Pemprov Riau Paparkan Sejarah dan Skema Pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi Riau memaparkan sejarah kawasan serta langkah penanganan dan pemulihan ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dalam rapat koordinasi bersama Kementerian HAM serta Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Paparan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, atas arahan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (22/12/2025).
Supriadi menjelaskan, kawasan TNTN memiliki sejarah panjang yang sebelumnya merupakan wilayah konsesi Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Sebagian kawasan seluas sekitar 38.000 hektare pada awalnya dikelola oleh HPH PT Dwi Marta sejak 1974 hingga 1994, sebelum kemudian ditetapkan sebagai kawasan hutan dan diarahkan menjadi kawasan konservasi melalui SK.255/2004 tentang penunjukkan kawasan hutan sebagai TNTN seluas 38.576 ha.
Lebih lanjut, Supriadi katakan bahwa lima tahun kemudian adanya kajian perluasan. Sehingga terbitlah SK.663/2009 dengan penetapan kawasan TNTN menjadi 83.068 ha yang berarti terjadi penambahan seluas 44.492 ha. Sebelumnya hamparan tersebut diberikan pengelolaan terhadap PT Nanjak Makmur.
“Pada awalnya kawasan ini merupakan wilayah konsesi HPH. Setelah masa konsesi berakhir dan melalui proses tata batas, kawasan tersebut ditetapkan sebagai Taman Nasional Tesso Nilo,” ujar Supriadi.
Ia menyebutkan, luas kawasan TNTN pada awal penunjukan mencapai sekitar 83.680 hektare. Setelah dilakukan tata batas oleh Kementerian Kehutanan pada 2011, luas kawasan ditetapkan menjadi sekitar 81.793 hektare. Penetapan tersebut, menurut Supriadi, didasarkan pada kajian yang dilakukan pemerintah bersama lembaga konservasi, termasuk WWF, yang mengarahkan kawasan bekas HPH untuk kepentingan konservasi.
Dalam kawasan TNTN saat ini terdapat sejumlah desa yang tersebar di dua kabupaten, yakni Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Pelalawan. Beberapa desa tersebut antara lain Desa Lubuk Batu Tinggal, Segati, Pangkalan Gondai, Kesuma, Lubuk Kembang Bunga, Bagan Limau, dan Air Hitam, dengan jumlah penduduk, rumah tinggal, serta fasilitas umum yang telah berkembang sejak lama.(grc)
Sebanyak 3.091 Jemaah Haji Riau Telah Kembali ke Tanah Air
RADARPEKANBARU.COM - Proses pemulangan jemaah haji I.
Enam Tahanan Kabur dari Mobil Kejari Pekanbaru, Empat Berhasil Ditangkap
RADARPEKANBARU.COM - Enam tahanan kabur dari mobil K.
Dugaan Pemerasan Rp200 Juta di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Kanwil Ditjenpas Riau Turunkan Tim
RADARPEKANBARU.COM - Beredar berita dugaan pemerasaa.
Aktivasi Akun SPMB Riau Tembus 68.322, Disdik Ingatkan Jangan Tunda Pendaftaran
RADARPEKANBARU.COM - Proses aktivasi akun Sistem Pen.
Pemprov Riau Kembali Bangun Sekolah Rakyat, Lokasinya di Rohul dan Rohil
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) R.
Pemko Pekanbaru Fokus Perbaiki Saluran dan Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir
RADARPEKANBARU.COM - Wakil Walikota Pekanbaru, Marka.








