• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2602 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4947 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4978 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4921 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 5068 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Jahiliyah Modern

Redaksi Radarpku

Selasa, 14 Oktober 2014 17:06:57 WIB
Cetak
Jahiliyah Modern

RADARPEKANBARU.COM - Dahulu kala masa Jahilyah, ketika Islam belum diangkat di atas permukaan bumi ini, kehidupan manusia sangat hancur, bahkan seolah-olah tiada yang mengurusnya, bukan pakaian dan tempat tinggal yang amburadul, namun kehidupan manusia yang tidak mempunyai akhlak yang mulia. Siapa yang kuat dia yang berkuasa, maka hukum rimba pun berlaku.

Satu keluarga yang melahirkan anak perempuan, maka itu suatu aib yang sangat besar, bahkan kebanyakan dari mereka itu ada yang membunuh dan ada yang menguburkan bayi perempuan hidup-hidup.

Nyawa manusia tiada berharga saat itu, kejahilan dan kebathilan merajalela, manusia tidak memiliki rasa malu dan kasih sayang. Bila ingin memakan daging ketika itu dengan memotong daging mana yang ia sukai dan ia makan, padahal binatang masih dalam keadaan hidup.

Selain perzinaan yang di mana-mana, maka perkawinan ala jahiliyah dulu pun sangat merusak pemeliharaan keterunan, mempunyai beberapa metode dan cara yang sangat keji.

Abu Daud meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu 'anhu, bahwa pernikahan pada masa jahiliyah ada empat macam:

Pertama, pernikahan secara spontan. Seorang laki-laki mengajukan lamaran kepada laki-laki lain yang menjadi wali wanita, lalu dia bisa menikahinya setelah menyerahkan mas kawin seketika itu pula.

Kedua, seorang laki-laki bisa berkata kepada istrinya yang baru suci dari haid, "Temuilah Fulan dan berkumpullah bersamanya!' Suaminya tidak mengumpulinya dan sama sekali tidak menyentuhnya, hingga ada kejelasan bahwa istrinya hamil dari orang yang disuruh mengumpulinya. Jika sudah jelas kehamilannya, maka suami bisa mengambil kembali istrinya jika memang dia menghendaki hal itu. Yang demikian ini dilakukan, karena dia menghendaki kelahiran seorang anak yang baik dan pintar. Pernikahan semacam ini disebut nikah istibdha.

Ketiga, pernikahan poliandri, yaitu pernikahan beberapa orang laki-laki yang jumlahnya tidak mencapai sepuluh orang, semua laki-laki tersebut mengumpuli seorang wanita. Setelah wanita itu hamil dan melahirkan bayinya, maka selang beberapa hari kemudian dia mengundang semua laki-laki yang berkumpul dengannya dan mereka tidak bisa menolaknya hingga berkumpul di hadapannya. Lalu dia berkata, "Kalian sudah mengetahui apa yang sudah terjadi dan kini aku telah melahirkan. Bayi ini adalah anakmu hai Fulan." Dia menunjuk siapa pun yang dia sukai di antara mereka seraya menyebutkan namanya, lalu laki-laki itu bisa mengambil bayi tersebut.

Keempat, sekian banyak laki-laki bisa mendatangi wanita yang dikehendakinya yang juga disebut wanita pelacur. Biasanya mereka memasang bendera khusus di depan pintunya, sebagai tanda bagi laki-laki yang ingin mengumpulinya. Jika wanita pelacur ini hamil dan melahirkan anak, dia bisa mengundang semua laki-laki yang pernah mengumpulinya, diselenggarakan undian. Siapa yang namanya keluar dalam undian, maka dia berhak mengambil anak itu dan mengakui sebagai anaknya. Dia tidak bisa menolak hal itu, (www.kisahmuslim.com).

Bahkan masyarakat jahiliyah dulu, yaitu mereka jahiliyah dalam segala bidang, agama, akhlak, politik, ekonomi, dan ilmu pengetahuan, sehingga apapun yang mereka miliki tidak bisa menjadi manfaat bagi orang lain.

"Menurut Robert L. Gullick, sebagaimana dikutip oleh Hj.Yahya dan Halimi dalam buku Sejarah Islam, mengatakan bahwa orang Arab Jahiliyah tidak memberikan sumbangan apa-apa di bidang ilmu pengetahuan. "The ancient Arabs, during the many centuries preceding the appearance of Muhammad, did not, so far as we know, contribute anything of significance to the body of scientific knowledge or to scientific method"," (Hendra Kusumah, Islam Pos).

Semakin modern seolah semakin Jahiliyah

Melihat fenomena kehidupan masyarakat modern sekarang, yang mana Islam telah tumbuh subur, seiring dengan semakin modernnya kehidupan ini, maka seolah-olah nilai dan praktek jahiliyah kembali menjamur, di mana manusia-manusia tanpa rasa malu di mana-mana, tidak lagi merasa malu melakukan kemungkaran, kedhaliman, kebathilan dan kemaksiatan.  Bahkan merasa bangga dengan kemaksiatan yang dipraktekkan.

Budaya KKN, zina, homo, lesbi, premanisme, dan sampai dengan pembunuhan, pemerkosaan dan budaya pacaran yang notabone dengan pakaian-pakaian tidak menutup aurat atau menutup aurat namun telanjang bukan lagi pemandangan yang tabu, namun hampir setiap hari berita-berita yang demikian menghiasi media elektronik, cetak, dan media online.

Padahal sudah 14 abad lamanya sejak Rasul Saw. Hijrah dari Mekah Al-Mukarramah ke Al-Madinah Al-Munawwarah. Momentum terbaik bagi umat Islam untuk hijrah dan lebih mengenal sejarah hidup, perjuangan dan berbagai penderitaan. Hijrah adalah bukti nyata bagi orang-orang yang benar-benar beriman pada Allah dan Rasul-Nya, serta jaminan bagi mereka memperoleh ampunan dan surga Allah.

"Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia", (QS. Al Anfal: 74).

Dalam perjalanan hijrah manusia dari masa jahiliyah kemasa sekarang, memiliki dua kelompok golongan manusia, satu di antara menjadi manusia yang berhijrah benar-benar karena Allah SWT, dan yang satunya cuma memodifikasi model jahiliyah purba menjadi jahiliyah modern yang berlandaskan syirik dan kufur.

Selain kesyirikan, kebiasaan jelek yang mereka lakukan adalah perjudian dan mengundi nasib. Mereka juga mempercayai berita-berita ahli nujum, peramal dan dukun. Dalam hal menyalurkan hawa nafsupun disediakan tempat-tempat mesum, caffe yang remang-remang, hotel dan bahkan wisma-wisma yang kapitalis menjadi tempat pelampiasan nafsu seks manusia jahiliyah modern.

Yang lebih parahnya, budaya memakai baju ketat bagi wanita yang menonjolkan aurat dan celana pendek bagi kaum Adam menjadi santapan mata orang-orang yang masih terpelihara, anak-anak yang belum bisa memilah dan memilih mana yang baik dan buruk. Belum lagi ala kangkang yang membangkitkan birahi, ditambah bercumbu di dalam mobil atau motor, menjadi fenomena hari-hari kaula muda.

Budaya pacaran yang telah merebak bak virus dan bahkan lebih bahaya dari virus HIV pun telah meracuni otak anak muda dan bahkan orang tua sekalipun. Sehingga bahasa-bahasa gaul pun terucap di kalangan anak muda, "hidup ini tak berarti bila tiada kekasih dambaan hati".

"Umat terdahulu : Perzinaan sesama Jenis Homo seks
Umat Sekarang : Perzinaan sesama Jenis dan lain Jenis Homo seks, Lesbi, perzinaan di luar nikah (Lebih Parah)
Umat yang mana yang lebih Jahiliyah?

