Kanal

Groundbreaking RSP Otak dan Jantung Kemenkes di Riau Ditargetkan November

RADARPEKANBARU.COM - Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Pusat (RSP) Otak dan Jantung di Provinsi Riau ditargetkan pada November 2024 mendatang.

Dimana saat ini perusahaan konsultan sebagai pemenang tender proyek Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut sedang melakukan penyusunan Detail Engineering Design (DED) nya.

"Targetnya untuk pelaksanaan groundbreaking RSP Otak dan Jantung itu dilaksanakan akhir November. Saat ini DED sedang disusun," kata Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Sri Sadono Mulyanto, Rabu (7/8/2024).

Dia mengatakan, setelah nantinya DED selesai, maka tahapan selanjutnya yang dilakukan yakni pelaksanaan lelang konstruksi bangunan, karena dasar untuk pelaksanaan lelang tersebut adalah DED.

"Kalau harus melihat bentuk dari DED rumah sakit itu dulu baru bisa dilakukan lelang konstruksi. Karena itu, penyelesaian DED nya ditargetkan akhir Agustus ini sudah selesai sehingga September sudah bisa lelang kontruksi," ujar pria yang akrab disapa dokter Ibeng ini.

Dokter Ibeng menjelaskan, belum lama ini tim dari kementerian kesehatan dari Jakarta turun langsung ke Pekanbaru untuk melihat lokasi yang akan dijadikan tempat pembangunan rumah sakit pusat otak dan jantung tersebut.

Lokasi RSP Otak dan Jantung sendiri dibangun di Jalan Naga Sakti Pekanbaru, tidak jauh dari Stadion Utama Riau. Dari hasil pengecekan di lapangan tim memastikan lahan tersebut dalam kondisi aman dan kepemilikan lahannya tidak ada tumpang tindih.

"Tim dari Kemenkes juga sudah melakukan uji tanah dan kegiatan teknis lainnya di lokasi lahan yang akan dibangun rumah sakit tersebut. Mereka kemarin minta bantuan OPD terkait untuk mensupport datanya," sebutnya.

Beberapa OPD yang dilibatkan dalam uji tanah dan kegiatan teknis diantaranya adalah Dinas LHK, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, dan BPKAD Riau. Ada juga dari PLN, PDAM dan dari RSUD Arifin Ahmad Riau.

Ibeng menyampaikan, total anggaran yang dihabiskan untuk membangun gedung dan membeli peralatan kesehatan diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp1,6 triliun. Pada tahap awal dianggarkan Rp250 miliar untuk DED dan pembangunan awal.

Pembangunan rumah sakit tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) secara multiyears sampai tahun 2025 dan mulai dilaksanakan tahun ini.

"Kemudian tahun depan itu dianggarkan lagi untuk lanjutan pembangunan fisiknya, karena ini kan proyek multiyears, jadi tidak selesai tahun ini," tutupnya.(ckc)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER