Rasa khawatir bahwa sholatnya tidak diterima karena kurang khusyuk seringkali membuat seseorang merasa enggan untuk melaksanakannya. Namun, apakah ketidakmampuan mencapai kekhusyukan bisa dijadikan alasan untuk meninggalkan sholat?
Pengasih LPD Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya memberikan jawaban tegas terkait hal ini. Menurutnya, meskipun seseorang merasa tidak bisa khusyuk saat sholat, tetap saja sholat harus dijalankan.
Sholat khusyuk memang penting, namun bukan alasan yang cukup kuat untuk meninggalkan ibadah tersebut. Sholat adalah kewajiban, sementara kekhusyukan adalah nilai tambah yang akan diperoleh seiring waktu dan usaha.
Dikutip dari tayangan video di kanal YouTube @rumahbintangindonesia4014, Buya Yahya menjelaskan bahwa khusyuk adalah pahala tambahan dalam sholat, tetapi tidak khusyuk bukan alasan untuk meninggalkannya.
"Khusyuk itu adalah pahala baik. Lain halnya kalau kita berusaha khusyuk, usaha kita pun sudah dinilai oleh Allah," jelasnya dalam video tersebut.
Menurut Buya Yahya, banyak orang yang enggan sholat karena merasa tidak bisa khusyuk, padahal usaha untuk mencapai khusyukan itu sudah bernilai di sisi Allah.(l6c)