• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3601 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3589 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3562 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3646 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3577 Kali

  • Home
  • Nasional

Kematian Dini Ancam Puluhan Ribu Warga Akibat Karhutla

Redaksi Radarpku

Rabu, 14 Agustus 2019 09:18:05 WIB
Cetak
Kematian Dini Ancam Puluhan Ribu Warga Akibat Karhutla

RADARPEKANBARU.COM -- Peneliti Harvard University dan Columbia University, Amerika Serikat, dalam artikel "Jurnal Fires, Smoke Exposure and Public Health: An Integrative Framework to Maximize Health Benefits from Peatland Restoration" melakukan kajian model lahan gambut. Mereka melakukan kajian dengan skenario business as usual (BAU) dari land use and land cover (LULC) atau tata guna lahan dan tutupan lahan. Dari kajian tersebut, para peneliti menemukan, sistem pengelolaan hutan dan gambut yang tidak mengalami perbaikan dapat menyebabkan puluhan ribu jiwa mengalami kematian dini.

 

"Jika pengendalian karhutla tidak berjalan maksimal dalam jangka panjang, diprediksi terjadi kematian 36 ribu jiwa per tahun akibat penyakit ISPA selama 2020 hingga 2030," kata peneliti Harvard University Tianjia Liu dalam diskusi bertema "Ongkos Kesehatan dari Bencana Kebakaran Hutan dan Gambut" di Jakarta, Selasa, (13/8).

 

 

Ia menambahkan, dari 36 ribu jiwa yang terancam keselamatannya tersebut, sebanyak 92 persennya berasal dari Indonesia. Sisanya, 7 persen di Malaysia dan 1 persen di Singapura. Penelitian tersebut mengambil peristiwa kebakaran hutan hebat yang terjadi di Indonesia pada 2015. Ia menyebutkan, potensi kerugian material mencapai 16 miliar dolar AS di luar kerugian kesehatan.

 

Peneliti juga mengambil sampel kebakaran hutan dari 2005 hingga 2009. Sepanjang lima tahun tersebut, luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 18 juta hektare di Sumatra dan Kalimantan. Dari jumlah itu, kebakaran yang di lahan gambut hanya sembilan persen. Walau jumlahnya kecil, kebakaran di lahan gambut menyumbang emisi yang lebih besar. Jumlahnya lebih dari separuh atau 51 persen dari total emisi sepanjang periode tersebut.

 

Dia mengatakan, restorasi lahan gambut bisa mengurangi populasi yang terpapar asap hingga 67 persen. “Ancaman kematian dini ini bisa dihindari dengan strategi pengelolaan lahan yang komprehensif, seperti restorasi gambut,” katanya.

 

Deputi Perencanaan dan Kerja Sama Badan Restorasi Gambut (BRG) Budi Wardhana mengatakan, karhutla pada 2015 terjadi hampir selama lima bulan. Selama itu pula ada sebanyak 500 ribu orang menderita ISPA dan lebih dari 60 juta jiwa terkena polusi asap. Akibatnya, biaya pengobatan langsung mencapai Rp 1,9 triliun. “Lalu, ada juga biaya jangka panjang yang belum bisa dihitung,” ujarnya. 

 

Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menyerang ratusan ribu warga di daerah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka menderita ISPA karena terpapar asap karhutla. Di Sumatra Selatan (Sumsel), jumlah penderita ISPA mencapai 274.502 orang selama periode Januari–Juni 2019. Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini mengatakan, ISPA semakin rentan menyerang saat musim kemarau yang memicu karhutla di beberapa lokasi di Sumsel.

 

“Kami sudah mengirim imbauan kepada pemerintah daerah untuk menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan mengantisipasi terjadinya kabut asap menjelang puncak musim kemarau,” kata Lesty, Selasa (13/8).

 

Lesty mengatakan, jumlah penderita ISPA paling banyak berada di Kota Palembang. Sejak awal tahun, ada 80.162 orang yang terkena ISPA. Selanjutnya adalah Banyuasin dengan penderita mencapai 36.871 orang, Muara Enim sejumlah 35.405 orang, Musi Banyuasin 21.871 orang, dan Ogan Komering Ilir 13.292 orang.

 

Ia menjelaskan, warga di daerah-daerah tersebut sangat rawan terdampak kabut asap. Bahkan, kata dia, Palembang yang bukan menjadi sumber asap menjadi wilayah terparah terdampak asap seperti yang pernah terjadi pada 2015. "Arah angin dari sumber asap, yakni di OKI dan Ogan Ilir, membawa asap hingga ke Palembang,” ujar Lesty.

 

Lesty menjelaskan, ISPA bukan hanya disebabkan kabut asap. Virus yang menyerang sistem pernapasan pun bisa menyebabkan ISPA. Namun demikian, kata dia, kabut asap yang membawa partikel kebakaran itu membuat potensi penderita ISPA bertambah.

 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mengklaim sudah melakukan langkah antisipasi dan penanggulangan. Seluruh dinkes kabupaten/kota diinstruksikan melakukan langkah-langkah penanggulangan, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker apabila bepergian, serta memperbanyak minum air putih. Apabila terjadi peningkatan kasus penderita ISPA, kata dia, surveilans kesehatan langsung diturunkan untuk melakukan langkah-langkah pengendalian.

 

Penyakit ISPA juga menyerang warga di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Dinkes Kota Pekanbaru telah menginstruksikan seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) untuk siaga melayani warga yang terserang penyakit akibat kabut asap. Pekan lalu, tercatat sebanyak 1.136 warga Pekanbaru terserang ISPA yang diduga akibat terpapar kabut asap.

 

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Muhammad Amin mengatakan, seluruh puskesmas telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang terkena dampak kabut asap. "Kami meminta agar penderita ISPA betul-betul tertangani dengan baik," ujarnya. Ia mengatakan, sebagian besar warga yang terkena ISPA merupakan penduduk usia produktif yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

 

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, kabut asap membuat seseorang rentan menderita ISPA. Oleh karena itu, Nila berharap pemerintah daerah segera mengatasi karhutla. "Karhutla berdampak pada kesehatan, termasuk ISPA yang menyerang anak-anak kecil hingga orang tua yang menderita asma akan kesulitan bernapas," kata Nila. Untuk membantu pemerintah daerah, Kemenkes telah mengirimkan bantuan masker dan pelayanan kesehatan.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:28:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pulau Sumatra menghadapi ancama.

Nasional

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:55:49 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Purbaya: Desil 10 Tak Boleh Beli BBM Subsidi, Anggaran Bisa Hemat 10%

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:50:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi .

Nasional

Korban Gempa NTT Capai 71 Orang, Hampir 60 Ribu Warga Mengungsi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:49:55 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Badan Nasional Penanggulangan B.

Nasional

Guru PPPK Dialihkan Jadi Pegawai Pusat, Ada Peluang Jadi PNS

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:43:59 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Menteri Sekretaris Negara (Mens.

Nasional

KKP Kerahkan Kapal Pengawas Perikanan Angkut Bantuan ke NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:16:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
24 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
24 Agustus 2026
Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
24 Agustus 2026
Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
24 Agustus 2026
Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
24 Agustus 2026
Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
24 Agustus 2026
PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah
23 Agustus 2026
Udara di Pelalawan Kurang Sehat, Siswa Wajib Pakai Masker, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi
22 Agustus 2026
Polda Riau Kerahkan 5 Ahli Bongkar Karhutla di HGU PT TKWL
22 Agustus 2026
Dekatkan Layanan Publik,Agung Bikin Gebrakan Buka Akses Perizinan Hingga Tingkat Kecamatan
22 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Jarak Pandang 2,2-2,7 Km, Aktivitas Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal
  • 2 Pemko Pekanbaru Layangkan SP3 ke Pengelola Pasar Bawah
  • 3 Udara Tak Sehat, Sekolah Pekanbaru Libur Tatap Muka, MBG Tetap Disalurkan
  • 4 Bacaan Doa Meminta Hujan yang Diamalkan Rasulullah SAW
  • 5 Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik, Sumsel dan Riau Dominasi
  • 6 Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Negara Tetangga, Menlu Buka Komunikasi
  • 7 PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com