Kampar --Gerakan bersahabat dengan alam adalah langkahnyata sebagai bentuk kontribusi Rumah Kayu (Kawan Ahmad Yuzar) memelihara budaya tani yang menjadi landasan dasar menuju kemandirian ekonomi rumah tangga dimasa akan datang.
"Kita mulai dari hal yang kecil kecil dulu, misalnya 1 rumah degan dua pohon lengkeng, atau dua pokok pohon jegkol" kata jurubicara Rumah Kayu bung Cakra Setiawan, minggu pagi.
Relawan Rumah Kayu akan didirikan disetiap desa dengan program menabung pohon untuk rakyat.
"Kita akan bagi pohon dua batang pohon produktif sekaligus dengan upah tanam" katanya.
Masih menurut Rumah Kayu, bahwa akan di bagi klaster pohon yang berbeda untuk setiap desa, misalnya desa A akan dikhususkan mangga thailand, harapannya lima tahun ke depan desa ini akan menjadi penghasil mangga.
"Begitu juga klaster desa B akan dibagikan bibit lengkeng dengan konsep 1 rumah dua pohon lengkeng, tentunya diharapkan lima tahun kedepan desa B akan menjadi desa konsep agrowisata dengan penghasil lengkeng" tambahnya.
Relawan Rumah Kayu akan hadir disetiap desa degan konsep menabung pohon.
"Sebarkan kebaikan dengan dengan sedikit berkontribusi menanam pohon" tutupnya. (*)