Didapati pula bahwa doa Nabi SAW mempunyai substansi dan esensi keimanan dan pendidikan yang kuat. Di antara doa tersebut adalah doa perlindungan nabawi.
Nabi SAW memohon perlindungan dari berbagai hal, kondisi dan rintangan, yang paling terkenal di antaranya adalah doa untuk delapan penyakit.
Dari Anas bin Malik RA, Nabi SAW bersabda kepada Abu Thalhah, “Carilah seorang anak laki-laki di antara anak laki-laki kalian untuk melayaniku hingga aku keluar ke Khaibar.” Maka Abu Thalhah pun keluar bersamaku sebagai pelayanku ketika aku masih kecil, dan aku sering melayani Rasulullah SAW ketika beliau turun, dan aku sering mendengar beliau mengucapkan, ”Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa khawatir dan kesedihan, ketidakberdayaan dan kemalasan, kekikiran dan kepengecutan, hutang, dan penindasan manusia.”
Inilah delapan penyakit yang menimpa hati, yang dapat membuatnya sakit, yang dapat mematikan semangatnya, dan yang dapat memutuskan hubungannya, dan inilah yang menjadikan masalah ini sangat serius, dan seorang hamba perlu mencari sebab-sebabnya dan sarana-sarana pembelaannya.
Ibnul Qayyim berpendapat bahwa kedelapan hal tersebut merupakan hukuman atas dosa-dosa yang dilakukan oleh seorang hamba
Bagi orang yang tidak merenungkan hukum-hukum Allah dalam hal hukuman dan musibah, maka dia tidak akan mampu menangkap hal ini. Dia mengetahui kekhawatiran dan kesedihannya, ketidakberdayaannya, kemalasannya, dan penyakit-penyakit yang lain, akan tetapi dia menafsirkannya dengan penjelasan-penjelasan yang tampak, serta memutuskannya dari sebab-sebab dan syarat-syaratnya.
Ibnul Qayyim menjelaskan dalam kitab Al-Jawab Al-Kafi, ketika menyebutkan hukuman-hukuman dosa yaitu bahwa di antara hukuman-hukuman mereka adalah melemahkan langkah hati menuju Allah SWT dan akhirat, atau menghalanginya, atau menghentikannya, atau memutus langkahnya, sehingga ia tidak bisa melangkah menuju Allah, jika tidak memalingkannya dari tujuannya.(rep)