Umat Nabi terdahulu: Membunuh Bayi perempuan
Umat sekarang : Membunuh Bayi Perempuan dan Laki laki bahkan belum lahir pun sudah di bunuh
Umat yang mana yang lebih Jahiliyah?


Umat Terdahulu : mengundi Nasib dengan anak Panah
Umat Sekarang : Mengundi nasib dengan anak panah, Pergi ke Dukun, bertanya kepada Berhala, Ramalan kartu, Ramalan SMS, Ramalan garis tangan, Ramalan bintang, dll
Umat yang mana yang lebih Jahiliyah?

Umat terdahulu : Menyimpan harta Emas dan Perak dan enggan bershadaqah
Umat sekarang : Menyimpan harta Emas, Perak, Renteneir, Bang Keliling, Asuransi, penjualan kredit yang 2 kali lipat, dll (di dalam harta itu ada hak anak yatim dan fakir miskin)
Umat yang mana yang lebih Jahiliyah?"
.(dwc)



BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Harta dan Nasib Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan

Rabu, 04 November 2026 - 06:18:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya Allah SWT menurunk.

Dakwatuna

Kehilangan Satu Waktu Sholat Diibaratkan Kehilangan Keluarga dan Harta

Selasa, 03 November 2026 - 04:58:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sholat merupakan kewajiban utam.

Dakwatuna

Jumadil Awal, Bulan Bersejarah Pernikahan Nabi Muhammad dan Sayyidah Khadijah

Senin, 02 November 2026 - 05:58:24 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kisah Usamah bin Zaid, Pemuda 18 Tahun yang Ditunjuk Rasulullah Jadi Panglima Perang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:15:18 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Usia muda bukan penghalang untu.

Dakwatuna

Jangan Pernah Sepelekan Utang, Pikir Berulang Kali Apalagi Hanya untuk Gengs

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:19:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Allah SWT membolehkan utang-piu.

Dakwatuna

Mereka yang Abaikan Sholat akan Dikumpulkan Bersama Firaun dan Menterinya Serta Musuh Nabi SAW

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:21:50 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Orang yang meninggalkan atau me.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Rekor Kandang Askar Bertuah Runtuh, PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC
05 November 2026
Matangkan Persiapan Hari Pahlawan 2026, Pemprov Riau Tetapkan Tiga Lokasi Upacara Peringatan
05 November 2026
Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Rp2,45 Miliar di Rohul Diawasi Kejari dan Inspektorat
05 November 2026
340 Hotspot Terpantau di Sumatera, Riau Terdeteksi 6 Titik
05 November 2026
KPK Periksa Menteri ATR BPN Nusron Wahid Terkait Dugaan Suap HGB Summarecon di Bogor
05 November 2026
Demokrat Rebut Kemenangan Awal di Senat pada Pemilu Paruh Waktu AS
05 November 2026
Wali Kota Pekanbaru Targetkan Zero Balap Liar, Penertiban Diperketat
04 November 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Sebelum Pembangunan Flyover Panam Dimulai
04 November 2026
Inflasi Riau Tembus 3,09 Persen, Kampar Catat Kenaikan Harga Tertinggi
04 November 2026
Harta dan Nasib Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan
04 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Rekor Kandang Askar Bertuah Runtuh, PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC
  • 2 Matangkan Persiapan Hari Pahlawan 2026, Pemprov Riau Tetapkan Tiga Lokasi Upacara Peringatan
  • 3 Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Rp2,45 Miliar di Rohul Diawasi Kejari dan Inspektorat
  • 4 340 Hotspot Terpantau di Sumatera, Riau Terdeteksi 6 Titik
  • 5 KPK Periksa Menteri ATR BPN Nusron Wahid Terkait Dugaan Suap HGB Summarecon di Bogor
  • 6 Demokrat Rebut Kemenangan Awal di Senat pada Pemilu Paruh Waktu AS
  • 7 Wali Kota Pekanbaru Targetkan Zero Balap Liar, Penertiban Diperketat

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com