Kanal

Hikmah dan Makna Wudhu Sebelum Sholat

RADARPEKANBARU.COM - Salah satu dari syarah sah sholat adalah suci dari hadats besar maupun hadats kecil. Untuk hadats besar, cara yang bisa dilakukan untuk menyucikannya adalah dengan mandi junub.

Sementara wudhu menjadi cara untuk menyucikan hadats kecil. Wudhu sebelum sholat merupakan perintah Allah. Dalam surat Al Maidah ayat 6:

yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ qumtum ilash-shalâti faghsilû wujûhakum wa aidiyakum ilal-marâfiqi wamsa?û biru'ûsikum wa arjulakum ilal-ka‘baîn

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. 

Sementara dalam sebuah hadits disebutkan:

Allah tidaklah menerima sholat salah seorang di antara kalian ketika ia berhadats sampai ia berwudhu.” (HR Bukhari-Muslim)

Dalam buku Sudahkah Anda Tahu Arti Bacaan Shalat? yang ditulis oleh Ustadz Budiman Mustofa Lc, M.P.I, disebutkan hikmah dari wudhu sebelum sholat. Menurutnya, dengan wudhu yang sempurna seseorang bisa melaksanakan sholat dengan sempurna. Selain itu, oranh yang sholat akan mendapatkan kekhusyukan dan merasakan betul bahwa ia sedang berada di hadapan Allah.

"Sebab wudhu merupakan amal pembuka yang mengantarkan seseorang ke pintu gerbang sholat," tulis Ustadz Budiman.

Sementara, Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dalam bukunya Lentera Hidup menuliskan keutamaan wudhu. Sekurang-kurangnya lima kali dalam sehari-semalam setiap Muslim diperintahkan untuk berwudhu dan mengerjakan sholat.

Meskipun wudhu belum lepas (batal), disunahkan pula memperbaruinya. Oleh ahli tasawuf, diterangkan pula hikmah wudhu itu. Mencuci muka artinya mencuci mata, hidung, mulut, dan lidah kalau-kalau tadinya berbuat dosa ketika melihat, berkata, dan makan.

Mencuci tangan dengan air dalam hati dirasa seakan-akan membasuh tangan yang telanjur berbuat salah. Membasuh kaki dan lain-lain demikian pula. Mereka memperbuat hikmat-hikmat itu meskipun dalam hadis dan dalil tidak ditemukan.

Tujuannya adalah supaya manusia jangan membersihkan lahirnya saja, sementara batinnya masih tetap kotor. Hati yang masih tamak, loba, dan rakus, kendati sudah berwudhu, maka wudhunya lima kali sehari-semalam itu berarti tidak berbekas dan tidak diterima oleh Allah SWT, dan shalatnya pun tidak akan mampu menjauhkan dirinya dari perbuatan fakhsya’ (keji) dan mungkar (dibenci).”

Buya Hamka menambahkan, wudhu itu dapat menyehatkan badan. "Bukanlah kita hidup ini untuk mencari pujian dan bukan pula supaya kita paling atas di dalam segala hal. Meskipun itu tidak kita cari, kalau kita senantiasa menjaga kebersihan, kita akan dihormati orang juga.”(rep)

 

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER