Allah ta'ala memerintahkan setiap hambanya untuk senantiasa berkata yang baik dan benar. Serta menjauhi perkataan-perkataan yang dapat menimbulkan perselisihan, pertikaian di antara sesama. Sebab ketika seorang Muslim mengeluarkan kata-kata kotor kepada orang lain maka setan semakin mengobarkan kebencian hingga menimbulkan pertengkaran.
Allah berfirman:
Artinya: Katakan kepada hamba-hamba-Ku supaya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (dan benar). Sesungguhnya setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. (Alquran surat Al-Isra ayat 53)
Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa wajib bagi Muslim untuk berkata yang baik dan benar. Sebab Allah telah memerintahkan kepada Rasulullah agar mengatakan kepada semua hamba-Nya supaya mengucapkan perkataan yang lebih baik pada saat berbicara atau berdebat dengan orang-orang musyrik ataupun yang lainnya.
Agar mereka tidak menggunakan kata-kata yang kasar dan caci-maki yang akan menimbulkan kebencian, tetapi hendaklah menggunakan kata-kata yang benar dan mengandung pelajaran yang baik.
Lebih-lebih bagi seorang dai, maka hendaknya harus lebih menjaga perkataannya. Seorang dai harus dapat menyeru dengan hikmah dan teladan yang baik.
Allah SWT berfirman:
Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik. (an-Nahl ayat 125).
Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri". (Al Ankabut ayat 46).(rep)