekelompok malaikat yang mereka lewati kecuali kelompok tersebut bertanya, 'Apa ruh yang harum ini?' Malaikat pun menjawab, 'Fulan bin fulan,' dengan nama paling baik yang mereka sebut di dunia. Mereka pun sampai ke langit paling rendah dan meminta agar (pintu) dibukakan untuk ruh tersebut hingga ia dibukakan untuknya. Para malaikat penjaga setiap langit mengantarkannya sampai ke langit yang berikutnya. Ia pun sampai ke langit ketujuh."
Allah berfirman, 'Tulislah oleh kalian buku hamba-Ku di dalam Illiyyin dan kembalikanlah ke bumi. Karena, dari sana Aku menciptakan, mengembalikan, dan mengeluarkannya sekali lagi.' Lalu, ruh itu pun kembali ke dalam jasadnya."
"Dua malaikat pun datang, duduk, dan bertanya kepadanya, 'Siapa Rabb-mu?' Ia menjawab, 'Rabb-ku Allah.' Mereka bertanya, 'Apa agamamu?' Ia menjawab, 'Agamaku Islam.' Mereka bertanya, 'Siapa laki-laki ini yang diutus kepadamu?' Ia menjawab, 'Rasulullah SAW.' Mereka bertanya, 'Apa ilmumu?' Ia menjawab, 'Aku membaca Kitab Allah hingga beriman dan mempercayainya'."
"Lalu, ada yang menyeru dari langit, 'Hamba-Ku benar. Berilah ia tempat tidur dari surga, baju dari surga, dan bukalah baginya pintu menuju surga.' Lantas, berhembuslah angin surga dan bau harumnya, kuburannya pun dilapangkan seluas pandangan mata. Kemudian, datang seseorang yang parasnya elok, bajunya bagus, dan baunya harum. Ia berkata, 'Aku membawa kabar gembira yang membuatmu senang, inilah hari yang telah dijanjikan untukmu.' Hamba yang mati bertanya, 'Siapa kamu, wajahmu seolah-olah membawa kebaikan?' Ia menjawab, 'Aku adalah amal salehmu.' Hamba yang mati tersebut berkata, 'Ya Allah, datangkanlah hari kiamat hingga aku kembali kepada keluargaku'."
Manusia yang Kafir
"Sedangkan hamba yang kafir, jika ia meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, para malaikat turun kepadanya dari langit dengan wajah hitam. Mereka membawa permadani kasar lalu duduk di sampingnya sejauh pandangan matanya."
"Kemudian, datang Malaikat Maut hingga duduk di samping kepalanya. Ia berkata, 'Wahai jiwa yang buruk, keluarlah kamu menuju murka dan amarah Allah.' Jiwa itu pun keluar dari jasadnya. Ia keluar seperti besi berduri yang dicabut dari bulu basah. Malaikat Maut mencabut jiwa tersebut. Setelah itu, para malaikat yang lain dalam waktu sekejap mengambilnya dan meletakkannya di permadani tadi."
"Keluar darinya bau bangkai paling busuk yang ada di atas bumi. Mereka membawa jiwa tersebut. Tidak ada sekelompok malaikat yang mereka lewati kecuali kelompok tersebut bertanya, 'Ruh siapakah yang bau ini?' Malaikat pun menjawab, 'Fulan bin fulan,' dengan nama paling buruk yang mereka sebut di dunia. Mereka pun sampai ke langit paling rendah dan meminta agar (pintu) dibukakan untuk ruh tersebut, tetapi tidak dibukakan untuknya'."
Mengapa Allah Menyukai Hamba yang Berdoa? Ini Penjelasan Imam Al-Ghazali
RADARPEKANBARU.COM - Doa bukan sekadar permohonan se.
Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban Jiwa Tenggelam Menurut Islam
RADARPEKANBARU.COM - Di antara bentuk kemurahan dan .
Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini
RADARPEKANBARU.COM - Seringkali kita mendengar seseo.
Tanda Kiamat Kian Dekat, Umat Islam akan Hancur Bukan oleh Musuh tetapi Penyakit Wahn
RADARPEKANBARU.COM - .
Mengapa Allah Menciptakan Kejahatan dan Dosa di Alam Semesta?
RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya hikmah Allah Yang .








