Kanal

Pengaruh Sentimen Rakyat Akibat PKS Tinggalkan Anies, Pilkada Riau Syamsuar Diprekdiksi Tenggelam Sebelum Pemilihan

RADARPEKANBARU.COM– Langkah politik PKS batal mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur pada Pilgub Jakarta 2024 ini disesalkan berbagai kalangan. Hal ini berdampak pada Pilkada disejumlah daerah mengingat Anies adalah simbol perlawanan rakyat dengan jargon perubahan.

"Akan berdampak banyak pada daerah yang calon kepala daerahnya diusung oleh PKS" kata Direktur Advokasi Publik Jaringan Rakyat Benteng Demokrasi (Jarbedem) Riau, Alamsah SH MH, kamis pagi.

Ditanyakan apakah akan bersampak pada pilkada Riau Syamsuar yang diusung PKS, menurutnya kemungkinan calon akan ditinggal oleh para simpatisan pro Anies adalah resiko kebijakan politik yang tak dapat di elakkan.

"Syamsuar akan menerima dampak terburuk kalah sebelum bertarung, dikarenakan dilumpuhkan oleh sentimen rakyat terhadap PKS yang meninggalkan anies" katanya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa banyak hal yang membuat Syamsuar tenggelam sebelum bertarung salah satu diantaranya pengaruh isu korupsi payung elektrik masjid Agung Annur.

"Isu ini kembali digoreng dan berdampak signifikan terhadap image Syamsuar yang korup dan melibatkan anaknya dalam kegiatan proyek payung elektrik yang gagal fungsi" lanjutnya.

Ditambah lagi pengaruh ulama Abdul Somad yang merupakan endors Syamsuar pada kampanye periode pertama, sekarang berbalik arah tidak lagi mendukung Syamsuar.

"Syamsuar ditinggal Abdul Somad akan berpengaruh besar terhadap peta politik Riau" katanya.

Dengan kasus Pilgub Jakarta, Calon PKS bisa hancur disetiap daerah

Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), menilai bahwa dengan kasus Pilgub Jakarta, PKS hancur.

Karena PKS dinilai lebih mengedepankan sikap pragmatisme dibanding memegang teguh nilai-nilai perjuangan selama ini.

“Masyarakat yang berhati lurus selama ini membela-belain PKS karena teguh memegang ideologi dan memperjuangkan agama,” jelas dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Dr. Wakhudin, M.Pd., sebagaimana dilansir KBA News Selasa, 20 Agustus 2024.

“Tapi dengan kasus Pilgub Jakarta, PKS hancur. Mereka memilih jalan pragmatis sebagaimana partai politik pada umumnya,” sambungnya.

Karena itu dia mengingatkan konsekuensi politik yang akan ditanggung partai dakwah tersebut. Karena sudah tidak konsisten, partai pimpinan Ahmad Syaikhu itu akan menanggung akibat ditinggalkan pemilih terutama dari kalangan ummat.

Karena itu bukan tidak mungkin PKS akan senasib dengan partai Islam lainnya yang redup bahkan tidak lagi lolos ke DPR RI karena suaranya kecil, seperti PPP dan PBB. “Kalau PKS seperti partai pada umumnya, maka dijamin PKS berubah setara dengan PPP, PBB, atau partai Islam yang bangkrut lainnya,” tegasnya.

Sejumlah sejumlah pihak juga mengingatkan PKS untuk konsisten mendukung Anies Baswedan. PKS diharapkan jangan sampai bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

“Khawatir kalau PKS nanti bergabung dengan KIM, nasibnya sama nanti dengan PPP akan ditinggal oleh konstituennya,” ucap tokoh Betawi yang juga Ketua Umum Ormas Pengacara dan Jawara Bela Umat (PEJABAT) Ustaz H. Eka Jaya.

Sebagaimana diketahui, kemarin PKS bersama partai-partai yang tergabung dalam KIM Plus resmi mendeklarasikan pasangan Ridwan Kamil-Suswono. KIM merupakan partai-partai pendukung presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo-Gibran. (*)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER