Singgung Pidato Megawati, Waketum MUI: Berpolitik Harus Berprasangka Baik
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Marsudi Syuhud berujar, Pemilu selalu menjadi momentum menantang karena selalu rawan konflik dan perpecahan antara kelompok masyarakat.
"Ritual Pemilu diharapkan menjadi hal yang biasa, sehingga masyarakat diimbau tenang dan menyikapi secara biasa saja. Jangan sampai mengancam NKRI," kata Kiai Marsudi kepada wartawan, Sabtu (25/2).
Apalagi, tujuan pesta demokrasi lima tahunan seperti pemilu tidak lain hanya satu, yakni untuk menyatukan masyarakat dalam bingkai demokrasi.
"Jika masyarakat sudah disatukan, maka harus gotong royong dan mengecilkan suara kebisingan. Oleh sebab itu, Pemilu diharapkan berjalan aman dan nyaman," sambungnya.
Ia lantas menyinggung dinamika politik terkini yang berpotensi memantik konflik baru. Salah satunya soal pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri soal ibu-ibu pengajian. Ia menegaskan, pernyataan Mega tidak bisa ditelan mentah-mentah.
“Tujuan orang ngomong ada pada lafal pihak yang mengungkapnya. Maka ada orang yang menanggapi statement itu pas dan tidak pas. Menurut saya, kalimat itu (megawati) adalah, kalau bisa majelis taklim tidak saja urusan akhirat saja, tapi juga urusan dunia,” imbuhnya.(rml)
Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
RADARPEKANBARU.COM - Pulau Sumatra menghadapi ancama.
Purbaya: Desil 10 Tak Boleh Beli BBM Subsidi, Anggaran Bisa Hemat 10%
RADARPEKANBARU.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi .
Korban Gempa NTT Capai 71 Orang, Hampir 60 Ribu Warga Mengungsi
RADARPEKANBARU.COM - Badan Nasional Penanggulangan B.
Guru PPPK Dialihkan Jadi Pegawai Pusat, Ada Peluang Jadi PNS
RADARPEKANBARU.COM - Menteri Sekretaris Negara (Mens.








