• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1884 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4209 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4212 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4169 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4282 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Pelajaran dari Kekeringan Tujuh Tahun pada Masa Nabi Yusuf dalam Alquran

Redaksi Radarpku

Rabu, 22 Juli 2026 10:21:48 WIB
Cetak
Pelajaran dari Kekeringan Tujuh Tahun pada Masa Nabi Yusuf dalam Alquran

RADARPEKANBARU.COM - Jauh sebelum ilmu pengetahuan modern menjelaskan penyebab kekeringan, Alquran telah mengisahkan bencana kekeringan selama tujuh tahun berturut-turut pada masa Nabi Yusuf Alaihissalam. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya perencanaan, pengelolaan pangan, ikhtiar menghadapi krisis, dan mencegah kerusakan lingkungan yang mempengaruhi iklim.

Salah satu peristiwa kekeringan yang diabadikan dalam Alquran adalah bencana paceklik yang terjadi pada masa Nabi Yusuf Alaihissalam di Mesir.

Sebelum bencana itu terjadi, Raja Mesir bermimpi melihat tujuh ekor sapi gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi kurus. Tidak seorang pun mampu menafsirkan mimpi tersebut selain Nabi Yusuf Alaihissalam.

Melalui takwil mimpinya, Nabi Yusuf menjelaskan bahwa Mesir akan mengalami tujuh tahun masa subur yang diikuti tujuh tahun kekeringan. Ia juga menawarkan strategi untuk menghadapi krisis tersebut, yakni menyimpan sebagian besar hasil panen selama masa subur sebagai cadangan pangan. Berkat kebijaksanaan itu, Nabi Yusuf kemudian dipercaya memegang jabatan penting sebagai bendahara atau perdana menteri Mesir.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Wahai Yusuf, orang yang sangat dipercaya, jelaskanlah kepada kami (takwil mimpiku) tentang tujuh ekor sapi gemuk yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi) kurus dan tujuh tangkai (gandum) hijau yang (meliputi tujuh tangkai) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu supaya mereka mengetahuinya.”

(Nabi Yusuf) berkata, "Bercocok tanamlah kamu tujuh tahun berturut-turut. Kemudian apa yang kamu tuai, biarkanlah di tangkainya, kecuali sedikit untuk kamu makan."

(Nabi Yusuf) berkata, "Kemudian, sesudah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit (paceklik) yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya, kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Setelah itu akan datang tahun, ketika manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur).” (QS Yusuf Ayat 46- 49)

Kekeringan yang terjadi pada era Nabi Yusuf bukanlah kejadian yang lazim terjadi, karena terjadi selama tujuh tahun berturut-turut. Bahkan kekeringan tersebut tidak saja melanda Mesir, tetapi sampai juga di Palestina, tempat ayah Nabi Yusuf yakni Nabi Yakub menetap sebelum akhirnya bermigrasi ke Mesir.

Sumber air Mesir berasal dari Sungai Nil yang mata airnya sangat jauh di selatan. Maka, berkurangnya air Sungai Nil tentu saja mengakibatkan kekeringan yang meliputi wilayah yang sangat luas, paling tidak hingga tempat mata air Sungai Nil berasal.

Di zaman sekarang, siklus kekeringan yang dipengaruhi oleh mekanisme iklim global, yaitu ENSO (El Nino South Oscillation) di Samudra Pasifik dan IOD di Samudera Hindia, memang terjadi dalam periode perulangan rata-rata selama 7 tahun. Pada periode perulangan tersebut lazimnya hanya terjadi satu kali tahun kering yang berat, dan umumnya disusul oleh satu tahun basah (La Nina), bukan 7 tahun kering secara terus-menerus.

Di dalam perspektif sains, kekeringan adalah suatu perioda panjang ketika suatu daerah kekurangan pasokan air. Umumnya kekeringan terjadi ketika suatu daerah tidak menerima curah hujan atau curah hujan kurang dari biasanya secara terus-menerus, dikutip dari buku Air Dalam Perspektif Alquran dan Sains yang disusun Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), 2011.

Kekeringan bisa berdampak terhadap lingkungan dan pertanian di daerah yang dipengaruhinya. Kekeringan yang berkepanjangan dapat merusak dan membahayakan ekonomi suatu daerah, walaupun hanya terjadi dalam setahun. Lebih bahaya lagi jika kekeringan terjadi dalam beberapa tahun terus-menerus.

Periode kekeringan yang panjang sejak zaman dahulu telah menyebabkan terjadinya migrasi penduduk, dan memegang peranan kunci pada peristiwa-peristiwa perpindahan manusia dan krisis-krisis kemanusiaan pada sejarah peradaban manusia. Seperti yang pernah terjadi di bagian tanduk Afrika Utara dan daerah Sahel.

Perspektif Sains

Pada umumnya, curah hujan di suatu tempat dipengaruhi oleh dua hal. Yakni jumlah uap air di udara dan daya dorong yang menyebabkan gerak naik kelembaban tersebut. Jika salah satu dari keduanya berkurang, terjadilah kekeringan.

Keadaan ini umumnya dipicu oleh berkurangnya perbedaan tekanan udara dan peredaran angin di darat. Sedangkan berkurangnya penguapan air di laut lebih jarang terjadi. Siklus interaksi kondisi atmosferik dan oseanik, seperti halnya El Nino (ENSO) menyebabkan kekeringan terjadi secara periodik, utamanya di daerah-daerah sekitar samudra pasifik.

Aktivitas manusia dapat secara langsung memicu kekeringan, seperti irigasi besar-besaran dan intensifikasi pertanian dalam skala luas, pembalakan hutan, dan erosi yang pada akhirnya menyebabkan penurunan kemampuan lahan untuk menangkap dan menahan air.

Sementara kegiatan-kegiatan tersebut cenderung berpengaruh secara lokal, tapi ada juga aktivitas-aktivitas lainnya yang dapat membawa pengaruh secara global, yang memicu perubahan iklim yang berdampak serius terhadap pertanian, terutama bagi masyarakat negara berkembang.

Secara umum, pemanasan global akan meningkatkan jumlah curah hujan, di mana peristiwa erosi dan banjir akan meningkat. Di saat yang sama, terdapat daerah- daerah yang akan menjadi lebih kering. Ketika kekeringan terjadi kondisi lingkungan di sekitarnya akan memburuk dan dampaknya terhadap penduduk setempat secara berangsur-angsur akan meningkat.

Kekeringan yang parah dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan, seperti yang pernah sering terjadi di Indonesia.(rep)

 


 


 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban Jiwa Tenggelam Menurut Islam

Jumat, 25 September 2026 - 09:46:43 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Di antara bentuk kemurahan dan .

Dakwatuna

Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini

Kamis, 24 September 2026 - 09:03:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Seringkali kita mendengar seseo.

Dakwatuna

Tanda Kiamat Kian Dekat, Umat Islam akan Hancur Bukan oleh Musuh tetapi Penyakit Wahn

Rabu, 23 September 2026 - 08:26:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Mengapa Allah Menciptakan Kejahatan dan Dosa di Alam Semesta?

Selasa, 22 September 2026 - 10:20:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya hikmah Allah Yang .

Dakwatuna

Pendapat Nabi Muhammad soal Orang Beriman yang Berbohong

Senin, 21 September 2026 - 11:09:20 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dalam sebuah kesempatan, salah seorang sahabat bertanya ke .

Dakwatuna

Benarkah Para Khalifah Bani Umayyah Perintahkan Melaknat Ali Bin Abi Thalib dan Ahlul Bait?

Sabtu, 19 September 2026 - 08:59:30 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Setiap kali terjadi suatu peris.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun
25 September 2026
Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban Jiwa Tenggelam Menurut Islam
25 September 2026
PNS Pemprov Riau Diduga Gelapkan Uang Pensiunan Guru Rp524 Juta
25 September 2026
34 kilometer Jalan di Kota Pekanbaru Sudah Dioverlay
25 September 2026
Pemko Pekanbaru Buka Posko Pengaduan Perubahan Desil
25 September 2026
Calon Gubernur Peru Tewas Ditembak Saat Kampanye
25 September 2026
Belanja Riau Naik Rp56,63 Miliar, Efisiensi Jadi Kunci APBD Perubahan 2026
24 September 2026
Hujan Diprakirakan Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau Sore hingga Malam Hari
24 September 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Subsidi DP dan Bunga Kredit Rumah bagi Warga
24 September 2026
Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini
24 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun
  • 2 Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban Jiwa Tenggelam Menurut Islam
  • 3 PNS Pemprov Riau Diduga Gelapkan Uang Pensiunan Guru Rp524 Juta
  • 4 34 kilometer Jalan di Kota Pekanbaru Sudah Dioverlay
  • 5 Pemko Pekanbaru Buka Posko Pengaduan Perubahan Desil
  • 6 Calon Gubernur Peru Tewas Ditembak Saat Kampanye
  • 7 Belanja Riau Naik Rp56,63 Miliar, Efisiensi Jadi Kunci APBD Perubahan 2026

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com