Syekh Aidh Al Qarni dalam buku Sentuhan Spiritual menjelaskan bahwa setelah Islam turun, Allah SWT mengharamkan miras sebagaimana yang diabadikan di dalam Alquran surah Al Maidah ayat 90-91.
y? ayyuhalla??na ?man? innamal-khamru wal-maisiru wal-an??bu wal-azl?mu rijsum min ‘amalisy-syai??ni fajtanib?hu la’allakum tufli??n.
innam? yur?dusy-syai??nu ay y?qi’a bainakumul-‘ad?wata wal-bag??`a fil-khamri wal-maisiri wa ya?uddakum ‘an ?ikrill?hi wa ‘ani?-?al?ti fa hal antum muntah?n.
Yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya miras (khamar), judi, berkurban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah agar kalian beruntung."
Rasulullah SAW pun bersabda, yang artinya, “Setiap hal yang memabukkan itu disebut khamr (miras), dan setiap yang memabukkan adalah haram."
Dalam suatu riwayat, Rasulullah SAW pernah didatangi oleh seorang laki-laki dari Yaman. Laki-laki itu kemudian mengajukan satu pertanyaan mengenai hukum tentang kebiasaan orang-orang Yaman yang gemar meminum anggur dari perasan jagung. Oleh kaum di sana, minuman semacam itu biasa disebut bir.
Kemudian, Rasulullah bertanya kepada lelaki itu, “Apakah minuman itu memabukkan?” Lelaki itu menjawab, “Ya." Maka Rasulullah pun bersabda, “Kullu syarabin-skara fahuwa haramun." Yang artinya, “Setiap minuman yang memabukkan, maka minuman itu haram."
Syekh Aidh Al Qarni menjelaskan, meminum miras termasuk bagian dari dosa besar. Yang mana itu masuk ke dalam kategori al-fawahish (dosa-dosa). Allah melaknat orang-orang yang meminum miras sebagaimana Dia melaknat orang-orang yang menyediakannya, membuatnya, menjual, dan membelinya.(rep)