• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2211 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4548 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4567 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4522 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4634 Kali

  • Home
  • Internasional

Keluarga Korban Kecam Taliban Beri Penghormatan Pelaku Bom

Redaksi Radarpku

Jumat, 05 November 2021 10:07:26 WIB
Cetak
Keluarga Korban Kecam Taliban Beri Penghormatan Pelaku Bom

RADARPEKANBARU.COM - Ketika Sharifa (19) mendengar berita tentang Taliban "menghormati" pelaku bom bunuh diri yang menewaskan anggota keluarganya, tangis Sharifa pecah. Sharifa kehilangan ayahnya dalam serangan bom bunuh diri tahun 2018 di Kabul.

 
 

"Ini seperti menggosok garam di atas luka," katanya seraya menangis.

Pada 20 Oktober, Sirajuddin Haqqani, menteri dalam negeri sementara Taliban, memuji "pengorbanan" para pembom bunuh diri, yang melakukan serangan kekerasan yang tak terhitung jumlahnya di Afganistan selama 20 tahun pendudukan AS di negara itu.

Pada upacara di sebuah hotel di Kabul, Haqqani menghadiahi kerabat pelaku bom bunuh diri dengan menawarkan uang dan tanah.

Qari Saeed Khosty, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Taliban, mengatakan dalam sebuah cuitan bahwa Taliban tidak dapat kembali berkuasa tanpa bantuan dari para pelaku bom bunuh diri.

Glorifikasi terhadap pelaku bom bunuh diri oleh Taliban membuat marah banyak warga Afganistan, terutama mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam serangan bom bunuh diri.

"Ketika saya mendengar bahwa alih-alih membantu kami, mereka (Taliban) menyanjung mereka yang dengan sengaja membunuh diri mereka sendiri dan orang lain, hati saya pilu," kata Sharifa kepada DW melalui sambungan telepon.

Pada tahun 2018, seorang pelaku bom bunuh diri Taliban menargetkan Kementerian Dalam Negeri di Kabul, yang menewaskan 95 orang dan melukai setidaknya 185 orang. Ayah Sharifa adalah salah satu di antara korban tewas tersebut.

"Hidup kami hancur setelah kematian ayah kami. Mental ibu dan saudara laki-laki saya menjadi tidak stabil," katanya.

 

Bagaimana bom bunuh diri menghancurkan keluarga-keluarga

Aziz (56) juga mengalami hal serupa. Dua putranya tewas dalam dalam serangan bom bunuh diri di dekat Kabul. Pada Maret 2018, seorang pelaku bom bunuh diri "Negara Islam" Khorasan (IS-K) menargetkan orang-orang yang merayakan Nawroz, tahun baru kalender Persia, di luar Kabul. Di antara 26 orang yang tewas adalah Mehdi yang berusia 24 tahun dan Rohullah yang berusia 9 tahun.

 

"Kami merencanakan upacara pernikahan dan wisuda Mehdi sebelum pengeboman," kata Aziz kepada DW.

Aziz mengatakan hidupnya benar-benar berubah setelah dia kehilangan kedua putranya. Dikatakannya, dia dan istrinya tidak dapat menjalani kehidupan normal.

"Kami tidak bisa makan. Kami juga semakin jatuh ke dalam kemiskinan karena kami kehilangan putra yang memiliki penghasilan tetap," tambahnya.

Seperti Sharifa, Aziz juga mengetahui perihal upacara penghormatan Taliban untuk keluarga pelaku bom bunuh diri. "Saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan tentang itu. Mereka mengambil putra-putra kami tanpa alasan. Hidup menjadi tidak berarti bagi saya. Mereka juga harusnya membunuh saya," katanya.

Upacara untuk menghormati pelaku bom bunuh diri tidak hanya menyinggung keluarga korban, tetapi juga menuai kritik luas di media sosial Afganistan.

"Dalam waktu dekat, kunjungi kota tempat tinggal baru bagi pelaku bom bunuh diri di Kabul," Sayed Tariq Majidi, mantan jurnalis investigasi, mencuit pesan sarkastik di Twitter.

 

Hadapi dilema

Sementara Taliban memuji pelaku bom bunuh diri mereka sendiri, serangan bom bunuh diri IS-K menjadi ancaman besar bagi kekuasaan mereka.

 

IS-K mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri pada 15 Oktober di Masjid Syiah Fatima di Kandahar, yang menewaskan sedikitnya 100 orang. Serangan itu terjadi seminggu setelah serangan serupa di sebuah masjid di kota utara Kunduz yang menewaskan sekitar 80 orang dan melukai puluhan lainnya.

Mohammad Dawood, yang kehilangan banyak kerabat dalam serangan masjid di Kunduz, khawatir akan meningkatnya kekerasan di Afganistan.

Para analis menilai ada keretakan dalam kepemimpinan Taliban tentang bagaimana menjalankan negara. Sementara faksi garis keras, termasuk Jaringan Haqqani, ingin mengambil tindakan yang lebih ketat. Sementara itu, beberapa komandan lebih memilih pendekatan "moderat" untuk menghilangkan kekhawatiran Barat tentang hak asasi manusia dan kebebasan berbicara.

Pemerintah Taliban sangat membutuhkan bantuan asing di tengah krisis ekonomi yang memburuk di negara itu. Pada saat yang sama, kelompok fundamentalis Islam ini tidak mampu kehilangan kader dan pejuang garis keras mereka, yang dapat berpaling dan bergabung dengan barisan IS-K. Maka itu, sejumlah pengamat berpendapat bahwa penghormatan pelaku bom bunuh diri tersebut dilihat dalam sudut pandang ini.(rep)

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:10:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Buronan Kasus Sabu Ditangkap di Bengkalis
12 Oktober 2026
Kalahkan PSMS Medan, PSPS Pekanbaru Puncak Klasemen Grup
12 Oktober 2026
Pemprov Riau Sambut Irjen Arman Achdiat Sebagai Kapolda Riau Baru
12 Oktober 2026
Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam AS?
12 Oktober 2026
Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik
12 Oktober 2026
Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi
12 Oktober 2026
SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media
11 Oktober 2026
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Buronan Kasus Sabu Ditangkap di Bengkalis
  • 2 Kalahkan PSMS Medan, PSPS Pekanbaru Puncak Klasemen Grup
  • 3 Pemprov Riau Sambut Irjen Arman Achdiat Sebagai Kapolda Riau Baru
  • 4 Benarkah Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam AS?
  • 5 Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik
  • 6 Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh Usai Serangan Houthi
  • 7 SPS Riau Kunjungi Batam News, Pelajari Strategi Pengembangan Media

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com